FITNESS & HEALTH

6 Efek Samping Konsumsi Makanan Berlemak pada Kesehatan Otak

Yuni Yuli Yanti
Senin 19 September 2022 / 11:00
Jakarta: Otak menjalankan sejumlah fungsi dalam tubuh berjalan dengan lancar dan semestinya. Kognitif merupakan salah satu fungsi otak yang paling penting karena memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, memproses informasi, dan memecahkan masalah. 

Untuk kemampuan kognitif otak yang kuat, orang perlu memberinya nutrisi berkualitas tinggi. Namun, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan tidak  sehat dapat memengaruhi kemampuan otak, sehingga berdampak pada kehidupan akademik, sosial, dan profesional mereka. 

Saat ini, beberapa penelitian menemukan bahwa makanan berlemak dapat memengaruhi kemampuan belajar dan daya ingat. Bahkan, terdapat enam dampak buruk makanan berlemak yang berpengaruh pada kesehatan otak jika dikonsumsi secara berlebihan, seperti dikutip dari Health Shots berikut ini:
 

1. Hipokampus

Hippocampus, struktur otak kompleks yang tertanam jauh ke dalam lobus temporal, memainkan peran penting dalam pembelajaran dan memori. Jika berlebihan mengonsumsi makanan berlemak, maka hipokampus menciptakan respons peradangan saraf terhadap tantangan kekebalan ringan yang memengaruhi sel-sel otak secara negatif dan mengakibatkan defisit memori.
 

2. Resistensi insulin

Makanan berlemak membuat otak resisten insulin. Insulin sangat penting untuk otak. Ini mempromosikan pertumbuhan saraf dan melindungi kemampuan belajar dan memori. Selain itu, ia memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan energi dan mengelola berat badan. 

Sementara, defek insulin membawa perubahan abnormal pada sirkuit yang menghubungkan organ sensorik yang mengakibatkan disfungsi kognitif. Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa otak harus sehat dalam memproses dan memanfaatkan insulin.
 

3. Stres oksidatif

Kebiasaan mengonsumsi makanan kaya lemak dapat menyebabkan stres oksidatif di otak. Otak berjuang dengan situasi ini terus menerus, yang sangat mempengaruhi fungsinya. Ketika itu mempengaruhi fungsi saraf, maka menyebabkan gangguan kognitif hingga berdampak pada ketidakmampuan belajar.


(Kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat dapat memengaruhi kemampuan otak. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
 

4. Memori

Lemak trans yang merupakan lemak tak jenuh, meninggalkan dampak yang merugikan pada otak. Lemak trans yang ditemukan secara alami seperti dari produk susu atau daging tidak menimbulkan masalah. Namun, ketika seseorang mengkonsumsi lemak berbasis industri, itu menciptakan masalah bagi otak. Asupan lemak trans yang tinggi meningkatkan risiko penyakit Alzheimer yang merupakan penyakit serius yang berhubungan dengan otak. Pada penyakit ini, sel-sel otak mati, sehingga mengakibatkan penurunan kognitif dan kinerja yang buruk.
 

5. Diabetes tipe-2

Salah satu dari banyak efek samping dari makanan berlemak lainnya adalah meningkatkan kemungkinan terkena diabetes tipe-2. Orang mungkin bertanya-tanya bagaimana diabetes memengaruhi otak. Diabetes tipe-2 membahayakan otak karena terkait dengan penyakit Alzheimer.
 

6. Perubahan pembuluh darah otak

Diet tinggi lemak atau obesitas memiliki korelasi dengan perubahan vaskular serebral. Ini mempengaruhi hipokampus dan menyebabkan disfungsi sel-sel endotel otak. Situasi ini menyebabkan sakit kepala parah, kebingungan, disorientasi atau kehilangan ingatan.
(yyy)

MOST SEARCH