End Google Analytics -->
FITNESS & HEALTH

Setelah 40 Tahun, Ini 5 Kebiasaan Makan untuk Turunkan Berat Badan

Mia Vale
Selasa 21 Juni 2022 / 08:00
Jakarta: Ulang tahun ke-40 merupakan salah satu tonggak sejarah membuat orang melihat ke cermin untuk mengenali diri sendiri. Pasalnya, seiring bertambah usia, tubuh akan berubah, namun sering kali gaya hidup tidak berubah. 

Saat bertambah usia, kita kehilangan massa otot dan kita mungkin menjadi kurang aktif, yang keduanya berarti kita membutuhkan lebih sedikit energi untuk mempertahankan status quo kita. 

Jika kita terus makan dengan jumlah kalori yang kira-kira sama setiap hari seperti yang kita lakukan ketika kita berusia akhir 20-an dan 30-an, kita akan menambah berat badan. 

Jika kita berusia 40 tahun atau lebih dan mengalami kesulitan menurunkan berat badan, mungkin lebih fokus pada nutrisi akan membantu. Berikut makanan yang berhasil dirangkum dari Eat This, Not That! untuk menurunkan lemak perut seiring bertambahnya usia, menurut ahli diet.
 

1. Porsi kecil dari makanan ultra-olahan


Ahli gizi terdaftar Lisa Young, PhD, RDN menyarankan untuk makan porsi kecil dari makanan ultra-olahan yang tinggi gula, lemak, dan kalori.

Dalam penelitian Dr Young yang diterbitkan bersama Marion Nestle, PHD, MPH dalam American Journal of Public Health pada tahun 2021, para ahli nutrisi menemukan bahwa ukuran porsi makanan olahan yang tidak sehat lima kali lebih besar daripada sebelumnya dan berkontribusi tidak perlu. 

Karena itu, Dr Young mengatakan kebiasaan makan sehat terbaik adalah memasukkan makanan dari semua kelompok makanan dan memerhatikan ukuran porsi serta tingkat rasa lapar. 



(Bubuk matcha mengandung banyak catechin yang merupakan antioksidan alami yang ditemukan pada tanaman teh. Seperti yang kita ketahui, manfaat antioksidan sangat besar untuk kesehatan, misalnya menjaga tubuh dari kerusakan sel. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

2. Secangkir teh tikngkatkan metabolisme


"Kafein meningkatkan metabolisme dengan meningkatkan termogenesis melalui efeknya pada jaringan adiposa coklat," tandas Ellie Busby, MSc, mBANT, ahli gizi terdaftar di Inggris dan pendiri situs nutrisi Vojo Health. 

Jika lebih suka teh, biasakan minum teh hijau matcha, yang memiliki antioksidan kuat dalam jumlah tinggi yang disebut katekin yang menurut Busby dapat merangsang tubuh untuk membakar lebih banyak lemak. 
 

3. Makan dengan jadwal teratur


Ini adalah kebiasaan makan yang melawan anggapan keliru bahwa makan sangat sedikit makanan harus menjadi cara terbaik untuk menurunkan berat badan. Tubuh manusia tidak bekerja seperti itu, jelas Lisa Moskovitz, RD, ahli diet terdaftar di NY Nutrition Group. 

Dibutuhkan kalori dan nutrisi untuk berfungsi. Untuk saat ini, pastikan untuk makan makanan utuh, dengan kombinasi lemak sehat, protein, dan karbohidrat setiap tiga hingga empat jam untuk menjaga tubuh tetap berenergi.
 

4. Camilan tepat


Ngemil bisa menjadi ladang ranjau jika kamu mengamati lanskap makanan ringan kemasan. Mereka bisa penuh dengan kalori, lemak tidak sehat, termasuk yang terburuk, lemak trans, natrium, dan karbohidrat manis yang cepat terbakar.

Memilih camilan dengan bijak mengubah zona bahaya ini menjadi praktik penurunan berat badan yang bermanfaat dan sehat, kata ahli diet terdaftar Molly Hembree, MS, RD, seorang ahli bersertifikat dalam nutrisi nabati. 

Salah satu camilan favoritnya adalah kenari, sumber yang baik dari lemak Omega-3 alfa-linolenat (ALA) yang sehat untuk jantung, lemak tak jenuh ganda nabati. 
 

5. Sarapan kaya protein


Ladang ranjau lain yang diisi gula bisa menjadi meja sarapan karena begitu banyak makanan sarapan. Misal, sereal dingin, yogurt rasa, panekuk, muffin, dan donat di mana dipenuhi dengan gula dan tanpa serat. Untuk kebiasaan sarapan yang mendukung penurunan berat badan, ahli gizi terdaftar Bess Berger, RDN, pemilik Nutrition By Bess, merekomendasikan dua pilihan yang mudah diperbaiki, telur dan smoothie.
(TIN)

MOST SEARCH