FITNESS & HEALTH

Jangan Asal Pakai Tabung Oksigen, Ini Saran dari IDI

MetroTV
Rabu 07 Juli 2021 / 21:42
Jakarta: Tabung oksigen dan isinya menjadi salah satu barang yang paling dicari di tengah naiknya kasus covid-19 di Indonesia. Namun, ada prosedur yang harus diperhatikan demi keselamatan saat memakai oksigen bagi pasien.

Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Daeng M. Faqih, untuk menggunakan tabung oksigen beserta isinya harus berdasarkan indikasi medis klinis dan hasil pemeriksaan.

"Indikasi klinis dari orang yang mengalami sesak napas atau sering disebut hipoksia. Jadi bisa dilihat selain merasa sesak, ada gejala-gejala kebiruan di daerah bibir dan tangan," ujar Dr. Daeng dalam program Metro Siang.

Kemudian dari hasil pemeriksaan, harus ada pengecekan percepatan pernapasan. Misalnya, kalau orang dewasa 20 kali permenit, anak-anak lebih dari 30 kali per menit, maka itu menunjukkan ada hipoksia.

Selain itu untuk pemeriksaan saturasi sudah dikenal luas oleh masyarakat dengan menggunakan oximeter. Misalnya saturasi oksigen di bawah 94% itu biasanya sudah ada indikasi hipoksia.

"Kalau tidak ada gangguan sesak secara klinis, kemudian saturasinya di atas 94%, maka itu tidak ada indikasi menggunakan tabung oksigen," terang dr. Daeng.

Kini, menurut dr. Daeng, ada pemeriksaan yang lebih canggih. Yaitu dengan analisa gas darah. Analisa ini menentukan apakaha perlu dilakukan pemberian oksigen atau tidak. Jadi harus ada indikasinya.
(FIR)

MOST SEARCH