FITNESS & HEALTH

Bayi Belum Bisa Vaksin? Ini 7 Cara Anti Panik Lindungi Si Kecil saat Wabah Campak

A. Firdaus
Rabu 22 April 2026 / 12:09
Ringkasnya gini..
  • Vaksinasi dini memang bisa menjadi salah satu opsi perlindungan.
  • Bayi memang belum mendapatkan perlindungan penuh dari vaksin.
  • Ada berbagai langkah sederhana namun penting.
Jakarta: Saat wabah campak meningkat, rasa khawatir jadi hal yang wajar, terutama bagi orang tua yang memiliki bayi di bawah usia satu tahun. Di fase ini, bayi memang belum mendapatkan perlindungan penuh dari vaksin, sehingga terasa lebih rentan terhadap penularan penyakit. 

Namun, bukan berarti tidak ada cara untuk menjaga si kecil tetap aman. Selain mempertimbangkan vaksinasi dini dalam kondisi tertentu, ada berbagai langkah sederhana namun penting, yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko paparan. 

Vaksinasi dini memang bisa menjadi salah satu opsi perlindungan, tetapi bukan satu-satunya cara untuk menjaga bayi tetap aman selama wabah campak. 
 
Dilansir dari Parents, menurut Ellen Fitzpatrick, MD, berikut adalah tujuh langkah penting yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko paparan pada bayi, terutama yang usianya masih terlalu muda untuk divaksinasi secara optimal.

1. Pastikan orang-orang terdekat, seperti anggota keluarga dan pengasuh, sudah mendapatkan vaksin campak lengkap. Lingkungan terdekat yang terlindungi, dapat membantu mengurangi risiko penularan pada bayi.

2. Hindari tempat ramai yang berpotensi menjadi lokasi penyebaran virus, seperti pusat perbelanjaan atau tempat penitipan anak yang diketahui sedang mengalami wabah.

3. Segera ambil tindakan jika terjadi paparan. Bayi yang memenuhi syarat usia, masih bisa menerima vaksin MMR dalam waktu 72 jam setelah terpapar, untuk membantu mengurangi risiko infeksi.

4. Jika bayi berusia kurang dari enam bulan, vaksin belum bisa diberikan. Namun, dalam kondisi tertentu, bayi mungkin memenuhi syarat untuk mendapatkan perlindungan tambahan terhadap campak.

5. Jika bayi berusia kurang dari enam bulan, ia belum bisa divaksinasi, tetapi mungkin memenuhi syarat untuk mendapatkan imunoglobulin campak, dalam waktu enam hari setelah terpapar.

6. Kenali tanda-tanda awal campak sejak dini, seperti demam, batuk, munculnya ruam yang biasanya dimulai dari wajah di garis rambut, serta luka di dalam mulut atau bintik Koplik.

7. Jika muncul gejala yang mengarah ke campak, segera lakukan isolasi untuk mencegah penularan lebih lanjut. Hubungi dokter anak terlebih dahulu untuk mendapatkan arahan, sebelum datang ke klinik atau rumah sakit.

Secillia Nur Hafifah


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH