FITNESS & HEALTH

Sleman Kasih Solusi Nyata Lewat Kebun Pangan Posyandu

Yatin Suleha
Rabu 28 Oktober 2026 / 06:05
Ringkasnya gini..
  • Usaha menekan angka stunting sekaligus mencukupi gizi ibu hamil dan balita terus digenjot sampai ke tingkat desa.
  • Salah satu langkah nyatanya hadir lewat penggabungan layanan Posyandu dengan Kebun Pangan Perempuan di Kalurahan Hargobinangun, Sleman.
  • Integrasi Posyandu dan Kebun Pangan di Sleman resmi diluncurkan demi perkuat gizi 1.000 HPK.
Jakarta: Usaha menekan angka stunting sekaligus mencukupi gizi ibu hamil dan balita terus digenjot sampai ke tingkat desa. 

Salah satu langkah nyatanya hadir lewat penggabungan layanan Posyandu dengan Kebun Pangan Perempuan di Kalurahan Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta, pada Rabu lalu.

Lewat program Desa BRILiaN 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) ini, gedung baru Posyandu Lili resmi dibuka lengkap dengan area kebun pangan terpadu. 
 

Tujuannya jelas, yaitu memastikan pasokan Makanan Tambahan (PMT) bergizi berbasis bahan lokal selalu aman dan siap saji.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, menuturkan bahwa pemenuhan gizi ibu dan anak emang butuh pendampingan kesehatan yang konsisten, plus ketersediaan bahan makanan sehat yang gampang diakses langsung oleh keluarga.

“Penguatan program 1.000 HPK dan Posyandu menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak," buka ujar Siti Hediati saat menghadiri acara tersebut.

"Dukungan terhadap Kebun Pangan Perempuan juga diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan pangan lokal untuk pemenuhan gizi masyarakat melalui PMT, sekaligus memberdayakan kader Posyandu dan Kelompok Wanita Tani,” tambah Siti.

Senada dengan hal itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, menekankan bahwa perempuan memegang peranan krusial dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.

 
posyandu sleman
(Integrasi Posyandu dan Kebun Pangan di Sleman resmi diluncurkan demi perkuat gizi 1.000 HPK. Foto: Dok. Birkom Kemenkes)

“Perempuan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan pangan sekaligus memastikan kebutuhan gizi ibu dan anak terpenuhi," ujar Veronica.

"Kebun Pangan Perempuan ini perlu dikembangkan bukan hanya sebagai sumber pangan lokal, tetapi juga ruang bagi perempuan untuk berpartisipasi, saling menguatkan, mengembangkan keterampilan, dan membuka peluang ekonomi,” tegas Veronica.

Dari sisi pelayanan teknis kesehatan, Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, dr. Lovely Daisy, menjelaskan bahwa keberadaan kebun pangan ini melengkapi konsep Posyandu integrasi siklus hidup yang diterapkan Kemenkes di Hargobinangun. Pelayanan tersebut mencakup ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lanjut usia.

Lovely menegaskan pentingnya intervensi gizi pada periode 1.000 HPK mengingat perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat sejak dalam kandungan hingga berusia dua tahun. Sekitar 85 persen perkembangan otak terjadi pada rentang usia tersebut.

“Oleh karena itu, kesehatan ibu dan pemenuhan gizi anak perlu dijaga sejak masa kehamilan. Pemantauan tumbuh kembang rutin tiap bulan melalui buku KIA dan penyuluhan kepada orang tua menjadi sangat krusial,” tutur Lovely.

Kehadiran gedung baru Posyandu dan kebun pangan ini pun disambut hangat oleh para kader di lapangan. Fatimah, kader Posyandu setempat, menyampaikan rasa bahagianya atas dukungan infrastruktur dan fasilitas baru tersebut.
 
“Kami sangat senang dan bahagia, terlebih kami mendapatkan gedung baru untuk pelayanan Posyandu. Ini tentu menambah semangat kader-kader kami dan meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu yang ada,” ungkap Fatimah.

Ia berharap keberlanjutan program Desa BRILiaN 1.000 HPK dapat memperkuat semangat para kader dalam mengawal kesehatan masyarakat demi terwujudnya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH