BEAUTY

Bukan Cuma Skincare, Ini yang Perlu Kamu Tahu soal Kulit

A. Firdaus
Sabtu 19 September 2026 / 20:17
Ringkasnya gini..
  • Skincare sudah gonta-ganti tapi jerawat masih membandel?
  • Kenali mikrobioma kulit dan SkinSignal, analisis berbasis DNA untuk melihat profil mikrobioma secara personal.
  • Hasil analisis juga dilengkapi SkinSignal Barrier Index
Jakarta: Sudah gonta-ganti skincare karena berharap jerawat cepat pergi, tapi si jerawat malah tetap betah? Situasi seperti ini mungkin bikin kita bertanya-tanya, sebenarnya apa yang terjadi pada kulit?

Selama ini, skincare sering menjadi salah satu hal pertama yang diperhatikan ketika muncul masalah kulit. Mulai dari mengganti sabun wajah, mencoba serum baru, sampai mengikuti berbagai tren perawatan kulit.

Padahal, kondisi kulit tidak hanya berkaitan dengan produk yang digunakan. Ada ekosistem mikroorganisme yang hidup di permukaan kulit dan dikenal sebagai mikrobioma kulit.
 

Mikroorganisme tersebut menjadi bagian dari ekosistem kulit yang kompleks. Karena karakteristik kulit setiap orang berbeda, profil mikrobiomanya pun bisa berbeda.

Perspektif inilah yang coba diperkenalkan Regene Genomics melalui SkinSignal, layanan analisis mikrobioma kulit berbasis DNA.
 

Melihat Kulit dari Sisi yang Berbeda


SkinSignal dirancang untuk memberikan gambaran mengenai profil mikrobioma kulit secara lebih personal berdasarkan sampel yang diperiksa.

Layanan ini menganalisis 14 mikroorganisme, kemudian menyajikan hasilnya melalui konsep The Four Pillars.

Empat kelompok tersebut terdiri dari Barrier-supporting Group, Sebum-adapted Group, Pro-inflammatory Group, dan Fungal Indicator.

Selain itu, hasil analisis juga dilengkapi SkinSignal Barrier Index, yaitu indeks yang dikembangkan berdasarkan metodologi SkinSignal untuk membantu melengkapi interpretasi profil mikrobioma kulit.

Dengan informasi tersebut, pengguna bisa mendapatkan gambaran mengenai profil mikroorganisme pada kulitnya berdasarkan sampel yang diperiksa pada waktu tertentu.

CEO Regene Genomics, Vichi Lestari, mengatakan setiap orang memiliki karakteristik kulit yang berbeda sehingga pendekatan perawatannya tidak selalu bisa disamaratakan.

“Kami percaya bahwa setiap individu memiliki karakteristik kulit yang berbeda, sehingga pendekatan perawatannya pun tidak selalu dapat disamaratakan. Melalui SkinSignal, kami ingin membantu masyarakat mendapatkan perspektif yang lebih personal mengenai mikrobioma kulit melalui informasi berbasis data,” ujar Vichi.
 

Dari DNA ke Mikrobioma


SkinSignal menjadi bagian dari pengembangan Regene Genomics dalam memanfaatkan berbagai jenis data biologis untuk pendekatan kesehatan yang lebih personal.

Sebelumnya, Regene telah mengembangkan sejumlah produk tes DNA yang memberikan insight mengenai berbagai aspek biologis individu, mulai dari kesehatan, nutrisi, kulit, potensi anak, emosi, hingga perencanaan keluarga.

Portofolio tersebut antara lain Prim-O, Health-Y, Cance-R, Nutri-C, Derma-G, Kid-D, Promi-L, dan Emo-Q.

Jika genomik memberikan perspektif mengenai faktor genetik seseorang, analisis mikrobioma memberikan informasi mengenai komunitas mikroorganisme yang hidup pada tubuh.

Keduanya merupakan jenis informasi biologis yang berbeda. Namun, data tersebut dapat menjadi bagian dari pendekatan yang semakin personal dalam memahami kondisi tubuh dan kebutuhan individu.

Dalam konteks kulit, pendekatan ini menawarkan perspektif tambahan. Jadi, ketika skincare yang digunakan belum memberikan hasil seperti yang diharapkan, pembahasan mengenai kulit tidak selalu harus berhenti pada pertanyaan “produk apa yang dipakai?”.
 

Bukan Alat Diagnosis


Meski menawarkan informasi mengenai mikrobioma kulit, SkinSignal bukan alat untuk mendiagnosis penyakit, infeksi, maupun kondisi medis tertentu.

Hasil analisis menggambarkan profil berdasarkan sampel yang diperiksa pada waktu tertentu. Karena itu, hasil tersebut tidak menggantikan pemeriksaan maupun evaluasi medis oleh tenaga kesehatan.

Artinya, bagi seseorang yang mengalami jerawat persisten atau masalah kulit lainnya, hasil analisis mikrobioma sebaiknya dipandang sebagai informasi tambahan, bukan sebagai dasar untuk melakukan diagnosis atau mengganti konsultasi dengan dokter.

Pendekatan ini juga menjadi pengingat bahwa kondisi kulit bisa dipengaruhi berbagai faktor. Skincare memang menjadi salah satu bagian dari rutinitas perawatan, tetapi memahami karakteristik kulit secara lebih menyeluruh juga bisa menjadi pertimbangan.
 

Menuju Kesehatan yang Lebih Personal


Pengembangan SkinSignal menjadi bagian dari visi Regene Genomics untuk membangun ekosistem kesehatan preventif yang menggabungkan berbagai sumber data biologis.

Perusahaan tersebut mengembangkan pendekatan yang mengintegrasikan genomik, analisis biologis, biomarker, mikrobioma, diagnostik, serta teknologi berbasis AI.

Saat ini, Regene menyebut telah memiliki lebih dari 600 genetic insights yang mencakup berbagai aspek, seperti nutrisi, kebugaran, kecantikan, dan kesehatan.

Melalui SkinSignal, mikrobioma menjadi salah satu sumber informasi tambahan yang digunakan untuk melihat karakteristik individu, khususnya dalam konteks kesehatan dan perawatan kulit.

Buat kamu yang selama ini merasa sudah mencoba berbagai produk tetapi masih penasaran dengan kondisi kulit sendiri, pendekatan berbasis data seperti analisis mikrobioma bisa menjadi cara lain untuk mengenal kulit secara lebih personal.

SkinSignal kini tersedia bagi masyarakat di Indonesia. Informasi mengenai layanan, proses pemeriksaan, dan pemesanan dapat diperoleh melalui Regene Genomics.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH