FITNESS & HEALTH

Gak Rela Kehilangan, Anak Ini Berikan Separuh Hatinya Demi Ayah

Yatin Suleha
Selasa 14 April 2026 / 07:05
Ringkasnya gini..
  • Sebuah kisah haru baru saja terukir di RSUP Fatmawati.
  • Di usia yang masih 26 tahun, seorang anak donorkan sebagian hatinya untuk sang ayah.
  • Pengorbanan sang anak ini seolah jadi napas baru buat ayahnya agar bisa terus bersama lebih lama lagi.
Jakarta: Sebuah kisah haru baru saja terukir di RSUP Fatmawati. Di usia yang masih 26 tahun, seorang anak menunjukkan bukti cinta yang luar biasa dengan mendonorkan sebagian hatinya untuk sang ayah pada 9 April 2026. 

Sang ayah yang sudah berusia 52 tahun ini memang lagi berjuang melawan sirosis hati akibat hepatitis B yang dideritanya.

Kondisinya bener-bener kritis dan bisa mengancam nyawa kalau enggak segera ditangani. Akhirnya, transplantasi hati pun jadi satu-satunya harapan besar buat sang ayah agar bisa kembali sehat dan punya kualitas hidup yang lebih baik. 

Pengorbanan sang anak ini seolah jadi napas baru buat ayahnya agar bisa terus bersama lebih lama lagi.
 

Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan bahwa keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam keberhasilan transplantasi.

“Living donor transplantation menunjukkan betapa pentingnya dukungan keluarga. Ini bukan hanya tindakan medis, tetapi juga bentuk solidaritas dan kasih sayang yang menyelamatkan nyawa,” ujarnya pada konferensi pers yang dilaksanakan di RSUP Fatmawati pada Jumat (10/4/2026).


(Kisah ini menjadi bukti bahwa harapan bagi pasien penyakit hati stadium lanjut tetap terbuka, dengan dukungan keluarga dan layanan kesehatan yang memadai. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Saat ini, kondisi pasien dan donor dilaporkan stabil. 

“Pasien sudah dalam kondisi sadar di ruang ICU untuk observasi, dan donor juga dalam kondisi baik serta dapat berkomunikasi dengan lancar,” jelas Prof. Dante.

Transplantasi hati merupakan prosedur kompleks yang melibatkan tim multidisiplin, mulai dari tahap seleksi pasien hingga pemantauan pasca operasi.
 
Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Fatmawati dr. Muhammad Azhari Taufik menambahkan bahwa setiap proses transplantasi membawa pembelajaran penting. 

“Kami melalui berbagai tantangan dalam setiap tindakan transplantasi. Namun dari setiap proses tersebut, kami belajar untuk memberikan pelayanan yang semakin baik bagi pasien,” ujarnya.

Momen ini jadi pengingat berharga kalau harapan buat sembuh dari penyakit hati stadium lanjut itu bakal selalu ada. Asalkan ada kasih sayang yang tulus dari keluarga dan penanganan medis yang tepat, mukjizat itu enggak pernah mustahil buat diwujudkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH