BEAUTY

Wajah Kurang Balance? Teknik Ini Bisa Jadi Pilihan

A. Firdaus
Sabtu 19 September 2026 / 16:46
Ringkasnya gini..
  • Teknik estetika non-bedah berbasis benang menjadi salah satu pilihan untuk membantu membentuk area mata dan kontur wajah. Kenali pendekatannya.
  • Estetika wajah bukan sekadar soal mengubah bentuk.
  • Konsep “Beauty Through Proportion” yang diusung dr. Yovita menempatkan tiga hal.
Jakarta: Memiliki wajah yang terlihat proporsional dan harmonis tidak selalu berarti harus menjalani prosedur bedah. Seiring berkembangnya dunia estetika, berbagai pilihan non-bedah kini banyak digunakan untuk membantu membentuk kontur wajah maupun area mata.

Salah satunya menggunakan teknik berbasis benang. Pendekatan ini dapat digunakan pada area tertentu untuk membantu memberikan definisi pada bentuk wajah, termasuk kelopak mata, pipi, hingga garis rahang.

Namun, estetika wajah bukan sekadar soal mengubah bentuk. Proporsi, struktur anatomi, dan karakter wajah juga perlu menjadi pertimbangan agar perubahan yang dihasilkan tetap terlihat natural.
Dokter estetika dr. Yovita Setiadi, M. Biomed (AAM), yang telah menekuni bidang estetika selama lebih dari 10 tahun, mengatakan pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan tindakan.

“Tujuannya bukan mengubah siapa diri Anda, tetapi meningkatkan harmoni dan proporsi dari fitur wajah yang sudah dimiliki,” ujar dr. Yovita.
 

Area Mata Jadi Salah Satu Fokus


Mata merupakan salah satu bagian wajah yang cukup berpengaruh terhadap ekspresi. Perubahan kecil pada area ini dapat membuat karakter wajah terlihat berbeda.

Salah satu teknik berbasis benang yang dikembangkan dr. Yovita adalah Double Stitch Instant Eyelid. Teknik tersebut ditujukan untuk membantu membentuk lipatan kelopak mata agar terlihat lebih terdefinisi.

Meski berfokus pada kelopak mata, penilaian tidak bisa dilakukan hanya dengan melihat bagian tersebut. Bentuk mata, kelopak, serta struktur wajah secara keseluruhan perlu diperhatikan sebelum menentukan pendekatan yang sesuai.

Hal ini penting karena hasil estetika yang terlihat baik pada satu orang belum tentu memberikan hasil serupa pada orang lain.
 

Membentuk Kontur Wajah


Selain area mata, teknik berbasis benang juga digunakan untuk membantu memberikan definisi pada kontur wajah.

Salah satunya Contour Lift, yang ditujukan untuk sejumlah area seperti pipi, mid-face, jawline, hingga lower face.

Pendekatan ini diarahkan untuk memberikan tampilan wajah yang lebih lifted dan defined. Namun, hasil yang diharapkan bukan sekadar membuat satu bagian wajah terlihat lebih menonjol.

Keseimbangan antara bagian wajah tetap menjadi perhatian. Sebab, kontur pipi, rahang, dan area wajah lainnya saling memengaruhi tampilan secara keseluruhan.

“Beauty bukan hanya tentang membuat wajah terlihat berbeda. Yang penting adalah bagaimana setiap bagian wajah memiliki proporsi dan tetap terlihat harmonis,” jelasnya.
 

Bukan Sekadar Mengejar Tren


Tren kecantikan memang terus berubah. Bentuk alis, kelopak mata, pipi, hingga rahang yang dianggap menarik juga dapat berganti dari waktu ke waktu.

Karena itu, pendekatan estetika yang hanya mengejar bentuk wajah tertentu berpotensi mengabaikan karakter masing-masing individu.

Konsep “Beauty Through Proportion” yang diusung dr. Yovita menempatkan tiga hal sebagai perhatian, yakni precision, proportion, dan natural harmony.

Artinya, tindakan estetika tidak semata-mata ditujukan untuk membuat perubahan yang terlihat jelas, tetapi juga mempertimbangkan apakah perubahan tersebut sesuai dengan struktur wajah seseorang.
 

Tetap Perlu Konsultasi Medis


Meski termasuk pendekatan non-bedah, prosedur estetika berbasis benang tetap merupakan tindakan medis. Karena itu, keputusan menjalani prosedur sebaiknya tidak hanya didasarkan pada foto hasil perawatan atau tren yang sedang populer.

Konsultasi dengan tenaga medis yang kompeten diperlukan untuk menilai kondisi dan struktur wajah, tujuan tindakan, kemungkinan hasil, serta risiko yang mungkin terjadi.

Setiap orang juga memiliki anatomi dan kebutuhan berbeda. Dengan penilaian yang tepat, pilihan prosedur dapat disesuaikan sehingga tujuan perawatan tidak sekadar mengejar perubahan, tetapi juga mempertimbangkan keamanan dan keselarasan wajah.

Pada akhirnya, wajah yang terlihat proporsional tidak selalu berarti harus memiliki bentuk tertentu. Dalam dunia estetika, pendekatan yang semakin banyak diperhatikan justru bagaimana perubahan tetap terasa menyatu dengan karakter wajah seseorang.

Sebab, perawatan estetika bukan tentang menjadi orang lain, melainkan menemukan versi diri yang tetap terasa natural.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH