FITNESS & HEALTH
BPOM Rilis Daftar Obat yang Sering Dipalsukan, Ponstan sering Dipakai
Aulia Putriningtias
Selasa 10 Februari 2026 / 10:06
- Obat-obat yang dipalsukan ini bukan sembarangan.
- BPOM menekankan bahwa salah satu penyebab maraknya obat palsu.
- Pemalsuan obat berisiko serius bagi kesehatan.
Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) mengumumkan daftar obat yang sering dipalsukan. Informasi ini disampaikan sebagai upaya tingkatkan kewaspadaan masyarakat.
"Produk-produk ini sering ditemukan palsunya karena permintaan pasar cukup tinggi,” demikian imbauan dari BPOM, dikutip pada Senin, 9 Februari 2026.
Pemalsuan obat berisiko serius bagi kesehatan, baik untuk jangka pendek maupun panjang. Risiko hadirnya keracunan akan obat palsu ini dikhawatirkan mengancam nyawa, sebab tidak melalui proses pengawasan mutu.
Sayangnya, obat-obat yang dipalsukan ini bukan sembarangan. Sebagian besar adalah obat yang memiliki permintaan tinggi, digunakan dalam penyakit tertentu, sampai obat yang memiliki potensi ketergantungan.
Dirilis oleh BPOM, inilah setidaknya delapan obat yang sering ditemukan dipalsukan, antara lain:
- Viagra
- Cialis
- Ventolin inhaler
- Dermovate krim
- Dermovate salep
- Ponstan
- Tramadol hydrochloride
- Hexymer / Trihexyphenidyl hydrochloride
BPOM menekankan bahwa salah satu penyebab maraknya obat palsu adalah kebiasaan masyarakat membeli obat dari jalur tidak resmi. Hal ini terutama melalui penjualan daring tanpa izin. Untuk mencegah menjadi korban, BPOM mengimbau masyarakat agar:
- Membeli obat hanya di apotek atau toko obat resmi.
- Jika membeli secara online, pastikan melalui Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF) yang berizin.
- Selalu memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa.
- Melakukan pengecekan keaslian produk melalui aplikasi BPOM Mobile.
"Sadari bahaya obat palsu. Jangan tergiur harga murah, karena risikonya bisa mengancam nyawa," tegas BPOM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
"Produk-produk ini sering ditemukan palsunya karena permintaan pasar cukup tinggi,” demikian imbauan dari BPOM, dikutip pada Senin, 9 Februari 2026.
Pemalsuan obat berisiko serius bagi kesehatan, baik untuk jangka pendek maupun panjang. Risiko hadirnya keracunan akan obat palsu ini dikhawatirkan mengancam nyawa, sebab tidak melalui proses pengawasan mutu.
Sayangnya, obat-obat yang dipalsukan ini bukan sembarangan. Sebagian besar adalah obat yang memiliki permintaan tinggi, digunakan dalam penyakit tertentu, sampai obat yang memiliki potensi ketergantungan.
Dirilis oleh BPOM, inilah setidaknya delapan obat yang sering ditemukan dipalsukan, antara lain:
- Viagra
- Cialis
- Ventolin inhaler
- Dermovate krim
- Dermovate salep
- Ponstan
- Tramadol hydrochloride
- Hexymer / Trihexyphenidyl hydrochloride
BPOM menekankan bahwa salah satu penyebab maraknya obat palsu adalah kebiasaan masyarakat membeli obat dari jalur tidak resmi. Hal ini terutama melalui penjualan daring tanpa izin. Untuk mencegah menjadi korban, BPOM mengimbau masyarakat agar:
- Membeli obat hanya di apotek atau toko obat resmi.
- Jika membeli secara online, pastikan melalui Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF) yang berizin.
- Selalu memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa.
- Melakukan pengecekan keaslian produk melalui aplikasi BPOM Mobile.
"Sadari bahaya obat palsu. Jangan tergiur harga murah, karena risikonya bisa mengancam nyawa," tegas BPOM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)