Jakarta: Walaupun tidak sepopuler penyakit diabetes, gangguan kelenjar tiroid dialami oleh banyak orang. Gangguan fungsi tersebut dibagi menjadi dua yaitu hipotiroid dan hipertiroid. Kira-kira apa itu hipotiroid?
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Muhammad Ikhsan Mokoagow, M.Med.Sci, Sp. PD-FINASIM menjelaskan bahwa kelenjar tiroid adalah organ tubuh yang bebentuk seperti kupu-kupu yang terletak pada bagian depan leher sebelah bawah.
Kelenjar ini melepaskan hormon yang mengendalikan metabolisme tubuh, sebagai cara yang dilakukan tubuh untuk menggunakan energi.
Tiroit berperan mengatur beberapa fungsi dalam tubuh antara lain denyut jantung, sistem saraf pusat dan perifer, berat badan, kekuatan otot, suhu tubuh, siklus menstruasi, dan kadar kolestrol dalam darah.
Bila hormon tiroid tidak bekerja dengan normal, beberapa fungsi dalam tubuh akan berantakan. Misalnya, perempuan yang mengidap gangguan tiroid siklus menstruasinya jadi tidak teratur.
Hipotiroidisme adalah kondisi ketika jumlah hormon tiroksin yang diproduksi oleh kelenjar tiroid terlalu sedikit. Hipertiroidisme adalah penyakit tiroid yang terjadi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan dalam tubuh.
Jika hormon yang dihasilkan sedikit maka sel-sel dan organ tubuh akan melambat. Contohnya, denyut jantung lambat daripada denyut normal dan aktivitas usus menurun yang menyebabkan sembelit. Ini disebut hipotiroid. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko gangguan tiroid antara lain:
Orang yang berusia di atas 60 tahun lebih mungkin terkena hipertiroid atau hipotiroid.

(Kelenjar tiroid terletak di leher sebelah bawah, berperan mengatur beberapa fungsi dalam tubuh antara lain denyut jantung, sistem saraf pusat dan perifer. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Perempuan lebih berisiko terjadi gangguan tiroid. Namun belum ada penjelasan pasti mengapa hal ini terjadi.
Di antara banyak faktor penyebab autoimunitas terhadap kelenjar tiroid, genetik merupakan faktor pencetus utama.
Merokok dapat menyebabkan kekurangan oksigen di otak dan nikotin dalam rokok dapat memacu peningkatan reaksi inflamasi.
Stres juga berkolerasi dengan antibodi terhadap antibodi TSH-reseptor.
Riwayat penyakit keluarga yang berhubungan dengan kelainan autoimun merupakan faktor risiko hipotirodisme tiroditis autoimun.
Hipotirodisme terjadi setelah mengalami pencitraan menggunakan zat kontras yang mrngandung iodium.
Ada obat-obatan yang dapat menyebabkan penyakit ini muncul antara lain amiodaron, lithium karbonat, aminoglutethimide, interferon alfa, thalidomide, bataroxine, stavudine. Ada baiknya mengonsultasikannya kepada dokter kamu untuk penggunaan obat-obatan.
Kadar iodium dalam air kurang. Ini biasanya terjadi pada masyarakat pegunungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Muhammad Ikhsan Mokoagow, M.Med.Sci, Sp. PD-FINASIM menjelaskan bahwa kelenjar tiroid adalah organ tubuh yang bebentuk seperti kupu-kupu yang terletak pada bagian depan leher sebelah bawah.
Kelenjar ini melepaskan hormon yang mengendalikan metabolisme tubuh, sebagai cara yang dilakukan tubuh untuk menggunakan energi.
Tiroit berperan mengatur beberapa fungsi dalam tubuh antara lain denyut jantung, sistem saraf pusat dan perifer, berat badan, kekuatan otot, suhu tubuh, siklus menstruasi, dan kadar kolestrol dalam darah.
Bila hormon tiroid tidak bekerja dengan normal, beberapa fungsi dalam tubuh akan berantakan. Misalnya, perempuan yang mengidap gangguan tiroid siklus menstruasinya jadi tidak teratur.
Hipotiroidisme adalah kondisi ketika jumlah hormon tiroksin yang diproduksi oleh kelenjar tiroid terlalu sedikit. Hipertiroidisme adalah penyakit tiroid yang terjadi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan dalam tubuh.
Hipotiroid
Jika hormon yang dihasilkan sedikit maka sel-sel dan organ tubuh akan melambat. Contohnya, denyut jantung lambat daripada denyut normal dan aktivitas usus menurun yang menyebabkan sembelit. Ini disebut hipotiroid. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko gangguan tiroid antara lain:
1. Umur
Orang yang berusia di atas 60 tahun lebih mungkin terkena hipertiroid atau hipotiroid.

(Kelenjar tiroid terletak di leher sebelah bawah, berperan mengatur beberapa fungsi dalam tubuh antara lain denyut jantung, sistem saraf pusat dan perifer. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
2. Jenis kelamin
Perempuan lebih berisiko terjadi gangguan tiroid. Namun belum ada penjelasan pasti mengapa hal ini terjadi.
3. Genetik
Di antara banyak faktor penyebab autoimunitas terhadap kelenjar tiroid, genetik merupakan faktor pencetus utama.
4. Merokok
Merokok dapat menyebabkan kekurangan oksigen di otak dan nikotin dalam rokok dapat memacu peningkatan reaksi inflamasi.
5. Stres
Stres juga berkolerasi dengan antibodi terhadap antibodi TSH-reseptor.
6. Riwayat penyakit keluarga yang berhubungan dengan autoimun
Riwayat penyakit keluarga yang berhubungan dengan kelainan autoimun merupakan faktor risiko hipotirodisme tiroditis autoimun.
7. Zat kontras yang mengandung iodium
Hipotirodisme terjadi setelah mengalami pencitraan menggunakan zat kontras yang mrngandung iodium.
8. Obat-obatan
Ada obat-obatan yang dapat menyebabkan penyakit ini muncul antara lain amiodaron, lithium karbonat, aminoglutethimide, interferon alfa, thalidomide, bataroxine, stavudine. Ada baiknya mengonsultasikannya kepada dokter kamu untuk penggunaan obat-obatan.
9. Lingkungan
Kadar iodium dalam air kurang. Ini biasanya terjadi pada masyarakat pegunungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)