FITNESS & HEALTH
Jangan Pakai Parfum saat Menjenguk Bayi Baru Lahir? Ini Alasannya
A. Firdaus
Rabu 05 Agustus 2026 / 08:16
- Meski terdengar sepele, permintaan tersebut ternyata didasari sejumlah pertimbangan kesehatan.
- Aroma parfum yang terlalu kuat maupun kandungan bahan kimia tertentu dikhawatirkan dapat memicu ketidaknyamanan.
- Selain menghindari parfum, tamu yang akan menjenguk bayi juga dianjurkan menjaga kebersihan diri .
Jakarta: Menjenguk bayi baru lahir menjadi momen yang membahagiakan bagi keluarga dan kerabat. Namun, belakangan ini semakin banyak orang tua yang meminta tamu datang tanpa mengenakan parfum. Meski terdengar sepele, permintaan tersebut ternyata didasari sejumlah pertimbangan kesehatan.
Menurut psikolog klinis berlisensi dr. Emily Bly, PhD, seperti dikutip dari Parents, bayi yang baru lahir masih memiliki kulit dan sistem pernapasan yang sangat sensitif. Karena itu, aroma parfum yang terlalu kuat maupun kandungan bahan kimia tertentu dikhawatirkan dapat memicu ketidaknyamanan.
Beberapa alasan yang membuat orang tua memilih menerapkan aturan "bebas parfum" saat menjenguk bayi antara lain untuk mengurangi risiko iritasi kulit, mencegah gangguan pernapasan seperti batuk akibat aroma yang menyengat, hingga menghindari paparan bahan kimia yang diduga dapat memengaruhi sistem hormon.
Selain itu, tidak sedikit orang tua yang memiliki riwayat alergi atau sensitivitas terhadap pewangi sehingga memilih lebih berhati-hati demi menjaga kenyamanan bayi dan dirinya sendiri.
Psikolog berlisensi Crystal Saidi, PsyD, menilai permintaan tersebut merupakan hal yang wajar.
"Jika suatu aroma terasa terlalu kuat atau mengganggu, tidak masalah untuk menyampaikannya. Kenyamanan sangat penting, terutama pada masa awal orang tua dan bayi membangun ikatan," ujarnya.
Menurut para ahli, menyampaikan aturan ini sejak sebelum tamu datang justru dapat menghindari kesalahpahaman. Orang tua juga disarankan menjelaskan bahwa permintaan tersebut semata-mata untuk menjaga kenyamanan bayi, bukan mengkritik kebiasaan tamu.
Agar tidak menyinggung perasaan orang lain, psikolog dan terapis keluarga memberikan beberapa tips berikut:
Sampaikan lebih awal. Beri tahu keluarga atau teman sebelum mereka datang berkunjung.
Jelaskan aturannya. Misalnya, apakah yang dimaksud hanya parfum atau juga losion, sabun, dan pakaian dengan aroma menyengat.
- Fokus pada kebutuhan bayi. Orang cenderung lebih mudah memahami jika alasannya berkaitan dengan kesehatan bayi.
- Gunakan nada yang ramah. Hindari menyampaikan dengan nada menghakimi atau memarahi tamu.
- Boleh diselipkan humor. Cara ini dapat membuat suasana lebih santai tanpa mengurangi makna pesan yang ingin disampaikan.
Contoh kalimat yang bisa digunakan adalah, "Hai, bayi kami masih sangat sensitif terhadap aroma. Kalau berkunjung nanti, boleh ya tidak memakai parfum dulu. Terima kasih, kami senang sekali kalian datang."
Selain menghindari parfum, tamu yang akan menjenguk bayi juga dianjurkan menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan sebelum menyentuh bayi serta menunda kunjungan apabila sedang kurang sehat.
Pada akhirnya, menetapkan batasan terkait penggunaan parfum bukan berarti membatasi interaksi keluarga dan kerabat. Langkah sederhana ini justru dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi bayi baru lahir sekaligus memberi ketenangan bagi orang tua selama masa awal merawat buah hati.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Menurut psikolog klinis berlisensi dr. Emily Bly, PhD, seperti dikutip dari Parents, bayi yang baru lahir masih memiliki kulit dan sistem pernapasan yang sangat sensitif. Karena itu, aroma parfum yang terlalu kuat maupun kandungan bahan kimia tertentu dikhawatirkan dapat memicu ketidaknyamanan.
Beberapa alasan yang membuat orang tua memilih menerapkan aturan "bebas parfum" saat menjenguk bayi antara lain untuk mengurangi risiko iritasi kulit, mencegah gangguan pernapasan seperti batuk akibat aroma yang menyengat, hingga menghindari paparan bahan kimia yang diduga dapat memengaruhi sistem hormon.
Selain itu, tidak sedikit orang tua yang memiliki riwayat alergi atau sensitivitas terhadap pewangi sehingga memilih lebih berhati-hati demi menjaga kenyamanan bayi dan dirinya sendiri.
Bolehkah meminta tamu tidak memakai parfum?
Psikolog berlisensi Crystal Saidi, PsyD, menilai permintaan tersebut merupakan hal yang wajar.
"Jika suatu aroma terasa terlalu kuat atau mengganggu, tidak masalah untuk menyampaikannya. Kenyamanan sangat penting, terutama pada masa awal orang tua dan bayi membangun ikatan," ujarnya.
Menurut para ahli, menyampaikan aturan ini sejak sebelum tamu datang justru dapat menghindari kesalahpahaman. Orang tua juga disarankan menjelaskan bahwa permintaan tersebut semata-mata untuk menjaga kenyamanan bayi, bukan mengkritik kebiasaan tamu.
Cara menyampaikan dengan sopan
Agar tidak menyinggung perasaan orang lain, psikolog dan terapis keluarga memberikan beberapa tips berikut:
Sampaikan lebih awal. Beri tahu keluarga atau teman sebelum mereka datang berkunjung.
Jelaskan aturannya. Misalnya, apakah yang dimaksud hanya parfum atau juga losion, sabun, dan pakaian dengan aroma menyengat.
- Fokus pada kebutuhan bayi. Orang cenderung lebih mudah memahami jika alasannya berkaitan dengan kesehatan bayi.
- Gunakan nada yang ramah. Hindari menyampaikan dengan nada menghakimi atau memarahi tamu.
- Boleh diselipkan humor. Cara ini dapat membuat suasana lebih santai tanpa mengurangi makna pesan yang ingin disampaikan.
Contoh kalimat yang bisa digunakan adalah, "Hai, bayi kami masih sangat sensitif terhadap aroma. Kalau berkunjung nanti, boleh ya tidak memakai parfum dulu. Terima kasih, kami senang sekali kalian datang."
Tidak hanya soal parfum
Selain menghindari parfum, tamu yang akan menjenguk bayi juga dianjurkan menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan sebelum menyentuh bayi serta menunda kunjungan apabila sedang kurang sehat.
Pada akhirnya, menetapkan batasan terkait penggunaan parfum bukan berarti membatasi interaksi keluarga dan kerabat. Langkah sederhana ini justru dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi bayi baru lahir sekaligus memberi ketenangan bagi orang tua selama masa awal merawat buah hati.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)