BEAUTY
Dahlia Jadikan Keharuman Bagian dari Pengalaman Fashion di IFW 2026
A. Firdaus
Jumat 31 Juli 2026 / 10:01
- Kehadirannya membawa konsep fragrance journey, yang menempatkan keharuman sebagai elemen penting dalam membangun atmosfer sebuah perhelatan mode.
- Lima desainer Indonesia diminta menciptakan koleksi.
- Hasil kolaborasi tersebut ditampilkan dalam fashion show bertajuk Pesona Dahlia.
Jakarta: Fashion tak lagi hanya soal busana yang memanjakan mata. Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 menghadirkan pengalaman berbeda dengan melibatkan aroma sebagai bagian dari perjalanan pengunjung sejak memasuki area acara hingga menyaksikan koleksi di atas runway.
Untuk pertama kalinya, Dahlia Air Freshener hadir sebagai The Signature Scent of Indonesia Fashion Week 2026. Kehadirannya membawa konsep fragrance journey, yang menempatkan keharuman sebagai elemen penting dalam membangun atmosfer sebuah perhelatan mode.
Aroma khas Dahlia Heritage Series Teh Keraton menyambut pengunjung di area pintu masuk, runway, designer lounge, media center, hingga berbagai sudut venue. Keharuman tersebut dirancang untuk menciptakan pengalaman yang konsisten tanpa mengganggu fokus terhadap koleksi para desainer.
Konsep ini sebenarnya telah lama diterapkan di industri hospitality, luxury retail, hingga fashion global melalui penggunaan signature scent sebagai identitas sebuah merek. Melalui kolaborasi di IFW 2026, pendekatan tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia dalam skala yang lebih luas.
President Director PT Unitama Sari Mas, Anne Wonsono, mengatakan aroma memiliki peran yang sama pentingnya dengan elemen visual dalam membangun sebuah pengalaman.
"Fashion selama ini berbicara melalui warna, siluet, dan material. Namun kami percaya ada satu elemen lain yang sama kuatnya, yaitu aroma. Wewangian mampu membangun suasana bahkan sebelum sebuah karya dilihat dan meninggalkan kesan setelah acara selesai," ujarnya.
Tak hanya menghadirkan pengalaman aroma di seluruh area acara, Dahlia juga membuka Booth Pesona Dahlia yang mengajak pengunjung mengenal lebih dekat koleksi Heritage Collection melalui berbagai instalasi multisensori dan aktivitas interaktif.
Di area tersebut, kamu dapat mengeksplorasi karakter setiap varian wewangian sekaligus memahami bagaimana aroma mampu membangkitkan emosi, memori, dan menjadi bagian dari ekspresi diri.
Kolaborasi ini juga menghadirkan pendekatan kreatif yang berbeda. Lima desainer Indonesia diminta menciptakan koleksi dengan inspirasi utama bukan dari warna atau mood board, melainkan dari aroma Teh Keraton.
Desainer ADITH, Susan Zhuang, Misan Kopaka, Vida Rukmawati (Simpull), dan BT Batik Trusmi menerjemahkan karakter harum yang elegan dan menenangkan tersebut ke dalam permainan tekstur, siluet, hingga pilihan warna pada koleksi masing-masing.
Hasil kolaborasi tersebut ditampilkan dalam fashion show bertajuk Pesona Dahlia, yang menghadirkan beragam karya mulai dari batik kontemporer, cocktail dress, koleksi keluarga, hingga premium ready-to-wear.
Melalui kolaborasi ini, Dahlia ingin menunjukkan bahwa fragrance bukan sekadar pelengkap ruangan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengalaman fashion yang utuh. Keharuman hadir untuk memperkuat suasana, membangkitkan emosi, sekaligus meninggalkan kesan yang membekas setelah pertunjukan usai.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Untuk pertama kalinya, Dahlia Air Freshener hadir sebagai The Signature Scent of Indonesia Fashion Week 2026. Kehadirannya membawa konsep fragrance journey, yang menempatkan keharuman sebagai elemen penting dalam membangun atmosfer sebuah perhelatan mode.
Aroma khas Dahlia Heritage Series Teh Keraton menyambut pengunjung di area pintu masuk, runway, designer lounge, media center, hingga berbagai sudut venue. Keharuman tersebut dirancang untuk menciptakan pengalaman yang konsisten tanpa mengganggu fokus terhadap koleksi para desainer.
Konsep ini sebenarnya telah lama diterapkan di industri hospitality, luxury retail, hingga fashion global melalui penggunaan signature scent sebagai identitas sebuah merek. Melalui kolaborasi di IFW 2026, pendekatan tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia dalam skala yang lebih luas.
President Director PT Unitama Sari Mas, Anne Wonsono, mengatakan aroma memiliki peran yang sama pentingnya dengan elemen visual dalam membangun sebuah pengalaman.
"Fashion selama ini berbicara melalui warna, siluet, dan material. Namun kami percaya ada satu elemen lain yang sama kuatnya, yaitu aroma. Wewangian mampu membangun suasana bahkan sebelum sebuah karya dilihat dan meninggalkan kesan setelah acara selesai," ujarnya.
Tak hanya menghadirkan pengalaman aroma di seluruh area acara, Dahlia juga membuka Booth Pesona Dahlia yang mengajak pengunjung mengenal lebih dekat koleksi Heritage Collection melalui berbagai instalasi multisensori dan aktivitas interaktif.
Di area tersebut, kamu dapat mengeksplorasi karakter setiap varian wewangian sekaligus memahami bagaimana aroma mampu membangkitkan emosi, memori, dan menjadi bagian dari ekspresi diri.
Aroma jadi sumber inspirasi desainer
Kolaborasi ini juga menghadirkan pendekatan kreatif yang berbeda. Lima desainer Indonesia diminta menciptakan koleksi dengan inspirasi utama bukan dari warna atau mood board, melainkan dari aroma Teh Keraton.
Desainer ADITH, Susan Zhuang, Misan Kopaka, Vida Rukmawati (Simpull), dan BT Batik Trusmi menerjemahkan karakter harum yang elegan dan menenangkan tersebut ke dalam permainan tekstur, siluet, hingga pilihan warna pada koleksi masing-masing.
Hasil kolaborasi tersebut ditampilkan dalam fashion show bertajuk Pesona Dahlia, yang menghadirkan beragam karya mulai dari batik kontemporer, cocktail dress, koleksi keluarga, hingga premium ready-to-wear.
Melalui kolaborasi ini, Dahlia ingin menunjukkan bahwa fragrance bukan sekadar pelengkap ruangan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengalaman fashion yang utuh. Keharuman hadir untuk memperkuat suasana, membangkitkan emosi, sekaligus meninggalkan kesan yang membekas setelah pertunjukan usai.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)