FITNESS & HEALTH

BGN Uji Coba MBG Prasmanan, Target Perluas 230 Dapur

Aulia Putriningtias
Kamis 29 Oktober 2026 / 14:35
Ringkasnya gini..
  • Badan Gizi Nasional (BGN) mencoba metode baru dalam melakukan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa program MBG Prasmanan bertujuan untuk mengurangi insiden keamanan pangan.
  • Hal ini juga memastikan makanan disajikan dalam kondisi hangat dan sesuai dengan kebutuhan gizi siswa.
Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) mencoba metode baru dalam melakukan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG), yaitu dengan MBG Prasmanan. Bagaimana eksekusinya?

Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa program MBG Prasmanan bertujuan untuk mengurangi insiden keamanan pangan. Hal ini juga memastikan makanan disajikan dalam kondisi hangat dan sesuai dengan kebutuhan gizi siswa.
 
"Prasmanan itu disajikan perkelas-kelas. Jadi, kalau di kelas ada 30 orang, dia bawa 30 porsi nasi, sayur, lauk, ditaruh di kelas, dia sajikan, dia makan, dia beresin, kemudian selesai. Jadi hangat-hangat, enggak perlu diangetin karena dibawanya hangat-hangat, dijaga suhunya di 60 derajat minimal," kata Sudaryono dalam pemaparannya pada Transformasi MBG 2.0 di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.

 
mbg (3)
(BGN menerapkan MBG Prasmanan per kelas, menyajikan makanan hangat minimal 60°C untuk menjaga keamanan pangan. Foto: Dok. Medcom.id/Aulia Putriningtias)


Ia melaporkan bahwa MBG Prasmanan ini sudah dilakukan sekitar 66 dapur. Ke depannya akan ditargetkan untuk meluas di 230 dapur tambahan. Sejauh dilakukan uji coba, dinilai tidak ada yang mengalami keracunan akibat proses distribusi MBG.

"Maka kami berharap sampai dengan akhir tahun, kita bisa implementasi MBG Prasmanan ini 5.000 sampai dengan 10.000 dapur sudah bisa mengimplementasikan ini,” tambahnya.

Baginya, sistem prasmanan ini memungkinkan siswa mengambil tambahan makanan apabila masih lapar, selama tetap sesuai dengan ketentuan porsi dan kebutuhan gizi. Jadi, diharapkan tidak ada makanan yang terbuang atau dibawa pulang.

"Jadi, orangnya dapat porsi sesuai dengan takaran gizinya tapi masih ada spare, nah spare-nya itu orang bisa, kalau masih lapar bisa nambah jadi ini," jelasnya.
 
MBG secara prasmanan ini ia lihat dan kaji dari beberapa negara, seperti Jepang dan negara-negara Eropa. Ia menegaskan bahwa ini bukan sebuah karangan, melainkan praktik yang sama dilakukan di beberapa negara.

Nantinya bagi sekolah dengan jumlah siswa yang besar, misalnya mencapai lebih dari 1000 orang, dapur dapat dibangun di lingkungan sekolah. Sementara itu, sekolah dengan jumlah siswa lebih sedikit, sekitar di bawah 1000 orang, akan dilayani melalui dapur terpusat (central kitchen).


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH