FITNESS & HEALTH

Bagaimana Cara Mengetahui Anak Menderita Diskalkulia?

Sandra Odilifia
Sabtu 27 Maret 2021 / 08:05
Jakarta: Diskalkulia adalah ketidakmampuan belajar, yang mengganggu kemampuan individu untuk memahami dan memproses informasi numerik dengan cara yang khas. Gejala umum diskalkulia antara lain kesulitan dalam perhitungan, fakta, pengertian bilangan, dan penalaran matematis.

Selain itu, penderita juga mengalami kesulitan dalam menghubungkan angka dan simbol ke jumlah dan arah, memahami uang, atau memberitahu waktu.
 

Gejala diskalkulia


Masalah matematika dapat bervariasi tergantung pada apa penyebabnya dan berapa usia anakmu. Berikut adalah beberapa gejala yang harus diwaspadai di berbagai tingkat sekolah untuk mengidentifikasi apakah anakmu menderita diskalkulia:

1. Prasekolah

- Mungkin merasa sulit untuk belajar berhitung dengan 10 detik, hingga 100.

- Dapat mengalami kesulitan menghitung setiap benda dalam kelompok.

- Kesulitan dalam memahami bahwa angka dapat digunakan untuk mendeskripsikan kelompok mana pun dengan jumlah yang sama. Misalnya, tidak mengetahui bahwa 5 dapat digunakan untuk kelompok yang terdiri dari 5 jari, 5 pisang, 5 anjing, dan lain-lain.

- Kesulitan dalam menulis dan mengenali angka hingga 20.

- Melompati angka saat menghitung.

- Tidak dapat mengenali pola dan mengurutkan item berdasarkan ukuran, bentuk atau warna.


2. Sekolah Dasar

- Kesulitan dalam menghitung 2 detik. 5 detik dan 10 detik.

- Tidak dapat melakukan perhitungan matematika dasar secara mental.

- Kesulitan dalam mengenali tanda-tanda matematika dasar seperti plus dan minus.

- Kesulitan dalam memahami konsep lebih dari atau kurang dari.

- Kesulitan dalam mengingat fakta matematika dasar seperti 10 + 10 = 20.

- Tidak menghubungkan antara fakta matematika terkait atau fakta keluarga seperti 5 + 5 = 10, jadi 10-5 = 5.

- Sulit mengenali angka.

- Tidak mengerti kiri dan kanan.

- Menghindari bermain game yang melibatkan strategi seperti catur atau soduku.


3. Sekolah Menengah Atas

- Kesulitan menggunakan matematika dalam kehidupan nyata. Misalnya menggandakan resep untuk membuat porsi yang lebih banyak.

- Kesulitan dalam memahami peta dan grafik.

- Ragu-ragu dalam melakukan aktivitas yang membutuhkan rasa kecepatan, jarak seperti berlari atau belajar mengemudi.
 

Bagaimana cara mendiagnosis diskalkulia?


Mulailah berbicara dengan guru anakmu. Dengan begitu, guru akan memberi tahu seberapa baik prestasi anakmu dalam matematika. Setiap anak dengan diskalkulia memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda, profesional yang kompeten tentu akan mengenalinya.

Tes umum untuk diskalkulia meliputi:

- Menghitung: Salah satu tes terbaik yang dapat kamu lakukan adalah meminta anakmu untuk menghitung mundur.

- Menggambar bentuk: Keterampilan visual-spasial memainkan peran besar dalam matematika. Menyalin atau menggambar bentuk dari ingatan adalah cara yang baik untuk mengukur tantangan anak di bidang ini.

- Bicaralah dengan guru: Guru anakmu dapat menjadi orang terbaik untuk membagikan apa yang telah dia amati di kelas. Kamu dapat berdiskusi dengan guru tentang jumlah keterampilan yang harus dipelajari anak di akhir sekolah. Ini dapat memberi tahumu bantuan apa yang dibutuhkan anak dan seberapa jauh dia tertinggal.

- Bicaralah dengan spesialis: Psikolog pendidikan dilatih untuk memberikan tes khusus yang mengamati bagaimana anak-anak belajar dan berpikir. Tes ini dapat membantu menunjukkan dengan tepat bantuan apa yang dibutuhkan anak-anakmu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH