FITNESS & HEALTH
Malaysia Perkuat Layanan Kesehatan dengan SMART Hospital dan Pusat Kanker Modern
Elang Riki Yanuar
Kamis 23 Juli 2026 / 13:00
- Malaysia memperkuat layanan kesehatan dengan menambah kapasitas, pusat kanker, ICU pintar, dan teknologi diagnostik modern di Melaka.
- Mahkota Medical Centre memperluas fasilitas hingga 430 tempat tidur untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan layanan medis spesialis.
- Kebutuhan layanan kesehatan lansia dan penyakit kronis mendorong investasi teknologi medis serta penambahan tenaga kesehatan di Malaysia.
Jakarta: Malaysia terus memperkuat sektor layanan kesehatan dengan memperluas kapasitas Mahkota Medical Centre di Melaka. Rumah sakit yang selama ini menjadi rujukan pasien dari berbagai negara, termasuk Indonesia, mulai membangun gedung baru untuk menjawab meningkatnya kebutuhan layanan medis spesialis dan perawatan penyakit kompleks.
Pembangunan gedung setinggi 10 lantai itu ditargetkan rampung pada 2029. Dengan penambahan fasilitas tersebut, kapasitas Mahkota Medical Centre akan meningkat menjadi 430 tempat tidur sehingga mampu melayani lebih banyak pasien yang membutuhkan penanganan medis.
Ekspansi ini difokuskan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Rumah sakit akan menghadirkan ruang rawat inap baru, pusat kanker yang lebih besar, ruang operasi tambahan, serta unit perawatan intensif atau ICU yang didukung teknologi pintar guna mempercepat penanganan pasien.
Mahkota juga akan mengembangkan laboratorium patologi digital yang memungkinkan proses analisis sampel dilakukan lebih cepat dan akurat. Di sisi lain, teknologi diagnostik terbaru akan membantu dokter memberikan diagnosis lebih dini sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat.
Seluruh fasilitas tersebut akan terintegrasi dalam konsep SMART Hospital. Melalui sistem berbasis teknologi, rumah sakit ingin meningkatkan efisiensi pelayanan, mempercepat koordinasi antar tenaga medis, serta memberikan pengalaman berobat yang lebih nyaman bagi pasien.
Chief Executive Officer Mahkota Medical Centre, Teo Chin Yee, mengatakan pembangunan gedung baru merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat kemampuan rumah sakit dalam menangani berbagai kasus medis yang semakin kompleks.
"Melalui investasi pada infrastruktur klinis, teknologi, dan sistem kerja yang lebih modern, kami ingin menghadirkan layanan kesehatan yang lebih komprehensif sekaligus memperkuat posisi Mahkota sebagai rumah sakit swasta terbesar di Melaka pada 2029," ujarnya.
Selain memperluas infrastruktur, Mahkota juga akan menambah jumlah tenaga kesehatan sekitar 10 persen. Penambahan perawat dan tenaga medis dinilai penting agar kualitas pelayanan tetap terjaga seiring meningkatnya jumlah pasien setiap tahun.
Mahkota selama ini dikenal sebagai salah satu rumah sakit yang aktif mengadopsi teknologi medis terbaru. Rumah sakit tersebut menjadi yang pertama di Malaysia yang menghadirkan SMART Ward generasi terbaru dan robot bedah Hinotori untuk mendukung tindakan operasi dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.
Rumah sakit ini juga telah mengantongi berbagai pengakuan internasional. Mahkota menjadi rumah sakit pertama di Malaysia yang meraih Joint Commission International atau JCI Triple Gold Seal serta rumah sakit pertama di wilayah selatan Malaysia yang memperoleh akreditasi MSQH Edisi ke-7. Pencapaian tersebut menunjukkan komitmen rumah sakit dalam menjaga standar mutu dan keselamatan pasien.
Pengembangan layanan kesehatan ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan medis spesialis. Berdasarkan proyeksi Department of Statistics Malaysia, populasi berusia di atas 60 tahun diperkirakan mencapai 15,3 persen pada 2050, sedangkan kelompok usia di atas 65 tahun diproyeksikan meningkat menjadi 18,3 persen pada 2060. Kondisi tersebut diperkirakan akan mendorong peningkatan kasus penyakit kronis yang membutuhkan penanganan jangka panjang.
Chief Executive Officer HMI Medical Group, Chin Wei Jia, mengatakan investasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat kapasitas layanan kesehatan di Asia Tenggara sekaligus menjawab kebutuhan pasien terhadap layanan spesialis yang terus meningkat.
"Permintaan terhadap layanan kesehatan spesialis terus meningkat seiring bertambahnya populasi lansia dan penyakit kronis. Investasi ini mencerminkan komitmen HMI Medical dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas bagi masyarakat lokal maupun pasien internasional," katanya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)
Pembangunan gedung setinggi 10 lantai itu ditargetkan rampung pada 2029. Dengan penambahan fasilitas tersebut, kapasitas Mahkota Medical Centre akan meningkat menjadi 430 tempat tidur sehingga mampu melayani lebih banyak pasien yang membutuhkan penanganan medis.
Ekspansi ini difokuskan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Rumah sakit akan menghadirkan ruang rawat inap baru, pusat kanker yang lebih besar, ruang operasi tambahan, serta unit perawatan intensif atau ICU yang didukung teknologi pintar guna mempercepat penanganan pasien.
Mahkota juga akan mengembangkan laboratorium patologi digital yang memungkinkan proses analisis sampel dilakukan lebih cepat dan akurat. Di sisi lain, teknologi diagnostik terbaru akan membantu dokter memberikan diagnosis lebih dini sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat.
Seluruh fasilitas tersebut akan terintegrasi dalam konsep SMART Hospital. Melalui sistem berbasis teknologi, rumah sakit ingin meningkatkan efisiensi pelayanan, mempercepat koordinasi antar tenaga medis, serta memberikan pengalaman berobat yang lebih nyaman bagi pasien.
Chief Executive Officer Mahkota Medical Centre, Teo Chin Yee, mengatakan pembangunan gedung baru merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat kemampuan rumah sakit dalam menangani berbagai kasus medis yang semakin kompleks.
"Melalui investasi pada infrastruktur klinis, teknologi, dan sistem kerja yang lebih modern, kami ingin menghadirkan layanan kesehatan yang lebih komprehensif sekaligus memperkuat posisi Mahkota sebagai rumah sakit swasta terbesar di Melaka pada 2029," ujarnya.
Selain memperluas infrastruktur, Mahkota juga akan menambah jumlah tenaga kesehatan sekitar 10 persen. Penambahan perawat dan tenaga medis dinilai penting agar kualitas pelayanan tetap terjaga seiring meningkatnya jumlah pasien setiap tahun.
Mahkota selama ini dikenal sebagai salah satu rumah sakit yang aktif mengadopsi teknologi medis terbaru. Rumah sakit tersebut menjadi yang pertama di Malaysia yang menghadirkan SMART Ward generasi terbaru dan robot bedah Hinotori untuk mendukung tindakan operasi dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.
Rumah sakit ini juga telah mengantongi berbagai pengakuan internasional. Mahkota menjadi rumah sakit pertama di Malaysia yang meraih Joint Commission International atau JCI Triple Gold Seal serta rumah sakit pertama di wilayah selatan Malaysia yang memperoleh akreditasi MSQH Edisi ke-7. Pencapaian tersebut menunjukkan komitmen rumah sakit dalam menjaga standar mutu dan keselamatan pasien.
Pengembangan layanan kesehatan ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan medis spesialis. Berdasarkan proyeksi Department of Statistics Malaysia, populasi berusia di atas 60 tahun diperkirakan mencapai 15,3 persen pada 2050, sedangkan kelompok usia di atas 65 tahun diproyeksikan meningkat menjadi 18,3 persen pada 2060. Kondisi tersebut diperkirakan akan mendorong peningkatan kasus penyakit kronis yang membutuhkan penanganan jangka panjang.
Chief Executive Officer HMI Medical Group, Chin Wei Jia, mengatakan investasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat kapasitas layanan kesehatan di Asia Tenggara sekaligus menjawab kebutuhan pasien terhadap layanan spesialis yang terus meningkat.
"Permintaan terhadap layanan kesehatan spesialis terus meningkat seiring bertambahnya populasi lansia dan penyakit kronis. Investasi ini mencerminkan komitmen HMI Medical dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas bagi masyarakat lokal maupun pasien internasional," katanya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)