FITNESS & HEALTH

Mengapa Kanker Pankreas Lebih Sulit Diobati?

Raka Lestari
Kamis 19 Desember 2019 / 13:56

Jakarta: Kanker pankreas merupakan salah satu penyakit kanker yang cukup sulit diobati. Ini karena kanker pankreas tidak memiliki ciri-ciri khusus dan tidak terlalu jelas. Selain itu, kanker ini bersifat agresif dan belum ada tes skrining untuk mengetahui penyebaran kanker tersebut. 

Kanker pankreas merupakan salah satu musuh tubuh yang tersembunyi dan cenderung mematikan. Menurut Pancreatic Cancer Action Network (PanCan), kanker ini masuk ke dalam tiga besar penyebab kematian yang berkaitan dengan kanker di Amerika serikat dengan tingkat kelangsungan hidup selama lima tahun sekitar 9 persen. 

Kanker pankreas dapat menyebar dengan cepat karena lokasinya yang berada di dalam perut dan berdekatan dengan organ vital lainnya. 

Kelenjar pankreas menghasilkan enzim yang membantu pencernaan dan hormon yang mengontrol kadar gula darah. Ketika sebuah tumor terbentuk di pankreas, ia dapat dengan mudah menyebar ke bagian lain dari tubuh.

“Sel-sel tumor kanker pankreas sangat ulet dan agresif. Bahkan tumor kecil kemungkinan telah menyebar ke organ tubuh lain ketika baru terdeteksi,” jelas Timothy Donahue, MD, kepala divisi onkologi bedah dan profesor bedah di School of Medicine di UCLA.

embed

(Tanda-tanda awal kanker pankreas agak kabur sehingga banyak orang tidak memeriksakan diri ke dokter. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Menurut PanCan, lebih dari 56.000 orang Amerika diperkirakan akan didiagnosis menderita kanker pankreas pada tahun 2019. “Tanda-tanda awal kanker pankreas agak kabur dan tidak terlihat sehingga banyak orang tidak memeriksakan diri ke dokter,” ujar Dr. Donahue.

Beberapa gejala tersebut diantaranya adalah sakit perut atau punggung, penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, atau mual. Bisa juga ditandai dengan penyakit kuning. Yaitu di mana warna kulit berubah menjadi kekuningan yang menjadi tanda jika tumor menghalangi saluran empedu di kepala pankreas.

“Namun itu bukan berarti sesuatu yang menyeramkan,” kata Nathan Bahary, MD, PhD, seorang profesor di University of Pittsburgh School of Medicine dan seorang ahli onkologi medis dan hematologi di UPMC Hillman Cancer Center. 

“Saat ini tingkat keberlangsungan hidup dari pasien kanker pankreas sebesar 9 persen, naik dari yang sebelumnya hanya 4 persen. Itu merupakan sebuah kemajuan,” tutup Dr Bahary.



Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(yyy)

MOST SEARCH