FITNESS & HEALTH
Pemenuhan Imunisasi Dasar Lengkap Harus Jadi Prioritas
Yatin Suleha
Jumat 27 Maret 2026 / 18:19
- Lestari Moerdijat mengingatkan pentingnya konsistensi dalam pemenuhan imunisasi dasar lengkap anak.
- Imunisasi dasar lengkap adalah serangkaian vaksinasi wajib yang diberikan pada bayi berusia 0-11 bulan untuk mencegah penyakit berbahaya.
- Lestari Moerdijat mengakui masih ada sejumlah kendala dalam pelaksanaan imunisasi lengkap.
Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan pentingnya konsistensi dalam pemenuhan imunisasi dasar lengkap bagi anak.
Menurutnya, para pemangku kepentingan harus serius menangani hal itu demi mencegah ledakan kasus penyakit menular seperti campak yang membahayakan kesehatan masyarakat.
Data Kementerian Kesehatan hingga pekan ke-8 tahun 2026 menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Tercatat 10.453 suspek campak, dengan 8.372 di antaranya terkonfirmasi sebagai kasus campak. Enam orang dilaporkan meninggal dunia.
Tak hanya itu, sebanyak 45 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak tersebar di 29 kabupaten dan kota yang tersebar di 11 provinsi. Daerah tersebut meliputi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
Menyikapi kondisi itu, perempuan yang akrab disapa Rerie itu menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak.
"Upaya peningkatan layanan kesehatan terhadap anak harus menjadi perhatian serius semua pihak, untuk melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman penyakit menular seperti campak," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).

(Imunisasi dasar lengkap adalah serangkaian vaksinasi wajib yang diberikan pada bayi berusia 0-11 bulan untuk mencegah penyakit berbahaya. Foto: Dok. Birkom Kemenkes)
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II itu juga menyoroti program imunisasi massal yang tengah dijalankan pemerintah di 102 kabupaten dan kota. Menurutnya, upaya itu perlu didukung penuh oleh masyarakat agar berhasil menekan lonjakan kasus.
Rerie yang juga anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengakui masih ada sejumlah kendala dalam pelaksanaan imunisasi lengkap.
Beberapa di antaranya rendahnya pemahaman orang tua tentang pentingnya imunisasi, kekhawatiran akan efek samping seperti demam, serta maraknya hoaks dan isu negatif seputar vaksin.
Selain itu, keterbatasan akses dan ketersediaan vaksin di sejumlah daerah juga masih menjadi tantangan.
Ia berharap, seluruh hambatan tersebut dapat segera diatasi melalui kerja sama yang erat antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan begitu, upaya mencetak generasi penerus bangsa yang sehat dan berdaya saing di masa depan bisa segera terwujud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Menurutnya, para pemangku kepentingan harus serius menangani hal itu demi mencegah ledakan kasus penyakit menular seperti campak yang membahayakan kesehatan masyarakat.
Data Kementerian Kesehatan hingga pekan ke-8 tahun 2026 menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Tercatat 10.453 suspek campak, dengan 8.372 di antaranya terkonfirmasi sebagai kasus campak. Enam orang dilaporkan meninggal dunia.
Tak hanya itu, sebanyak 45 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak tersebar di 29 kabupaten dan kota yang tersebar di 11 provinsi. Daerah tersebut meliputi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
Menyikapi kondisi itu, perempuan yang akrab disapa Rerie itu menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak.
"Upaya peningkatan layanan kesehatan terhadap anak harus menjadi perhatian serius semua pihak, untuk melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman penyakit menular seperti campak," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).

(Imunisasi dasar lengkap adalah serangkaian vaksinasi wajib yang diberikan pada bayi berusia 0-11 bulan untuk mencegah penyakit berbahaya. Foto: Dok. Birkom Kemenkes)
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II itu juga menyoroti program imunisasi massal yang tengah dijalankan pemerintah di 102 kabupaten dan kota. Menurutnya, upaya itu perlu didukung penuh oleh masyarakat agar berhasil menekan lonjakan kasus.
Rerie yang juga anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengakui masih ada sejumlah kendala dalam pelaksanaan imunisasi lengkap.
Beberapa di antaranya rendahnya pemahaman orang tua tentang pentingnya imunisasi, kekhawatiran akan efek samping seperti demam, serta maraknya hoaks dan isu negatif seputar vaksin.
Selain itu, keterbatasan akses dan ketersediaan vaksin di sejumlah daerah juga masih menjadi tantangan.
Ia berharap, seluruh hambatan tersebut dapat segera diatasi melalui kerja sama yang erat antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan begitu, upaya mencetak generasi penerus bangsa yang sehat dan berdaya saing di masa depan bisa segera terwujud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)