FITNESS & HEALTH
Life Lately Terasa Hambar? Hack Semangatmu Pakai 3 Cara Ini!
Yatin Suleha
Selasa 07 Juli 2026 / 17:46
- Pernah enggak sih ngerasa hidup kayak autopilot? Rutinitas jalan terus tiap hari, tapi rasanya semangat dan tujuan hidup kok perlahan memudar.
- Kondisi kayak gini tuh wajar banget, apalagi kalau kita baru saja melalui perubahan besar.
- Akhirnya, kita jadi sering bertanya-tanya, 'Sebenarnya arah hidup gue mau ke mana, sih?' dan jadi kehilangan motivasi buat berkembang.
Jakarta: Pernah gak sih ngerasa hidup kayak autopilot? Rutinitas jalan terus tiap hari, tapi rasanya semangat dan tujuan hidup kok perlahan memudar, ya?
Kondisi kayak gini tuh wajar banget, apalagi kalau kita baru saja melalui perubahan besar, kehilangan sesuatu, burnout karena tekanan, atau sekadar merasa terjebak di rutinitas yang monoton banget.
Akhirnya, kita jadi sering bertanya-tanya, 'Sebenarnya arah hidup gue mau ke mana, sih?' dan jadi kehilangan motivasi buat berkembang. Tapi tenang, jangan panik dulu! Rasa hampa ini sebenarnya sinyal kalau ada sesuatu yang perlu diselesaikan.
Menurut Bob Taibbi, L.C.S.W., seorang ahli dengan pengalaman klinis 50 tahun yang sudah menulis banyak buku dan artikel di Psychology Today, ada tiga penyebab utama kenapa ini bisa terjadi dan pastinya ada cara buat mengatasinya. Penasaran apa saja?
Jika kehilangan tujuan hidup dipicu oleh depresi, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengatasinya. Depresi sering membentuk lingkaran yang sulit diputus.
Kondisi ini menguras energi, menurunkan motivasi, lalu membuat seseorang enggan bertindak. Akibatnya, keadaan justru semakin memburuk.
Salah satu cara untuk memutus lingkaran tersebut adalah dengan mencari bantuan melalui pengobatan atau konseling, sekaligus mulai melakukan tindakan kecil setiap hari.
Ibarat aki mobil yang mati, kondisi ini tidak akan membaik jika hanya didiamkan. Dibutuhkan dorongan awal agar energi dan motivasi bisa kembali terisi. Yang terpenting bukan seberapa besar langkah yang diambil, melainkan keberanian untuk mulai bergerak.
.jpg)
(Mengatasi hidup yang terasa hampa dapat dilakukan dengan mencari koneksi sosial yang bermakna atau kamu bisa melakukan hobi yang kamu sukai. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Ketika memasuki fase baru dalam hidup, seperti pensiun atau setelah kehilangan rutinitas yang selama ini dijalani, seseorang bisa mencoba kembali pada minat lama, yang pernah memberi kebahagiaan.
Contohnya, seperti bermain gitar, berkebun, beternak ayam, bepergian, hingga menulis bisa menjadi cara untuk menemukan kembali rasa antusias. Aktivitas yang benar-benar disukai, sering kali menjadi awal munculnya kembali tujuan hidup.
Cara lain yang juga terbukti bermanfaat adalah menjalin hubungan dengan orang lain, dan melakukan hal-hal yang bermakna bagi sesama.
Membantu orang lain membuat perhatian tidak lagi hanya terfokus pada masalah pribadi, tetapi juga membuka kesempatan untuk merasakan, bahwa kehadiran diri sendiri memiliki arti.
Contohnya, dapat menjadi relawan atau memanfaatkan pengalaman kerja yang dimiliki untuk membantu orang lain.
Sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, penghargaan dan rasa terhubung dengan orang lain, dapat meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus menghadirkan kembali makna dalam hidup.
Pada akhirnya, menemukan kembali tujuan hidup bukanlah proses yang instan. Namun, langkah-langkah sederhana seperti mengatasi depresi, menghidupkan kembali minat lama, dan membangun hubungan yang lebih bermakna dengan orang lain, dapat menjadi awal untuk kembali menemukan semangat, dan arah hidup yang sempat hilang.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Kondisi kayak gini tuh wajar banget, apalagi kalau kita baru saja melalui perubahan besar, kehilangan sesuatu, burnout karena tekanan, atau sekadar merasa terjebak di rutinitas yang monoton banget.
Akhirnya, kita jadi sering bertanya-tanya, 'Sebenarnya arah hidup gue mau ke mana, sih?' dan jadi kehilangan motivasi buat berkembang. Tapi tenang, jangan panik dulu! Rasa hampa ini sebenarnya sinyal kalau ada sesuatu yang perlu diselesaikan.
Menurut Bob Taibbi, L.C.S.W., seorang ahli dengan pengalaman klinis 50 tahun yang sudah menulis banyak buku dan artikel di Psychology Today, ada tiga penyebab utama kenapa ini bisa terjadi dan pastinya ada cara buat mengatasinya. Penasaran apa saja?
1. Mulai dengan mengatasi depresi
Jika kehilangan tujuan hidup dipicu oleh depresi, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengatasinya. Depresi sering membentuk lingkaran yang sulit diputus.
Kondisi ini menguras energi, menurunkan motivasi, lalu membuat seseorang enggan bertindak. Akibatnya, keadaan justru semakin memburuk.
Salah satu cara untuk memutus lingkaran tersebut adalah dengan mencari bantuan melalui pengobatan atau konseling, sekaligus mulai melakukan tindakan kecil setiap hari.
Ibarat aki mobil yang mati, kondisi ini tidak akan membaik jika hanya didiamkan. Dibutuhkan dorongan awal agar energi dan motivasi bisa kembali terisi. Yang terpenting bukan seberapa besar langkah yang diambil, melainkan keberanian untuk mulai bergerak.
2. Bangkitkan lagi minat yang pernah membuat bahagia
.jpg)
(Mengatasi hidup yang terasa hampa dapat dilakukan dengan mencari koneksi sosial yang bermakna atau kamu bisa melakukan hobi yang kamu sukai. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Ketika memasuki fase baru dalam hidup, seperti pensiun atau setelah kehilangan rutinitas yang selama ini dijalani, seseorang bisa mencoba kembali pada minat lama, yang pernah memberi kebahagiaan.
Contohnya, seperti bermain gitar, berkebun, beternak ayam, bepergian, hingga menulis bisa menjadi cara untuk menemukan kembali rasa antusias. Aktivitas yang benar-benar disukai, sering kali menjadi awal munculnya kembali tujuan hidup.
3. Luangkan waktu untuk membantu orang lain
Cara lain yang juga terbukti bermanfaat adalah menjalin hubungan dengan orang lain, dan melakukan hal-hal yang bermakna bagi sesama.
Membantu orang lain membuat perhatian tidak lagi hanya terfokus pada masalah pribadi, tetapi juga membuka kesempatan untuk merasakan, bahwa kehadiran diri sendiri memiliki arti.
Contohnya, dapat menjadi relawan atau memanfaatkan pengalaman kerja yang dimiliki untuk membantu orang lain.
Sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, penghargaan dan rasa terhubung dengan orang lain, dapat meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus menghadirkan kembali makna dalam hidup.
Pada akhirnya, menemukan kembali tujuan hidup bukanlah proses yang instan. Namun, langkah-langkah sederhana seperti mengatasi depresi, menghidupkan kembali minat lama, dan membangun hubungan yang lebih bermakna dengan orang lain, dapat menjadi awal untuk kembali menemukan semangat, dan arah hidup yang sempat hilang.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)