FITNESS & HEALTH
Mitos Katarak Masih Dipercaya? Fix, Kamu Harus Tahu Ini
Yatin Suleha
Minggu 16 Agustus 2026 / 15:14
- Katarak emang masih jadi salah satu masalah penglihatan yang paling sering dialami orang dewasa sampai lansia.
- Tapi, meskipun teknologi kesehatan mata udah canggih banget sekarang, nyatanya masih banyak banget mitos seputar katarak.
- Yuk simak beberapa mitos seputar katarak.
Jakarta: Katarak emang masih jadi salah satu masalah penglihatan yang paling sering dialami orang dewasa sampai lansia. Tapi, meskipun teknologi kesehatan mata udah canggih banget sekarang, nyatanya masih banyak banget mitos seputar katarak yang dipercaya orang-orang.
Mulai dari anggapan keliru kalau katarak bisa sembuh sendiri pakai obat tetes, harus nunggu "matang" dulu baru boleh dioperasi, sampai rasa takut berlebihan kalau operasi katarak itu prosedur yang bahaya banget.
Padahal, lewat podcast KMN EyeCare, Dr. Ricky E. Rooroh, SpM udah ngejelasin kalau berbagai mitos dan anggapan lama itu udah gak relevan lagi sama perkembangan ilmu kedokteran modern saat ini.
Salah satu mitos paling klasik yang sering banget kita dengar adalah anggapan kalau katarak harus dibiarkan sampai "matang" dulu baru bisa dioperasi.
Padahal, menurut Dr. Ricky, sekarang tuh keputusan operasi katarak lebih diliat dari seberapa besar kondisi itu mengganggu kualitas penglihatan dan aktivitas sehari-hari pasien, bukan karena tingkat kematangannya.
Jadi, kalau penglihatan kamu mulai bikin susah buat baca, kerja, atau nyetir, mending langsung konsultasi ke dokter mata buat nentuin waktu penanganan yang pas.
Jangan ditunda-tunda terlalu lama, ya, karena malah bisa bikin aktivitasmu makin terganggu dan nurunin kualitas hidup.

(Lensa mata yang sudah keruh akibat katarak tidak dapat jernih kembali secara total dengan obat apa pun. Satu-satunya cara medis yang efektif untuk menyembuhkan katarak adalah melalui tindakan operasi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Selain urusan mitos waktu operasi, banyak juga orang yang masih takut sama prosedurnya. Padahal, teknologi operasi katarak sekarang udah berkembang pesat banget, jauh lebih presisi dan nyaman dibanding metode zaman dulu.
Bahkan, sekarang udah ada teknologi berbasis laser yang bikin beberapa tahapan operasi jadi makin akurat.
Perkembangan ini pastinya ngebantu banget buat dokter mata bekerja dengan presisi tinggi sekaligus bikin pasien merasa jauh lebih nyaman selama tindakan.
Menurut Dr. Ricky, tantangan terbesar dalam penanganan katarak saat ini tuh bukan cuma soal medisnya aja, tapi karena masih kurangnya pemahaman masyarakat.
Akibat percaya informasi yang gak jelas dasarnya atau takut duluan, banyak pasien yang baru datang berobat pas kondisi penglihatannya udah terlanjur parah.
Makanya, edukasi soal fakta katarak dan operasi modern itu penting banget, sayang. Biar masyarakat gak gampang takut buat periksa mata dan bisa langsung ambil keputusan medis yang tepat sebelum penglihatannya makin mengganggu aktivitas.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Mulai dari anggapan keliru kalau katarak bisa sembuh sendiri pakai obat tetes, harus nunggu "matang" dulu baru boleh dioperasi, sampai rasa takut berlebihan kalau operasi katarak itu prosedur yang bahaya banget.
Padahal, lewat podcast KMN EyeCare, Dr. Ricky E. Rooroh, SpM udah ngejelasin kalau berbagai mitos dan anggapan lama itu udah gak relevan lagi sama perkembangan ilmu kedokteran modern saat ini.
Baca Juga :
Mau Operasi Lasik? Segini Biayanya
1. Mitos katarak yang harus matang dulu
Salah satu mitos paling klasik yang sering banget kita dengar adalah anggapan kalau katarak harus dibiarkan sampai "matang" dulu baru bisa dioperasi.
Padahal, menurut Dr. Ricky, sekarang tuh keputusan operasi katarak lebih diliat dari seberapa besar kondisi itu mengganggu kualitas penglihatan dan aktivitas sehari-hari pasien, bukan karena tingkat kematangannya.
Jadi, kalau penglihatan kamu mulai bikin susah buat baca, kerja, atau nyetir, mending langsung konsultasi ke dokter mata buat nentuin waktu penanganan yang pas.
Jangan ditunda-tunda terlalu lama, ya, karena malah bisa bikin aktivitasmu makin terganggu dan nurunin kualitas hidup.
2. Operasi katarak yang sudah lebih canggih

(Lensa mata yang sudah keruh akibat katarak tidak dapat jernih kembali secara total dengan obat apa pun. Satu-satunya cara medis yang efektif untuk menyembuhkan katarak adalah melalui tindakan operasi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Selain urusan mitos waktu operasi, banyak juga orang yang masih takut sama prosedurnya. Padahal, teknologi operasi katarak sekarang udah berkembang pesat banget, jauh lebih presisi dan nyaman dibanding metode zaman dulu.
Bahkan, sekarang udah ada teknologi berbasis laser yang bikin beberapa tahapan operasi jadi makin akurat.
Perkembangan ini pastinya ngebantu banget buat dokter mata bekerja dengan presisi tinggi sekaligus bikin pasien merasa jauh lebih nyaman selama tindakan.
3. Pentingnya edukasi
Menurut Dr. Ricky, tantangan terbesar dalam penanganan katarak saat ini tuh bukan cuma soal medisnya aja, tapi karena masih kurangnya pemahaman masyarakat.
Akibat percaya informasi yang gak jelas dasarnya atau takut duluan, banyak pasien yang baru datang berobat pas kondisi penglihatannya udah terlanjur parah.
Makanya, edukasi soal fakta katarak dan operasi modern itu penting banget, sayang. Biar masyarakat gak gampang takut buat periksa mata dan bisa langsung ambil keputusan medis yang tepat sebelum penglihatannya makin mengganggu aktivitas.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)