FITNESS & HEALTH

Harus Konsisten! Ini 8 Cara Modifikasi Gaya Hidup dari Penanganan Aritmia

Aulia Putriningtias
Rabu 30 September 2026 / 15:47
Ringkasnya gini..
  • Salah satu aritmia yang paling sering ditemukan adalah fibrilasi atrium (atrial fibrillation/AF).
  • Kondisi ini membuat irama jantung menjadi tidak teratur dan dapat terjadi pada siapa saja.
  • Studi Framingham menunjukkan bahwa setelah usia 50 tahun, risiko mengalami fibrilasi atrium dapat meningkat sekitar dua kali lipat.
Jakarta: Sobat Medcom, jika kamu mendengar aritmia, mungkin rasanya menyeramkan! Padahal, ada cara terbaik dengan modifikasi gaya hidup dalam penanganan aritmia.

Salah satu aritmia yang paling sering ditemukan adalah fibrilasi atrium (atrial fibrillation/AF). Kondisi ini membuat irama jantung menjadi tidak teratur dan dapat terjadi pada siapa saja.

Menurut Dr. dr. Simon Salim, SpPD-KKV, M.Kes., AIFO, FINASIM FACP. FICA. FACC. FHRS, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Kardiovaskular BraveHeart Cardiovascular Center Brawijaya Hospital Sahario, bagian yang membuatnya sering luput dari perhatian adalah tidak semua orang dengan fibrilasi atrium merasakan gejala.
 

Studi Framingham menunjukkan bahwa setelah usia 50 tahun, risiko mengalami fibrilasi atrium dapat meningkat sekitar dua kali lipat setiap bertambah 10 tahun usia. 

"Bahkan, hampir 10 persen orang yang mencapai usia 80 tahun diperkirakan dapat mengalami fibrilasi atrium," kata dr. Simon berdasarkan keterangan yang diterima Medcom.id.

Namun, usia bukan satu-satunya faktor yang berperan. Tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes, gagal jantung, penyakit jantung struktural, gangguan tidur seperti sleep apnea, dan konsumsi alkoho. juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami fibrilasi atrium.
 

Fibrilasi atrium dapat terjadi tanpa gejala


Sebagian orang mungkin merasakan jantung berdebar, denyut jantung tidak teratur, mudah lelah, sesak, atau kemampuan beraktivitas ang menurun. Namun, sebagian lainnya tidak merasakan keluhan apa pun dan baru mengetahui adanya fibrilasi atrium ketika menjalani pemeriksaan jantung untuk alasan lain 

Kondisi ini membuat fibrilasi atrium dapat berlangsung tanpa disadari. Meski tidak menimbulkan keluhan, fibrilasi atrium tetap perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko stroke. 

Irama jantung yang tidak teratur dapat menyebabkan aliran darah di dalam jantung menjadi kurang lancar sehingga meningkatkan kemungkinan terbentuknya bekuan darah. 

Jika bekuan tersebut terlepas dan terbawa ke pembuluh darah otak, aliran darah ke otak dapat tersumbat dan menyebabkan stroke. Karena itu, pada pasien dengan fibrilasi atrium, pencegahan stroke menjadi salah satu bagian penting dalam penanganannya.

Modifikasi gaya hidup yang sesuai


Tidak semua kasus fibrilasi atrium dapat dicegah. Namun, banyak faktor yang meningkatkan risiko fibrilasi atrium dapat dimodifikasi. Pada orang yang sudah mengalami fibrilasi atrium, pengelolaan faktor-faktor tersebut juga dapat membantu mengurangi ke kambuban dan beban fibrilasi atrium. 

Karena itu, menjaga kesehatan jantung bukan hanya penting untuk mencegah penyakit pembuluh darah, tetapi juga untuk menjaga irama jantung. Pedoman ESC 2024 menempatkan pengelolaan faktor risiko dan penyakit penyerta sebagai bagian penting dalam penanganan fibrilasi atrium.

1. Pola makan sehat

Pola makan sehat embantu nenjaga kesehatan jantung Perbanyak sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan sumber protein sehat seperti ikan. 

Batasi garam, gula tambahan, lemak jenuh, makanan olahan, serta minuman manis dan alkohol. Pola makan yang baik juga membantu mengendalikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko fibrilasi atrium.

2. Aktif bergerak

Aktivitas fisik teratur membantu menjaga kebugaran dan kesehatan jantung. American Heart Association (AHA) menganjurkan orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang atau 75 menit aktivitas intensitas berat setiap minggu, serta latihan kekuatan setidaknya dua kali seminggu.

 
Tidak harus selalu berupa olahraga berat; berjalan kaki, mengurangi waktu duduk terlalu lama, dan meningkatkan aktivitas secara bertahap juga merupakan bagian dari kebiasaan aktif.

3. Berhenti merokok

Merokok dan produk nikotin dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung serta meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. 

Karena itu, berhenti merokok merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung dan mengurangi berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko fibrilasi atrium. Bila sulit berhenti, jangan ragu mencari dukungan dari tenaga kesehatan.

4. Tidur cukup berkualitas

Orang dewasa sebaiknya tidur sekitar 7-9 jam setiap malam. Selain durasi, kualitas tidur juga penting untuk menjaga kesehatan jantung. Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang teratur, kurangi penggunaan layar sebelum tidur, dan ciptakan rutinitas tidur yang nyaman. 
 
GEMBIRA_20261003_221454_0000


Pada orang dengan fibrilasi atrium, gangguan tidur seperti sleep apnea juga perlu diperhatikan, terutama bila terdapat dengkuran keras, sering terbangun saat tidur, atau mengantuk berlebihan pada siang hari.

5. Menjaga berat badan

Kelebihan berat badan dan obesitas dapat meningkatkan risiko fibrilasi atrium. Menjaga berat badan melalui pola makan sehat, mengatur porsi makan, dan tetap aktif bergerak merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jantung. 

Pada pasien fibrilasi atrium yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. pedoman ESC 2024 erekomendasikan penurunan berat badan setidaknya 10 persen sebagai bagian dari pengelolaan faktor risiko.
   

6. Mengendalikan kolesterol

Mengetahui kadar kolesterol dan menjaganya tetap terkendali merupakan bagian dari menjaga kesehatan jantung. Pilih makanan yang lebih sehat, seperti sayur, buah , biji-bijian utuh kacang-kacangan, ikan, dan sumber protein tanpa lemak.

Jangan lupa batasi lemak jenuh dan makanan yang sangat diproses. Aktivitas fisik juga dapat membantu menjaga kadar kolesterol. Bila kadar kolesterol tetap tinggi, pengobatan sesuai anjuran dokter dapat diperlukan.

7. Mengendalikan gula darah

Menjaga gula darah tetap terkendali penting untuk menjaga kesehatan jantung. Pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, menjaga berat badan, dan tidak merokok dapat membantu menjaga kadar gula darah.

Pada orang dengan diabetes, pemantauan gula darah dan penggunaan obat sesuai anjuran dokter juga penting untuk mengendalikan kondisi dan mengurangi risik komplikasi kardiovaskular.

8. Mengendalikan tekanan darah

Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko penting untuk fibrilasi atrium. Karena itu, periksa tekanan darah secara berkala dan upayakan tetap terkendali melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik.

Kemudian, menjaga berat badan, tidur yang cukup, serta membatasi alkohol dan menghindari rokok. Bila diperlukan, konsumsi obat tekanan darah secara teratur sesuai anjuran dokter.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH