FITNESS & HEALTH

Cara Menghilangkan Perilaku Pasif-agresif

Kumara Anggita
Kamis 18 Maret 2021 / 18:54
Jakarta: Memiliki perilaku pasif-agresif dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk menciptakan dan memelihara hubungan yang sehat, serta dapat menimbulkan masalah di sekitarnya. Untuk mengurangi sikap ini kamu bisa melakukan beberapa hal termasuk pergi ke terapis.

Mengutip dari Healthline, perilaku pasif-agresif digambarkan sebagai kondisi dimana seseorang mengekspresikan perasaan negatif mereka secara tidak langsung. Misalnya mereka tak setuju dengan sesuatu namun mengatakan setuju dan pada akhirnya akan menunjukkan sikap yang bertentangan dengan pilihan yang dikatakan. 

Perilaku pasif-agresif bukanlah gangguan medis, sehingga dokter tidak dapat mendiagnosisnya. Namun, ahli kesehatan mental terlatih dapat membantu mengidentifikasi masalah perilaku yang memerlukan penanganan.
 

Perawatan untuk perilaku pasif-agresif


Kamu mungkin akan dirujuk ke terapis atau ahli kesehatan mental untuk mendapatkan konseling. Seorang terapis dapat membantu kamu mengidentifikasi perilaku pasif-agresif dan mengajari kamu cara mengubah perilaku yang ada.

Mereka juga dapat membantu kamu mengatasi masalah amarah, kebencian, atau harga diri rendah yang mungkin berkontribusi pada perilaku pasif-agresif tersebut. 

Mereka bahkan mungkin mengajari kamu strategi koping yang efektif, termasuk bagaimana melihat situasi secara objektif dan bagaimana menyelesaikan masalah dengan cara yang sehat.

Pelatihan ketegasan juga dapat membantu kamu mengelola perilaku pasif-agresif. Kursus-kursus ini mengajarkan kamu bagaimana mengekspresikan pikiran dan perhatian kamu secara efektif. Ini dapat membantu mengurangi perilaku negatif yang disebabkan oleh kemarahan dan frustrasi yang mendasari.

Ada juga beberapa hal mudah yang dapat kamu lakukan setiap hari untuk menghilangkan perilaku pasif-agresif itu seperti:

- menyadari perilaku kamu

- mengidentifikasi kemungkinan alasan untuk perilaku pasif-agresif kamu

- berpikir jernih sebelum bertindak

- istirahat sebelum bereaksi terhadap situasi yang membuat kamu kesal

- tetap optimis

- jujur dengan orang lain dan mengekspresikan perasaan kamu dengan cara yang sehat

Dengan ini, kamu bisa mengutarakan perasaan atau pilihanmu secara lebih jujur tanpa melukai perasaan diri sendiri maupun orang lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH