FITNESS & HEALTH
Intip Cara Makan Mi Instan yang Lebih Sehat
Aulia Putriningtias
Senin 09 September 2024 / 18:29
Jakarta: Mi instan sangat digemari oleh masyarakat karena penyajiannya yang mudah. Namun, meski digemari secara luas, mi instan tidak boleh dikonsumsi terlalu banyak.
Makanan mi instan diketahui mengandung banyak natrium, pengawet, dan bahan kimia lainnya, menjadikannya salah satu pilihan makanan paling tidak sehat. Mengonsumsi secara terus menerus akan membawa dampak kesehatan yang buruk.
Saloni Arora seorang Nutritionist dalam Healthshots menjabarkan, ada alasan mengapa kita tak disarankan untuk mengonsumsi mi instan setiap hari. Dilansir dalam laman yang sama, berikut lima alasan mengapa harus berhenti mengonsumsi mi instan setiap hari, yaitu:
Mi instan terkenal dengan kandungan nutrisinya yang jauh dari lengkap jika dibandingkan dengan kebutuhan serat dan makan harian. Dalam Halodoc dipaparkan bahwa makanan 4 sehat 5 sempurna adalah konsep pola makan sehat yang mengandung gizi lengkap, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Konsep ini terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu: Makanan pokok, Lauk pauk, Sayuran, Buah-buahan, Susu.
Salah satu efek samping yang paling mengkhawatirkan adalah kandungan natriumnya yang tinggi. Satu porsi dapat mengandung lebih dari setengah asupan natrium harian yang direkomendasikan.
Menurut Journal of American College of Cardiology, asupan natrium berlebihan dikaitkan dengan kerusakan organ. Ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk hipertensi (tekanan darah tinggi), penyakit jantung, dan stroke.
.jpg)
(Kamu bisa menambahkan telur ke dalam mi instan seperti telur rebus, telur dadar, atau telur mata sapi agar menambah protein di dalamnya. Foto: Ilustrasi/Dok. Pexels.com)
Dalam laman Viva dr. Tirta menjelaskan, “Boleh enggak sih makan mi banyak-banyak? Nah yang kalian harus cek adalah natrium. Kalian harus biasakan ngecek nilai gizi. Garam, natriumnya itu 1 gram, nyaris 80 persen dari kebutuhan gizi kita harian. Karena natrium itu rata-rata hanya dibutuhkan 1,5 gram per hari.
Jadi dengan kamu makan mi dengan bumbu yang asin-asin gurih itu, kamu sudah memenuhi kebutuhan 80 persen per hari. Bayangin kamu makan mi double,” kata dia, dikutip Kamis 20 Juni 2024.
Dokter Tirta menjelaskan, masih banyak masyarakat yang salah persepsi mengenai mi instan. Bukan buruk, menurut dokter Tirta, mi sendiri terbuat dari gandum yang baik untuk kebutuhan energi seseorang. Tapi seharusnya, masyarakat lebih peka terhadap kandungan garam atau natrium dalam bumbu mi instan tersebut.
Tidak disarankan bukan berarti tak boleh makan sama sekali. Kamu tetap bisa menyantap mi instan asalkan tidak setiap hari dan menambahkan beberapa hal di dalam makananmu.
Mulai dari tambahan sayuran, protein lebih banyak, lemak sehat, dan gunakan sedikit bumbu. Dalam Hellosehat, dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes memberikan tips juga agar makan mi instant tak terlalu merasa bersalah yaitu dengan mencampurkan banyak sayuran dan protein.
Kamu bisa menambahkan pakcoy, sawi hijau, sawi putih, kecambah, bawang bombai, daun bawang. Untuk proteinnya kamu bisa menambahkan telur atau tahu, tempe, dan edamame. Jangan lupa, kamu juga perlu untuk mengontrol porsi makan agar tidak mengganggu kesehatan tubuhmu ya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Makanan mi instan diketahui mengandung banyak natrium, pengawet, dan bahan kimia lainnya, menjadikannya salah satu pilihan makanan paling tidak sehat. Mengonsumsi secara terus menerus akan membawa dampak kesehatan yang buruk.
Kenapa kita tidak boleh mengonsumsi mi instan setiap hari?
Saloni Arora seorang Nutritionist dalam Healthshots menjabarkan, ada alasan mengapa kita tak disarankan untuk mengonsumsi mi instan setiap hari. Dilansir dalam laman yang sama, berikut lima alasan mengapa harus berhenti mengonsumsi mi instan setiap hari, yaitu:
1. Nutrisi rendah
Mi instan terkenal dengan kandungan nutrisinya yang jauh dari lengkap jika dibandingkan dengan kebutuhan serat dan makan harian. Dalam Halodoc dipaparkan bahwa makanan 4 sehat 5 sempurna adalah konsep pola makan sehat yang mengandung gizi lengkap, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Konsep ini terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu: Makanan pokok, Lauk pauk, Sayuran, Buah-buahan, Susu.
2. Tinggi natrium
Salah satu efek samping yang paling mengkhawatirkan adalah kandungan natriumnya yang tinggi. Satu porsi dapat mengandung lebih dari setengah asupan natrium harian yang direkomendasikan.
Menurut Journal of American College of Cardiology, asupan natrium berlebihan dikaitkan dengan kerusakan organ. Ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk hipertensi (tekanan darah tinggi), penyakit jantung, dan stroke.
.jpg)
(Kamu bisa menambahkan telur ke dalam mi instan seperti telur rebus, telur dadar, atau telur mata sapi agar menambah protein di dalamnya. Foto: Ilustrasi/Dok. Pexels.com)
Dalam laman Viva dr. Tirta menjelaskan, “Boleh enggak sih makan mi banyak-banyak? Nah yang kalian harus cek adalah natrium. Kalian harus biasakan ngecek nilai gizi. Garam, natriumnya itu 1 gram, nyaris 80 persen dari kebutuhan gizi kita harian. Karena natrium itu rata-rata hanya dibutuhkan 1,5 gram per hari.
Jadi dengan kamu makan mi dengan bumbu yang asin-asin gurih itu, kamu sudah memenuhi kebutuhan 80 persen per hari. Bayangin kamu makan mi double,” kata dia, dikutip Kamis 20 Juni 2024.
Dokter Tirta menjelaskan, masih banyak masyarakat yang salah persepsi mengenai mi instan. Bukan buruk, menurut dokter Tirta, mi sendiri terbuat dari gandum yang baik untuk kebutuhan energi seseorang. Tapi seharusnya, masyarakat lebih peka terhadap kandungan garam atau natrium dalam bumbu mi instan tersebut.
Bagaimana mengonsumsi mi instan yang baik?
Tidak disarankan bukan berarti tak boleh makan sama sekali. Kamu tetap bisa menyantap mi instan asalkan tidak setiap hari dan menambahkan beberapa hal di dalam makananmu.
Mulai dari tambahan sayuran, protein lebih banyak, lemak sehat, dan gunakan sedikit bumbu. Dalam Hellosehat, dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes memberikan tips juga agar makan mi instant tak terlalu merasa bersalah yaitu dengan mencampurkan banyak sayuran dan protein.
Kamu bisa menambahkan pakcoy, sawi hijau, sawi putih, kecambah, bawang bombai, daun bawang. Untuk proteinnya kamu bisa menambahkan telur atau tahu, tempe, dan edamame. Jangan lupa, kamu juga perlu untuk mengontrol porsi makan agar tidak mengganggu kesehatan tubuhmu ya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)