FITNESS & HEALTH

Tenggorokan Terasa 'Terbakar', Mungkin 5 Penyakit Ini Penyebabnya

Mia Vale
Senin 10 Januari 2022 / 20:37
Jakarta: Rasa terbakar atau sakit di tenggorokan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Sakit tenggorokan biasanya disebabkan oleh infeksi umum, seperti pilek atau radang tenggorokan. 

Jarang sekali kondisi serius yang menyebabkan gejala ini. Ketika kondisi medis menyebabkan tenggorokan terbakar, kamu biasanya akan memiliki gejala lain yang menyertainya. Inilah yang harus diperhatikan dan kapan harus menemui dokter. 
 

Refluks asam atau GERD 


Mulas adalah gejala refluks asam, cadangan asam dari perut ke kerongkongan. Asam yang keras menciptakan sensasi terbakar di bagian belakang tenggorokan dan dada, juga bisa memberi rasa asam atau pahit di tenggorokan dan mulut. 

Ketika refluks asam sering atau parah, itu disebut penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Gejala GERD lainnya termasuk: merasakan cairan asam di belakang tenggorokan, batuk, kesulitan menelan, nyeri dada, suara serak merasa seperti makanan tersangkut di tenggorokan. 

Gejala mungkin bertambah buruk setelah makan besar atau saat berbaring di tempat tidur di malam hari. 


Radang tenggorokan adalah
(Radang tenggorokan atau faringitis adalah kondisi peradangan yang terjadi pada bagian tenggorokan (faring) yang biasa disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 
 

Radang tenggorokan 


Radang tenggorokan adalah infeksi tenggorokan umum yang disebabkan oleh bakteri streptokokus grup A. Ini menyebar melalui udara ketika seseorang yang sakit batuk atau bersin mengeluarkan tetesan yang berisi bakteri. 

Gejala utamanya adalah sakit tenggorokan. Rasa sakitnya bisa sangat parah sehingga terasa sakit untuk menelan. Pereda nyeri yang dijual bebas dapat membantu meredakan gejalanya.
 

Flu biasa 


Sakit tenggorokan adalah gejala flu biasa. Infeksi virus pada saluran pernapasan bagian atas ini bisa membuat tidak nyaman, tetapi biasanya tidak serius. 

Kebanyakan orang dewasa mendapatkan dua hingga tiga pilek setiap tahun. Selain sakit tenggorokan, pilek menyebabkan gejala berikut: pilek hidung tersumbat bersin batuk pegal-pegal sakit kepala demam rendah gejala pilek akan hilang dalam waktu seminggu hingga 10 hari. Pengobatan rumahan ini dapat membantu meringankan gejala. 
 

Flu 


Influenza, juga dikenal sebagai flu, adalah penyakit virus. Ini menyebabkan banyak gejala yang sama seperti pilek, termasuk sakit tenggorokan. Tapi flu bisa jauh lebih serius. Pada beberapa orang, ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa seperti pneumonia. 

Gejala seperti ini mulai dalam satu hingga empat hari setelah terpapar virus flu, demam panas dingin, batuk, pilek, penyumbatan, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, muntah, diare. 
 

Sindrom mulut terbakar 


Akan terasa seperti telah terbakar atau melepuh bagian dalam mulut dan tenggorokan. Ini mungkin disebabkan oleh masalah saraf atau kondisi seperti mulut kering. 

Rasa sakit yang membakar bisa di tenggorokan dan seluruh mulut, termasuk pipi, bibir, lidah, dan langit-langit mulut. Kamu mungkin juga memiliki rasa haus yang meningkat, rasa logam atau pahit di mulut, sampai kehilangan rasa.

Bila sudah melakukan berbagai perawatan di rumah, tenggorokan tak juga membaik, semakin memburuk, atau bahkan disertai gejala lain yang parah, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH