FITNESS & HEALTH

Perkuat Prosedur Bedah Robotik, Sinyal Mudah Berobat di Indonesia Saja

Aulia Putriningtias
Sabtu 18 Juli 2026 / 18:38
Ringkasnya gini..
  • Tak sedikit masyarakat Indonesia yang masih terpengaruh berobat mumpuni hanya bisa di luar negeri. 
  • Studi menunjukkan bahwa teknologi robotik memungkinkan sayatan yang lebih kecil.
  • Pembangunan fondasi prosedur bedah robotik dan diharapkan berkelanjutan, dibangun oleh Siloam International Hospitals. 
Jakarta: Tak sedikit masyarakat Indonesia yang masih terpengaruh berobat mumpuni hanya bisa di luar negeri. Padahal, Indonesia tak kalah punya hal ini!

Pembangunan fondasi prosedur bedah robotik dan diharapkan berkelanjutan, dibangun oleh Siloam International Hospitals. Bukan hanya sekadar teknologi, melainkan dasar untuk menopang.

Fondasi ini melingkupi pengembangan kompetensi dokter, tata kelola klinis yang kuat, pemanfaatan data dan penelitian untuk mengukur luaran pasien, serta kolaborasi dengan berbagai pusat unggulan dunia.

Didukung oleh 10 dokter bedah robotik tersertifikasi, pada rumah sakit area Kebon Jeruk, telah melakukan lebih dari 100 prosedur bedah robotik sejak mengoperasikan sistem Da Vinci Xi pada 2025.


Studi menunjukkan bahwa teknologi robotik memungkinkan sayatan yang lebih kecil, nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, masa rawat inap yang lebih singkat, serta risiko komplikasi yang lebih rendah dibandingkan pendekatan konvensional. 

Contohnya pada robotik Da Vinci Xi, penelitian menunjukkan lama rawat inap hampir dua hari lebih singkat risiko komplikasi pascaoperasi 44 persen lebih rendah, dan risiko kematian dalam 30 hari hingga 46 persen lebih rendah.

Da Vinci Xi juga menurunkan risiko konversi ke bedah terbuka sebesar 56 persen dan komplikasi pascaoperasi sebesar 10 persen. Tentunya ini jika dibandingkan dengan teknik bedah konvensional.

Menurut Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan, dr. Yanti Herman, SH, MH.Kes, inovasi bedah robotik tidak hanya mendorong kemajuan praktik bedah modern.

Namun, juga memperkuat kapabilitas sistem kesehatan nasional. Hal ini agar masyarakat dapat mengakses layanan berstandar global lebih dekat dengan rumah.

"Pemerintah mengapresiasi penyelenggaraan Siloam Robotic Summit 2026 sebagai upaya memperkuat kompetensi tenaga kesehatan sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi kesehatan ntuk meningkatkan kualitas layanan dan hasil klinis pasien di Indonesia," katanya dalam acara Siloam Robotic Summit 2026 di Jakarta, Sabtu, 18 Juli 2026.

Menurut dr. Grace Frelita, MM, Chief Medical Officer, Siloam International Hospitals, berdasarkan evaluasi klinis internal Siloam, pemanfaatan bedah robotik menunjukkan manfaat yang terukur dalam aspek presisi, keselamatan, dan pemulihan pasien.

"Dari sisi presisi, hampir seluruh prosedur robotic yang dievaluasi mencapai target keseimbangan sendi lutut sesuai rencana operasi," ungkap dr. Grace.

Melalui acara ini, rumah sakit dengan komitmennya untuk memperkuat kapabilitas klinis sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem bedah robotik di Indonesia melalui kolaborasi, pendidikan, penelitian, dan inovasi klinis. 

"Kemajuan bedah robotik bukan hanya tentang teknologi, tetap i tentang bagaimana teknologi tersebut diterjemahkan menjadi hasil klinis yang lebih baik, pemulihan yang lebih optimal, dan kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien," tutup dr. Grace.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH