Imunisasi. Foto: Biro Komunikasi Kemenkes
Imunisasi. Foto: Biro Komunikasi Kemenkes

Mengakhiri Polio di Indonesia, Ketika Imunisasi Jadi Investasi Masa Depan Anak

Ilham Pratama Putra • 13 Maret 2026 11:47
Ringkasnya gini..
  • Kemajuan dalam program imunisasi maupun vaksin di Indonesia mulai membuahkan hasil.
  • Program yang telah dirancang menunjukkan jika imunisasi menjadi investasi dalam kesehatan anak.
  • Kemajuan dalam imunisasi dan vaksin mesti harus terus diutamakan, sosialisasi terhadap masyarakat pun harus terus ditingkatkan.
Jakarta: Kemajuan dalam program imunisasi maupun vaksin di Indonesia mulai membuahkan hasil. Program yang telah dirancang menunjukkan jika imunisasi menjadi investasi dalam kesehatan anak.
 
Kemajuan dalam imunisasi dan vaksin mesti harus terus diutamakan. Sosialisasi terhadap masyarakat harus terus ditingkatkan.
 
Dalam catatan Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir 2025 lalu, Indonesia secara resmi mengakhiri Kejadian Luar Biasa (KLB) polio tipe dua. Adapun KLB itu muncul akibat rendahnya cakupan imunisasi polio selama beberapa tahun.

Melansir laman who.int, pada masa KLB itu Hampir 60 juta dosis imunisasi polio tambahan telah diberikan kepada anak-anak. Setidaknya sejak Juni 2024 hingga November 2026, tidak ditemukan lagi virus polio pada anak-anak maupun lingkungan.
 
“Kita berhasil menghentikan penyebaran polio di Indonesia berkat dedikasi tenaga kesehatan, komitmen orang tua dan seluruh anggota masyarakat agar anak-anak diimunisasi, serta dukungan mitra. Setiap anak berhak mendapatkan perlindungan," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dikutip dari who.int, Jumat 13 Maret 2026.
 
Menurutnya, capaian tersebut, khususnya kesadaran akan imunisasi mesti dipertahankan. Karena risiko akan penyakit maupun wabah bisa terus muncul, dan imunisasi menjadi investasi terbaik mengurangi risiko tersebut.
 
Dalam laporan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) pun dijelaskan jika Indonesia bersama Madagascar telah secara resmi dinyatakan berhasil mengakhiri wabah polio. Hal itu diraih setelah rangkaian kampanye imunisasi intensif dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
 
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat mampu menjangkau anak-anak yang sebelumnya berisiko terlewat dari layanan imunisasi. Polio merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan dapat menyerang sistem saraf.
 
Dalam kasus tertentu, infeksi ini dapat menyebabkan kelumpuhan permanen bahkan kematian, terutama pada anak-anak. Karena itu, imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran virus tersebut.
 
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia melakukan berbagai upaya untuk memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan terhadap polio. Kampanye imunisasi digelar secara luas di berbagai daerah, termasuk wilayah yang sulit dijangkau layanan kesehatan.
 
Melalui kampanye tersebut, jutaan anak berhasil menerima vaksin polio sebagai bagian dari program imunisasi nasional. UNICEF menilai keberhasilan ini tidak hanya bergantung pada ketersediaan vaksin, tetapi juga pada dukungan masyarakat yang memastikan anak-anak datang ke fasilitas kesehatan atau mengikuti kegiatan imunisasi massal di komunitas.

Inovasi Vaksin Mempermudah Perlindungan Anak

Selain kampanye imunisasi, inovasi dalam teknologi vaksin juga membantu memperluas perlindungan bagi anak-anak. Salah satunya adalah penggunaan vaksin kombinasi enam-dalam-satu atau hexavalent vaccine, yang mampu melindungi bayi dari beberapa penyakit sekaligus, termasuk polio.
 
Dengan vaksin kombinasi tersebut, jumlah suntikan yang harus diterima bayi menjadi lebih sedikit. Sehingga memudahkan keluarga untuk mengikuti jadwal imunisasi lengkap.
 
"Pendekatan ini juga membantu sistem kesehatan memberikan layanan imunisasi yang lebih efisien," tulis laman unicef.org.
 
Keberhasilan menghentikan wabah polio di Indonesia menjadi bagian dari kemajuan global dalam program imunisasi anak. UNICEF mencatat berbagai upaya di sejumlah negara untuk memperluas perlindungan terhadap penyakit menular.
 
Misalnya, kampanye vaksinasi besar di Nigeria yang pada 2025 berhasil memberikan vaksin campak, rubella, dan polio kepada sekitar 106 juta anak. Selain itu, vaksin malaria mulai diperkenalkan secara luas di berbagai negara yang memiliki tingkat penularan tinggi.
 
Sejak 2024, sedikitnya 14 negara telah memasukkan vaksin malaria dalam program imunisasi nasional mereka. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan angka kematian anak akibat malaria yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian anak di beberapa kawasan dunia.
 
Kemajuan dalam program imunisasi menunjukkan bahwa investasi dalam kesehatan anak dapat memberikan hasil nyata. UNICEF menekankan,keberhasilan seperti yang dicapai Indonesia dalam mengakhiri wabah polio harus terus dipertahankan melalui penguatan sistem kesehatan dan perluasan akses imunisasi.
 
Langkah tersebut penting untuk memastikan setiap anak, di mana pun mereka tinggal, mendapatkan perlindungan dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksin. Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat, keberhasilan ini diharapkan menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih sehat bagi generasi anak berikutnya.
 
Baca juga:  Alhamdulillah, Indonesia Umumkan KLB Polio Berakhir


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan