FITNESS & HEALTH

Mengenal Suicide Contagion dalam Perilaku Bunuh Diri

Raka Lestari
Senin 13 September 2021 / 16:00
Jakarta: Menurut Asosiasi Internasional untuk Pencegahan Bunuh Diri, setiap 40 detik seseorang melakukan bunuh diri di seluruh dunia, atau sekitar 800.000 kejadian bunuh diri setiap tahunnya.  

Lebih dari 75 persen kasus bunuh diri terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (IASP 2021). Sementara data P2MKJN 2019 menyatakan di Indonesia terdapat lebih dari 16.000 kasus bunuh setiap tahunnya.

Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si., Psikolog, mengatakan, ”Bunuh diri perlu mendapatkan perhatian, sebab hal ini termasuk fenomena gunung es dimana kejadian yang terlihat jauh lebih sedikit dibanding jumlah kasus sebenarnya."

"Terlebih dalam situasi pandemi ini dimana menurut hasil riset IPK, kami menemukan adanya peningkatan mereka yang mengalami gangguan psikologis, rentan stres, depresi, bahkan terancam bunuh diri,” ujar Dr. Gamayanti, dalam acara 'Peluncuran Website dan Tools Pencegahan Bunuh Diri', pada Sabtu, 11 September 2021.


bunuh diri
(John Ackerman, seorang suicide prevention coordinator di the Center for Suicide Prevention and Research di Nationwide Children's Hospital di Columbus, Ohio mengatakan bahwa ada empat disorder yang sangat berisiko dalam perilaku bunuh diri antara lain bipolar, depresi, psychotic disorders seperti schizophrenia, dan PTSD. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Dr. Sandersan Onie, Peneliti Kesehatan Mental dalam Pencegahan Bunuh Diri, pendiri Emotional Health for All, dan pemrakarsa website Ehfa.id, menjelaskan bahwa berdasarkan penelitiannya, untuk setiap kematian bunuh diri, kemungkinan ada 29 upaya serupa di tempat lain. 

“Upaya bunuh diri dapat menular, khususnya mereka yang berada di sekitar individu yang bunuh diri,” paparnya.

"Untuk penularan memang bisa terjadi, itu dinamakan dengan suicide contagion. Penularan keinginan untuk bunuh diri ini bisa terjadi lewat berita, atau melalui orang yang kita kenal. Dan jika bunuh diri terjadi pada orang yang kita kenal, biasanya akan memiliki dampak yang lebih mendalam," ujar Dr. Sandersan.

Ia juga menambahkan, "Ketika seseorang mendengar berita mengenai bunuh diri maka kemungkinan bisa meningkatkan risiko masyarakat lain untuk melakukan hal yang serupa. Jadi suicide contagion itu bisa memiliki dampak yang cukup besar terhadap seseorang," kata Dr. Sanderson.

“Seseorang yang mengalami krisis berarti berada dalam kondisi stres yang sangat tinggi, situasi berisiko tinggi untuk bunuh diri, tidak dapat fokus atau berpikir terlalu jauh," pungkas Dr. Sandersan.



Hi Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/OVO @Rp50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkedan. Salam hangat.
(TIN)

MOST SEARCH