FITNESS & HEALTH
RSUD Pasar Minggu Punya Pusat Kanker Terpadu
Yatin Suleha
Senin 02 November 2026 / 06:05
- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru saja meresmikan Oncology Center di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Jumat kemarin.
- Kehadiran pusat layanan kanker terbaru ini jadi langkah nyata Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta buat memperluas akses penanganan kanker.
- Mulai dari proses deteksi dini, diagnosis, pengobatan, sampai tahap rehabilitasi dan perawatan paliatif.
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru saja meresmikan Oncology Center di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Jumat kemarin.
Kehadiran pusat layanan kanker terbaru ini jadi langkah nyata Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta buat memperluas akses penanganan kanker yang terintegrasi.
Mulai dari proses deteksi dini, diagnosis, pengobatan, sampai tahap rehabilitasi dan perawatan paliatif.
Gubernur Pramono juga menyampaikan kalau RSUD Pasar Minggu sudah lama jadi salah satu rumah sakit rujukan andalan buat pasien kanker, termasuk warga yang datang dari luar Jakarta.
Lewat pengembangan fasilitas onkologi ini, masyarakat diharapkan bisa makin mudah mendapatkan perawatan medis yang menyeluruh dan berkelanjutan tanpa perlu bingung lagi.
Pusat layanan baru ini siap mendampingi pasien dari awal pemeriksaan deteksi dini hingga perawatan paliatif.
Kehadiran Oncology Center bikin warga Jakarta dan sekitarnya makin gampang dapat akses pengobatan kanker terbaik. Penanganan medis yang terpadu diharapkan bisa memberikan hasil terapi yang lebih maksimal buat para pasien.
- RSUD Pasar Minggu terus memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan favorit bagi masyarakat.
- Pengadaan sarana onkologi modern siap memberikan pelayanan kesehatan secara kontinyu dan efisien.
“Peresmian ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kanker yang ada di Jakarta. Rumah sakit ini memang menjadi salah satu rumah sakit dengan spesialisasi utama dalam penanganan penyakit kanker. Bahkan, pasien dari sejumlah daerah di sekitar Jakarta juga banyak yang dirujuk ke sini,” ujarnya seperti dinukil dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta.
Oncology Center RSUD Pasar Minggu menyediakan layanan deteksi dan diagnosis dini, kemoterapi, radioterapi, bedah onkologi, serta ginekologi onkologi.
Pelayanan juga mencakup rehabilitasi, perawatan paliatif, dan navigasi pasien untuk membantu penderita kanker menjalani setiap tahapan pengobatan.
Layanan tersebut ditangani tim medis multidisiplin yang melibatkan dokter spesialis onkologi, bedah onkologi, ginekologi onkologi, radiologi, perawat onkologi, serta tenaga kesehatan terkait.
“Harapan saya, kehadiran Oncology Center ini bisa membantu sekaligus meringankan beban para penderita kanker di Jakarta,” ungkap Gubernur Pramono.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Pramono juga berdialog dengan pasien yang menjalani pengobatan kanker, termasuk pasien rujukan dari luar Jakarta. Ia menyoroti tingginya kebutuhan radioterapi yang mengharuskan pasien menjalani pengobatan secara berulang.
Untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, Gubernur Pramono meminta jajaran terkait mengkaji penambahan satu unit Linear Accelerator (LINAC), yakni perangkat radioterapi untuk menangani kanker. Penambahan alat tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan dan mempermudah akses pengobatan bagi pasien.
Berdasarkan data RSUD Pasar Minggu, layanan radioterapi mencatat 4.932 kunjungan sepanjang Januari–September 2026. Sementara itu, selama Januari–Oktober 2026, rumah sakit tersebut mencatat 240.629 kunjungan rawat jalan, 30.228 kunjungan instalasi gawat darurat, 22.023 pasien rawat inap, serta 5.532 kunjungan medical check-up.
Selain layanan kanker, RSUD Pasar Minggu juga mengembangkan pelayanan unggulan untuk penanganan stroke, penyakit ginjal dan saluran kemih, jantung, kesehatan ibu dan anak, serta traumatologi.
Saat ini, Jakarta memiliki 31 RSUD, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu. Selain itu, terdapat 197 rumah sakit di Jakarta, baik milik pemerintah maupun swasta.
Gubernur Pramono menegaskan, pengembangan fasilitas kesehatan harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan dan kemudahan akses bagi masyarakat.
Karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama seluruh fasilitas kesehatan dan mitra terkait memperkuat koordinasi, pemantauan, serta evaluasi layanan secara berkelanjutan.
“Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas dan terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
(TIN)
Kehadiran pusat layanan kanker terbaru ini jadi langkah nyata Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta buat memperluas akses penanganan kanker yang terintegrasi.
Mulai dari proses deteksi dini, diagnosis, pengobatan, sampai tahap rehabilitasi dan perawatan paliatif.
Gubernur Pramono juga menyampaikan kalau RSUD Pasar Minggu sudah lama jadi salah satu rumah sakit rujukan andalan buat pasien kanker, termasuk warga yang datang dari luar Jakarta.
Lewat pengembangan fasilitas onkologi ini, masyarakat diharapkan bisa makin mudah mendapatkan perawatan medis yang menyeluruh dan berkelanjutan tanpa perlu bingung lagi.
Upaya tingkatkan akses penanganan kanker komprehensif
Pusat layanan baru ini siap mendampingi pasien dari awal pemeriksaan deteksi dini hingga perawatan paliatif.
Kehadiran Oncology Center bikin warga Jakarta dan sekitarnya makin gampang dapat akses pengobatan kanker terbaik. Penanganan medis yang terpadu diharapkan bisa memberikan hasil terapi yang lebih maksimal buat para pasien.
Fasilitas rujukan utama yang makin lengkap dan canggih
- RSUD Pasar Minggu terus memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan favorit bagi masyarakat.
- Pengadaan sarana onkologi modern siap memberikan pelayanan kesehatan secara kontinyu dan efisien.
“Peresmian ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kanker yang ada di Jakarta. Rumah sakit ini memang menjadi salah satu rumah sakit dengan spesialisasi utama dalam penanganan penyakit kanker. Bahkan, pasien dari sejumlah daerah di sekitar Jakarta juga banyak yang dirujuk ke sini,” ujarnya seperti dinukil dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta.
Oncology Center RSUD Pasar Minggu menyediakan layanan deteksi dan diagnosis dini, kemoterapi, radioterapi, bedah onkologi, serta ginekologi onkologi.
Pelayanan juga mencakup rehabilitasi, perawatan paliatif, dan navigasi pasien untuk membantu penderita kanker menjalani setiap tahapan pengobatan.
(Pramono Anung meresmikan Oncology Center RSUD Pasar Minggu guna memperluas akses penanganan kanker terpadu. Foto: Dok. Istimewa)
“Harapan saya, kehadiran Oncology Center ini bisa membantu sekaligus meringankan beban para penderita kanker di Jakarta,” ungkap Gubernur Pramono.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Pramono juga berdialog dengan pasien yang menjalani pengobatan kanker, termasuk pasien rujukan dari luar Jakarta. Ia menyoroti tingginya kebutuhan radioterapi yang mengharuskan pasien menjalani pengobatan secara berulang.
Untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, Gubernur Pramono meminta jajaran terkait mengkaji penambahan satu unit Linear Accelerator (LINAC), yakni perangkat radioterapi untuk menangani kanker. Penambahan alat tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan dan mempermudah akses pengobatan bagi pasien.
Berdasarkan data RSUD Pasar Minggu, layanan radioterapi mencatat 4.932 kunjungan sepanjang Januari–September 2026. Sementara itu, selama Januari–Oktober 2026, rumah sakit tersebut mencatat 240.629 kunjungan rawat jalan, 30.228 kunjungan instalasi gawat darurat, 22.023 pasien rawat inap, serta 5.532 kunjungan medical check-up.
Selain layanan kanker, RSUD Pasar Minggu juga mengembangkan pelayanan unggulan untuk penanganan stroke, penyakit ginjal dan saluran kemih, jantung, kesehatan ibu dan anak, serta traumatologi.
Saat ini, Jakarta memiliki 31 RSUD, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu. Selain itu, terdapat 197 rumah sakit di Jakarta, baik milik pemerintah maupun swasta.
Gubernur Pramono menegaskan, pengembangan fasilitas kesehatan harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan dan kemudahan akses bagi masyarakat.
Karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama seluruh fasilitas kesehatan dan mitra terkait memperkuat koordinasi, pemantauan, serta evaluasi layanan secara berkelanjutan.
“Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas dan terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
(TIN)