FITNESS & HEALTH
Suka Berdiri Lama hingga Kaki Bengkak? Hati-hati! Bisa Kena Insufisiensi Vena
Aulia Putriningtias
Rabu 09 September 2026 / 17:35
- Insufisiensi vena kronis atau chronic venous insufficiency (CVI) adalah gangguan pembuluh darah yang dapat ditemukan pada sekitar 5-30 persen populasi dewasa.
- Kondisi ini terjadi ketika pembuluh balik pada tungkai tidak dapat mengalirkan darah kembali ke arah jantung secara optimal.
- Umumnya akibat gangguan katup vena yang tidak menutup dengan baik sehingga darah tertahan dan tekanan di dalam vena meningkat.
Jakarta: Sobat Medcom, kamu suka berdiri lama hingga kaki bengkak? Hati-hati, ya! Terutama bagi kamu yang umurnya sudah tidak lagi mudah, bisa saja kena insufisiensi vena, apa itu?
Insufisiensi vena kronis atau chronic venous insufficiency (CVI) adalah gangguan pembuluh darah yang dapat ditemukan pada sekitar 5-30 persen populasi dewasa. Kejadiannya meningkat seiring bertambahnya usia.
Kondisi ini terjadi ketika pembuluh balik pada tungkai tidak dapat mengalirkan darah kembali ke arah jantung secara optimal. Umumnya akibat gangguan katup vena yang tidak menutup dengan baik sehingga darah tertahan dan tekanan di dalam vena meningkat.
Menurut Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi Peminatan Vaskular dari Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K), FIHA, pada kondisi yang berlanjut, insufisiensi vena kronis dapat menimbulkan ketidaknyamanan hingga komplikasi pada tungkai.
Faktor risikonya bisa terjadi dari pertambahan usia, riwayat keluarga, kehamilan, bperat badan berlebih, serta kebiasaan duduk atau berdiri terlalu lama. Varises dapat menyertai gangguan ini, tetapi tidak setiap varises berarti CVI.
"Insufisiensi vena kronis termasuk penyakit vaskular, dimana sebagian penderita merasa terganggu. Varises dapat meniadi tanda awal atau gejala fisik dari CVI," kata dr. Emanoel kepada tim Medcom.id.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi Peminatan Vaskular Siloam TB Simatupang, dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K). FIHA. Dok. Medcom/Aulia.
Sebaliknya, bengkak pada tungkai juga tidak selalu berasal dari gangguan vena. Penyebab lain seperti penyakit jantung, ginjal, hati gangguan limfatik, maupun trombosis vena perlu dipertimbangkan sesuai gambaran klinis.
Adapun keluhan yang sering dijumpai antara lain tungkai terasa berat atau nyeri, bengkak terutama setelah berdiri lama, gatal, dan vena yang tampak menonjol. Bila penyakit berlanjut, dapat timbul perubahan warna maupun tekstur kulit sampai luka vena di sekitar pergelangan kaki.
"Yang lebih penting adalah apakah ada gangguan aliran balik vena, apakah pasien punya keluhan, dan apakah sudah ada perubahan pada kulit," lanjutnya.
Dr. Emanoel menambahkan bahwa tidak semua orang yang memiliki varises pasti mengalami CVI. Namun, jika varises dibiarkan dan kerusakan katup vena semakin parah, kondisi tersebut apoat berkembang menjadi CVI, yang ditandai dengan kaki bengkak parah, nyeri kronis, perubahan warna kulit hingga luka atau ulkus.
Salah satu pilihan penanganan pada pasien dengan kondisi yang sesuai adalah Endovenous Laser Ablation (EVLA), prosedur minimal invasif yang efektif. Siloam Hospitals TB Simatupang melalui salah satu center of excellencenya, kardiologi, dapat melakukan prosedur EVLA untuk mengatasi insufisiensi vena kronis.
EVLA menggunakan energi panas melalui serat laser yang dimasukkan ke dalam vena yang mengalami refluks dengan panduan ultrasonografi. Tujuannya adalah menutup vena superfisial yang mengalami refluks; aliran darah tetap berlangsung melalui jaringan vena lain yang berfungsi baik.
EVLA bukan tindakan kosmetik semata dan tidak diberikan hanya berdasarkan adanya vena yang terlihat menonjol. Menjaga berat badan, tetap aktif menghindari duduk atau berdiri terlalu lama, serta mengikuti anjuran terapi dapat membantu kesehatan vena.
Mada Shinta Dewi selaku Executive Director Siloam Hospitals TB Simatupang menjelaskan bahwa penerapan EVLA ini sejalan dengan World Heart Day 2026, di mana tidak hanya penyakit yang ada di organ jantung, tetapi membantu masyaraka emaham kesehatan pembuluh darah dan sirkulasi.
"Siloam Hospitals B Simatupang juga memilik layanan kardiologi yang didukung oleh berbagap layanan seperti CT Scan 512 Slice generasi terbaru Cath Lab yang dilengkapi dengan teknologi terkini," papar Mada.
Keluhan seperti kaki terasa berat, bengkak, perubahan kulit, atau luka yang sulit sembuh sebaiknya tidak dianggap sepele. Harapannya, masyarakat tahu kapan perlu memeriksakan diri dan mendapat penanganan yang sesuai.
(FIR)
Insufisiensi vena kronis atau chronic venous insufficiency (CVI) adalah gangguan pembuluh darah yang dapat ditemukan pada sekitar 5-30 persen populasi dewasa. Kejadiannya meningkat seiring bertambahnya usia.
Kondisi ini terjadi ketika pembuluh balik pada tungkai tidak dapat mengalirkan darah kembali ke arah jantung secara optimal. Umumnya akibat gangguan katup vena yang tidak menutup dengan baik sehingga darah tertahan dan tekanan di dalam vena meningkat.
Menurut Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi Peminatan Vaskular dari Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K), FIHA, pada kondisi yang berlanjut, insufisiensi vena kronis dapat menimbulkan ketidaknyamanan hingga komplikasi pada tungkai.
Faktor risikonya bisa terjadi dari pertambahan usia, riwayat keluarga, kehamilan, bperat badan berlebih, serta kebiasaan duduk atau berdiri terlalu lama. Varises dapat menyertai gangguan ini, tetapi tidak setiap varises berarti CVI.
"Insufisiensi vena kronis termasuk penyakit vaskular, dimana sebagian penderita merasa terganggu. Varises dapat meniadi tanda awal atau gejala fisik dari CVI," kata dr. Emanoel kepada tim Medcom.id.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi Peminatan Vaskular Siloam TB Simatupang, dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K). FIHA. Dok. Medcom/Aulia.
Sebaliknya, bengkak pada tungkai juga tidak selalu berasal dari gangguan vena. Penyebab lain seperti penyakit jantung, ginjal, hati gangguan limfatik, maupun trombosis vena perlu dipertimbangkan sesuai gambaran klinis.
Adapun keluhan yang sering dijumpai antara lain tungkai terasa berat atau nyeri, bengkak terutama setelah berdiri lama, gatal, dan vena yang tampak menonjol. Bila penyakit berlanjut, dapat timbul perubahan warna maupun tekstur kulit sampai luka vena di sekitar pergelangan kaki.
"Yang lebih penting adalah apakah ada gangguan aliran balik vena, apakah pasien punya keluhan, dan apakah sudah ada perubahan pada kulit," lanjutnya.
Dr. Emanoel menambahkan bahwa tidak semua orang yang memiliki varises pasti mengalami CVI. Namun, jika varises dibiarkan dan kerusakan katup vena semakin parah, kondisi tersebut apoat berkembang menjadi CVI, yang ditandai dengan kaki bengkak parah, nyeri kronis, perubahan warna kulit hingga luka atau ulkus.
Penerapan EVLA dalam mengatasi CVI
Salah satu pilihan penanganan pada pasien dengan kondisi yang sesuai adalah Endovenous Laser Ablation (EVLA), prosedur minimal invasif yang efektif. Siloam Hospitals TB Simatupang melalui salah satu center of excellencenya, kardiologi, dapat melakukan prosedur EVLA untuk mengatasi insufisiensi vena kronis.
EVLA menggunakan energi panas melalui serat laser yang dimasukkan ke dalam vena yang mengalami refluks dengan panduan ultrasonografi. Tujuannya adalah menutup vena superfisial yang mengalami refluks; aliran darah tetap berlangsung melalui jaringan vena lain yang berfungsi baik.
EVLA bukan tindakan kosmetik semata dan tidak diberikan hanya berdasarkan adanya vena yang terlihat menonjol. Menjaga berat badan, tetap aktif menghindari duduk atau berdiri terlalu lama, serta mengikuti anjuran terapi dapat membantu kesehatan vena.
Mada Shinta Dewi selaku Executive Director Siloam Hospitals TB Simatupang menjelaskan bahwa penerapan EVLA ini sejalan dengan World Heart Day 2026, di mana tidak hanya penyakit yang ada di organ jantung, tetapi membantu masyaraka emaham kesehatan pembuluh darah dan sirkulasi.
"Siloam Hospitals B Simatupang juga memilik layanan kardiologi yang didukung oleh berbagap layanan seperti CT Scan 512 Slice generasi terbaru Cath Lab yang dilengkapi dengan teknologi terkini," papar Mada.
Keluhan seperti kaki terasa berat, bengkak, perubahan kulit, atau luka yang sulit sembuh sebaiknya tidak dianggap sepele. Harapannya, masyarakat tahu kapan perlu memeriksakan diri dan mendapat penanganan yang sesuai.
(FIR)