FITNESS & HEALTH

Bumil Wajib Cek Label! Ini 7 Kandungan Skincare yang Harus Dihindari Selama Kehamilan

A. Firdaus
Rabu 25 Februari 2026 / 15:06
Ringkasnya gini..
  • Pemakaian skincare yang sering tetap diperlukan agar kulit tetap nyaman dan terawat.
  • Perawatan kulit tetap bisa dilakukan dengan lebih aman.
  • Beberapa zat aktif dapat terserap ke dalam tubuh.
Jakarta: Selama masa kehamilan, banyak perubahan terjadi pada tubuh. Termasuk kondisi kulit yang bisa menjadi lebih sensitif, mudah berjerawat, kering, atau muncul flek.

Oleh karena itu, pemakaian skincare yang sering tetap diperlukan agar kulit tetap nyaman dan terawat. Namun, tidak semua kandungan skincare aman digunakan saat hamil. 

Beberapa zat aktif dapat terserap ke dalam tubuh, masuk ke aliran darah, bahkan berpotensi mencapai janin melalui plasenta. Inilah alasan mengapa penting lebih teliti, dalam membaca komposisi produk sebelum dipakai. 
Mengenali kandungan yang perlu dihindari, perawatan kulit tetap bisa dilakukan dengan lebih aman, tanpa mengkhawatirkan kesehatan ibu maupun perkembangan bayi:
 

1. Retinoid (Vitamin A)


Kelompok retinoid termasuk bahan yang harus dijauhi selama kehamilan karena memiliki sifat teratogenik, yaitu dapat memicu kelainan bawaan pada janin. Zat ini bisa terserap, ke dalam aliran darah lalu menembus plasenta. 

Paparan retinoid dikaitkan dengan risiko gangguan pembentukan organ, wajah, tengkorak, serta sistem saraf bayi. Dikarenakan risikonya cukup serius, produk yang mengandung turunan vitamin A sebaiknya tidak digunakan selama hamil.
 

2. Hidrokuinon


Hidrokuinon dikenal sebagai bahan pencerah kulit, tetapi tingkat penyerapannya ke tubuh tergolong tinggi, sekitar 35-45%. Penyerapan sebesar ini, menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan bagi janin.

Bahan ini diduga dapat memengaruhi keseimbangan hormon, serta berpotensi mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan. Sehingga pemakaiannya tidak dianjurkan.
 

3. BHA / Asam Salisilat (Salicylic Acid)


Asam salisilat dalam kadar tinggi tidak disarankan untuk ibu hamil, karena dapat terserap ke tubuh dan berpotensi melewati plasenta. 

Risiko yang dikhawatirkan meliputi cacat lahir, maupun komplikasi kehamilan seperti perdarahan. Kandungan ini masuk kategori C, artinya penggunaannya perlu pertimbangan medis, karena sifatnya mirip dengan aspirin dalam dosis tertentu.
 

4. Merkuri


Merkuri merupakan logam berat beracun, yang benar-benar tidak boleh ada dalam skincare untuk ibu hamil. Zat ini dapat menembus plasenta, dan berkaitan dengan berbagai risiko serius.

Risikonya, seperti gangguan perkembangan otak janin, cacat lahir, keguguran, hingga kerusakan sistem saraf dan ginjal pada ibu. Produk dengan kandungan merkuri harus dihindari sepenuhnya.
 

5. Benzoyl Peroxide


Benzoyl peroxide sering digunakan untuk mengatasi jerawat, tetapi selama kehamilan sebaiknya pemakaiannya dibatasi atau dihindari terlebih dahulu. 

Walaupun bukti pasti pada manusia masih terbatas, penelitian pada hewan menunjukkan adanya potensi risiko terhadap janin. Zat ini termasuk kategori keamanan C, maka penggunaan bahan ini biasanya disarankan hanya jika benar-benar diperlukan, dan setelah berkonsultasi dengan tenaga medis.
 

6. Paraben dan Phthalates


Kedua bahan ini dikenal sebagai zat yang dapat mengganggu sistem hormon (endokrin). Jika terserap ke dalam tubuh, dikhawatirkan dapat memengaruhi perkembangan janin. 

Beberapa penelitian juga mengaitkan paparan bahan ini dengan risiko kelahiran prematur, berat badan bayi rendah, gangguan perkembangan reproduksi, serta kemungkinan meningkatnya risiko diabetes gestasional pada ibu.
 

7. Triclosan & Diethanolamine (DEA)


Triclosan berpotensi menembus plasenta dan mengganggu hormon tiroid, yang penting bagi perkembangan bayi. Sementara itu, Diethanolamine (DEA) memiliki kekhawatiran terkait sifat karsinogenik serta kemungkinan memengaruhi perkembangan otak dan fungsi kognitif janin. 

Dikarenakan potensi dampaknya terhadap keseimbangan hormon dan tumbuh kembang bayi, kedua bahan ini sebaiknya tidak digunakan selama kehamilan.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH