FITNESS & HEALTH

Indonesia Berpotensi Mengembangkan Green Pharmacy

A. Firdaus
Kamis 08 September 2022 / 17:42
Jakarta: Presidensi G20 mengusung tema 'Recover Together, Recover Stronger'. Untuk berkomitmen dalam sektor kesehatan, diperlukannya kolaborasi dan sumber daya agar membangun ketahanan kesehatan global.

Seperti yang disampaikan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, masyarakat harus memahami bahwa tangguh memberi kesan yang kuat dalam upaya keberlangsungan hidup kita di era pandemi Covid-19 ini.

Hal ini memberikan kita semangat untuk terus bekerja sama lebih kuat lagi. Ketahanan sistem kesehatan merupakan tulang punggung kesiapsiagaan dan tanggap darurat. Dengan ketahanan kesehatan yang memadai, pelayanan kesehatan esensial dapat terjaga.

"Dunia terus menuntut inovasi dalam sistem kesehatan, dan kita harus memikirkan berbagai cara untuk membantu mencapai tujuan tersebut," ujar Lead Chair T20 Prof. Bambang Brodjonegoro.  

Lebih lanjut, Prof Bambang mengatakan Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan Green Pharmacy atau fitofarmaka untuk menjaga kualitas, khasiat, dan obat-obatan yang ramah lingkungan. Sehingga dapat menciptakan akses atau solusi untuk isu penanggulangan bahan kimia yang ada di seluruh dunia.

Green Pharmacy merupakan molekul atau zat yang dapat memiliki banyak efek pada tubuh kita. Jika diperinci, sebenarnya Green Pharmacy dapat didefinisikan sebagai senyawa yang memungkinkan kita memiliki efek genomik dan proteomik.

Green Pharmacy adalah metode atau sistem yang tidak hanya dalam bidang pengobatan biologis, tetapi lebih jauh ke molekuler penyakit dan pasien.

"Indonesia harus mendukung industri lokal demi memperluas sumber daya serta produksi produk kesehatan, terutama untuk pengobatan dan terapeutik. Seperti yang telah diinstruksikan oleh Presiden kepada Menteri Kesehatan untuk mendukung serta memfasilitasi perkembangan kemandirian industri farmasi dan alat kesehatan, dalam upaya mendukung Green Pharmacy atau fitofarmaka sebagai bagian dari gerakan Bangga Buatan Indonesia," terang Prof. Bambang.

Dalam Presidensi G20 ini, Indonesia harus menjadi panutan dalam pengembangan fitofarmaka yang kita dorong sebagai gerakan Green Pharmacy. Ini merupakan masa depan yang menjanjikan bagi kemandirian serta ketahanan kesehatan bagi negara-negara yang memiliki kapabilitas produksi produk kesehatan yang terbatas dan angka impor yang tinggi.
(FIR)

MOST SEARCH