FITNESS & HEALTH

Ini Bahaya Nyata kalau Operasi Katarak Terlalu Lama Diulur

Yatin Suleha
Minggu 20 September 2026 / 13:12
Ringkasnya gini..
  • Tahu gak sih, ternyata katarak itu biang kerok utama kebutaan pada orang usia 50-an ke atas di Indonesia.
  • FYI nih, angka kasus kebutaan akibat katarak di Indonesia udah nyampe 600 ribu–650 ribu orang.
  • Katarak adalah proses degeneratif berupa kekeruhan pada lensa bola mata yang membuat kemampuan penglihatan menurun.
Jakarta: Tahu gak sih, ternyata katarak itu biang kerok utama kebutaan pada orang usia 50-an ke atas di Indonesia. Menurut Kemenkes, persentasenya tinggi banget sampai 81,2%.

FYI nih, angka kasus kebutaan akibat katarak di Indonesia udah nyampe 600 ribu–650 ribu orang. Malahan menurut Survei Kesehatan Indonesia, katarak jadi pemicu disabilitas terbesar ketiga dengan angka 19,2%. 

Parahnya lagi, estimasi Kemenkes nunjukin penambahan kasus baru buta katarak nambah sekitar 0,1% dari populasi, alias ada 250 ribu orang yang kena tiap tahunnya.
   

Haruskah penderita katarak dioperasi?


Dr. Nugraha Adiyasa, SpM, Dokter Spesialis Mata (Oftalmologi) dari KMN EyeCare memaparkan, tidak semua pasien yang didiagnosis katarak perlu segera menjalani operasi. 

Namun, bukan berarti kondisi ini bisa diabaikan atau dibiarkan tanpa pemantauan. Seiring waktu, kekeruhan pada lensa mata akan terus berkembang. 

Lensa dapat menjadi semakin padat sehingga, pada beberapa kasus, prosedur operasi bisa menjadi lebih kompleks dibandingkan jika dilakukan saat katarak belum terlalu lanjut.

katarak adalah
(Katarak adalah proses degeneratif berupa kekeruhan pada lensa bola mata yang membuat kemampuan penglihatan menurun hingga menyebabkan kebutaan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Di sisi lain, penurunan penglihatan juga dapat memengaruhi kualitas hidup. Aktivitas yang sebelumnya terasa sederhana, seperti membaca, memasak, berjalan di tempat yang redup, atau mengenali wajah orang lain, bisa menjadi semakin sulit dilakukan.

Pada kondisi yang sudah sangat lanjut, jika dibiarkan katarak dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi tertentu, seperti peningkatan tekanan di dalam mata akibat perubahan pada lensa dan kebutaan. 
 
Meski tidak semua pasien akan mengalami kondisi ini, risiko tersebut menjadi salah satu alasan mengapa katarak sebaiknya tidak dibiarkan tanpa evaluasi oleh dokter spesialis mata.

Perlu diingat, tujuan operasi katarak bukan hanya mengangkat lensa yang keruh. Yang tidak kalah penting adalah membantu pasien mempertahankan kualitas penglihatan sehingga tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman dan aman.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH