FITNESS & HEALTH

Waspada Penyakit Musim Dingin, Ini Saran Dokter untuk Anak saat Liburan ke Luar Negeri

A. Firdaus
Kamis 25 Desember 2025 / 14:15
Jakarta: Libur akhir tahun identik dengan perjalanan ke luar negeri, mulai dari berburu salju di Eropa hingga menikmati pantai tropis yang hangat. Namun di tengah keseruan itu, kesehatan anak tetap menjadi prioritas. Dokter Spesialis Anak subspesialisasi Respirologi, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A.(K), mengingatkan orang tua untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang dapat memicu penyakit saat liburan.

Menurutnya, anak-anak yang berlibur ke negara dengan musim dingin, seperti Amerika, Kanada, atau sejumlah negara di Eropa, berisiko lebih tinggi terpapar flu atau influenza.

“Kalau liburan bulan Desember atau Januari, di negara-negara tersebut sedang winter. Maka penyakit yang sering timbul adalah influenza. Karena itu menjelang winter biasanya anak-anak perlu dilengkapi imunisasi vaksinasi influenza,” kata Dr. Nastiti.

Persiapan perlindungan tubuh juga tidak kalah penting. Saat memasuki cuaca dingin, anak perlu dilengkapi pakaian hangat, mulai dari jaket tebal, topi, sarung tangan, hingga sepatu anti air.
Area kepala, leher, dan telinga harus terlindungi karena menjadi bagian tubuh yang cepat terpapar dingin dan memicu gangguan pernapasan. Selain itu, anak tetap harus banyak minum meskipun rasa haus tidak terasa saat udara dingin.

“Minum air cukup, kalau bisa lebih banyak, untuk mencegah dehidrasi,” ujar Dr. Nastiti.

Nutrisi juga berperan menjaga stamina anak selama perjalanan. Sayur, buah, protein, hingga vitamin harus dikonsumsi dengan seimbang. Di area wisata yang ramai, masker sebaiknya tetap dibawa, disertai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Nastiti juga mengingatkan agar liburan tidak memicu kelelahan.

“Mengukur kemampuan diri sangat penting, jangan sampai aktivitas terlalu padat sehingga memicu lelah,” kata Dr. Nastiti.

Sebaliknya, bagi keluarga yang memilih destinasi panas atau tropis, perlindungan berbeda perlu disiapkan. Topi, kacamata, dan tabir surya khusus anak wajib dibawa untuk mencegah heatstroke dan kulit terbakar. Di cuaca panas, kebutuhan cairan lebih tinggi dan anak harus minum lebih banyak agar tidak mengalami dehidrasi.

“Pada musim panas, cairan tubuh lebih cepat hilang. Minum harus lebih banyak, barengi makanan bergizi dan hindari kontak dengan orang sakit,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH