FITNESS & HEALTH

Vaksin MMR Lebih Cepat untuk Bayi Perlu Nggak Sih? Ini Faktanya!

A. Firdaus
Selasa 21 April 2026 / 17:40
Ringkasnya gini..
  • Penting untuk memahami kapan Vaksin MMR.
  • Vaksin campak diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi campak, gondongan, dan rubella (MMR).
  • Anak tetap harus divaksinasi pada periode usia 12-15 bulan.
Jakarta: Belakangan ini, kasus campak kembali menjadi perhatian di berbagai wilayah, sehingga banyak orang tua mulai bertanya-tanya tentang waktu terbaik untuk memberikan vaksin pada si kecil.

Tidak sedikit yang khawatir dan mempertimbangkan vaksinasi lebih awal, sebagai langkah perlindungan tambahan. Namun, keputusan ini tidak selalu harus dilakukan oleh semua bayi, karena ada kondisi tertentu yang memang membuat vaksinasi dini menjadi lebih disarankan.

Penting untuk memahami kapan Vaksin MMR sebaiknya diberikan sesuai jadwal, dan kapan perlu dipercepat, agar perlindungan yang didapatkan tetap optimal tanpa mengganggu respons imun anak di masa mendatang.
 
Vaksin campak diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi campak, gondongan, dan rubella (MMR). Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan American Academy of Pediatrics (AAP), merekomendasikan pemberian vaksin ini sebanyak dua kali, yaitu dosis pertama pada usia 12-15 bulan dan dosis kedua pada usia 4-6 tahun. 

Dilansir dari Parents, jadwal ini terbukti mampu memberikan perlindungan, hingga 97% terhadap infeksi campak. Namun, meningkatnya kasus campak di beberapa wilayah, membuat AAP mengeluarkan panduan tambahan terkait vaksinasi dini.

“Rekomendasi untuk bayi berusia 6-11 bulan yang tinggal di komunitas tersebut, bepergian ke komunitas tersebut, atau bepergian ke luar negeri adalah untuk menerima dosis pertama MMR. Jika bayi akan bepergian, hal ini sebaiknya dilakukan dua minggu sebelum perjalanan,” kata Ellen Fitzpatrick, MD, seorang dokter anak bersertifikat di Pediatrix Medical Group. 

Meski begitu, penting untuk dipahami bahwa dosis yang diberikan lebih awal ini, tidak termasuk dalam jadwal utama dua dosis vaksin MMR. “Anak tetap harus divaksinasi pada periode usia 12-15 bulan dan periode usia 4-6 tahun,” kata dr. Fitzpatrick.

Rekomendasi ini biasanya berlaku dalam situasi tertentu, seperti tnggal di wilayah yang sedang mengalami wabah campak, berencana bepergian ke daerah dengan kasus campak tinggi, dan melakukan perjalanan ke luar negeri.

Sebaliknya, jika bayi berusia di bawah 12 bulan tidak berada dalam kondisi tersebut, vaksinasi dini tidak selalu diperlukan.

“Vaksinasi pencegahan saat tidak ada paparan, yang mendesak atau tidak ada perjalanan dan tidak ada wabah di sekitar, maka tidak diperlukan,” kata Molly O’Shea, MD, dokter anak dan juru bicara AAP.

Pemberian vaksin MMR pada usia 6-9 bulan juga diketahui, hanya memberikan perlindungan jangka pendek yang lebih rendah. Selain itu, respons imun terhadap dosis vaksin berikutnya, bisa sedikit berkurang jika diberikan terlalu dini.

“Karena alasan tersebut, kecuali bayi berada di daerah dengan wabah atau kamu bepergian ke luar negeri, atau ke daerah yang sedang mengalami wabah, menunda vaksinasi hingga usia yang direkomendasikan masuk akal,” katanya.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH