FITNESS & HEALTH

Kapan Waktunya Melakukan EKG yang Benar? Dokter Jawab Begini

Aulia Putriningtias
Rabu 01 April 2026 / 18:11
Ringkasnya gini..
  • EKG sendiri merupakan prosedur pemeriksaan medis non-invasif yang cepat, aman, dan tanpa rasa sakit.
  • Aritmia jantung sendiri adalah gangguan pada irama atau detak jantung.
  • Melakukan EKG untuk mengetahui pasti.
Jakarta: Gangguan irama jantung atau aritmia merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan gejalanya. Salah satunya adalah pengecekan melalui elektrokardiogram atau EKG.

EKG sendiri merupakan prosedur pemeriksaan medis non-invasif yang cepat, aman, dan tanpa rasa sakit untuk merekam aktivitas listrik jantung. Alat ini menggunakan elektroda yang ditempelkan di kulit untuk mendeteksi sinyal listrik yang memicu detak jantung.

Aritmia jantung sendiri adalah gangguan pada irama atau detak jantung yang menyebabkan jantung berdetak tidak teratur, terlalu cepat (takikardia >100 kali/menit), atau terlalu lambat (bradikardia <60 kali/menit). 
Menurut dr. Evan Jim Gunawan, Sp.PD, Sp.JP(K) CCDS selaku Dokter Konsultan Aritmia di Eka Hospital MT Haryono, aritmia jantung dapat dipastikan melalui prosedur EKG.

Namun, di tengah gaya hidup yang tidak sehat melalui makanan-makanan yang tersebar, ada risiko yang menyebabkan aritmia terjadi. Dokter pun menyarankan melakukan EKG untuk mengetahui pasti.

"Kalau memang sudah ada gejalanya, seperti detak jantung tidak beraturan, ada sesak napas, pusing, nyeri, memang sebaiknya untuk EKG," papar dr. Alex dalam temu media di Rumah Sakit Eka Hospital MT Haryono, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.


dr. Evan Jim Gunawan, Sp.PD, Sp.JP(K) CCDS. Dok. Aulia/Medcom

Lantas, apakah umur menjelang dewasa seperti 20 tahun ke atas perlu untuk melakukan EKG? Menurut dr. Alex, jika memang tidak ada gejala sama sekali, tidak perlu untuk melakukannya.

"Jika tetap mau dilakukan, silakan. Namun, kalau dirasa tidak ada gejala, tidak masalah tidak dilakukan, terutama usia 20-an," jelasnya.

Bagaimana dengan keluarga riwayat penyakit jantung? Dr. Alex menjelaskan bahwa kita perlu tahu dahulu faktor risiko apa yang menyebabkan keluarga memiliki riwayat penyakit jantung.

"Yang perlu dicek sebenarnya bukan jantungnya dahulu, tetapi faktor risikonya. Seperti kolesterol, diabetes, perlu tahu dulu kenapa di keluarga kita, ada yang meninggal karena penyakit jantung," paparnya.

Jadi, jika kamu merasa memiliki tanda-tanda yang merujuk kepada aritmia jantung, tak ada salahnya untuk melakukan EKG. Namun, jika khawatir perihal keluarga dengan riwayat jantung, ketahui terlebih dahulu faktor risiko penyebabnya, yah! 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH