FITNESS & HEALTH

Nggak Cuma Obat, Ini Peran Penting APL di Sistem Kesehatan RI

A. Firdaus
Rabu 01 April 2026 / 19:39
Ringkasnya gini..
  • JKN telah menjangkau lebih dari 98 persen populasi.
  • Setiap masyarakat Indonesia berhak mendapatkan layanan kesehatan berkualitas secara merata.
  • APL juga mendorong peningkatan literasi kesehatan masyarakat.
Jakarta: PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), bagian dari Zuellig Pharma, terus memperkuat perannya dalam mendukung transformasi sistem kesehatan di Indonesia. Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan keahlian global, kapabilitas terintegrasi, serta operasional lokal yang kuat.

Dalam media gathering menjelang Hari Kesehatan Sedunia pada 7 April, APL menegaskan komitmennya untuk memperluas akses layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Direktur Utama APL, Christophe Piganiol, menegaskan bahwa setiap masyarakat Indonesia berhak mendapatkan layanan kesehatan berkualitas secara merata.

“Kami percaya bahwa setiap warga Indonesia berhak mendapatkan akses yang setara terhadap layanan kesehatan berkualitas,” ujar Christophe.
 

Seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, keberadaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang telah menjangkau lebih dari 98 persen populasi menjadi fondasi penting. Meski demikian, tantangan masih ada, mulai dari perubahan pola penyakit hingga kebutuhan akses terhadap terapi inovatif dan distribusi layanan yang merata di wilayah kepulauan.
 

Perkuat distribusi dan inovasi kesehatan


Tak hanya fokus pada distribusi, APL juga berperan dalam mempercepat transformasi sektor kesehatan melalui kemitraan strategis dan transfer pengetahuan. Perusahaan menghadirkan teknologi distribusi modern melalui National Distribution Center (NDC), termasuk sistem cold chain untuk menjaga kualitas produk hingga ke tangan pasien.

APL juga mengimplementasikan standar Good Distribution Practice (GDP) dan sertifikasi ISO 9001:2015 untuk memastikan mutu layanan tetap terjaga.

Selain itu, APL turut menjawab tantangan meningkatnya penyakit tidak menular seperti diabetes, kardiovaskular, hingga kanker dengan menghadirkan terapi inovatif yang relevan dengan kebutuhan pasien di Indonesia.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, APL telah memberikan edukasi kepada lebih dari 22.000 tenaga kesehatan untuk meningkatkan pemahaman terkait penyakit dan pengobatan terbaru.
 

Dorong edukasi dan keberlanjutan


Selain distribusi dan inovasi, APL juga mendorong peningkatan literasi kesehatan masyarakat. Sepanjang 2025, perusahaan menjalankan puluhan program akses kesehatan, termasuk vaksinasi, pemeriksaan kesehatan, hingga edukasi yang menjangkau ribuan masyarakat.

Program lain seperti donor darah dan edukasi melalui inisiatif “APL Mengajar” juga dilakukan untuk memperkuat kesadaran kesehatan sejak dini.

Menurut Christophe, transformasi sistem kesehatan merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Melalui kemitraan dengan berbagai pihak, kami berupaya membangun ekosistem kesehatan yang lebih terhubung, tangguh, dan inklusif,” ujarnya.

Ke depan, APL berkomitmen untuk terus memperluas akses layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas perawatan bagi masyarakat, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH