FITNESS & HEALTH

Mau Punya Banyak Piercing? Jangan Asal Nambah!

A. Firdaus
Kamis 08 Oktober 2026 / 16:11
Ringkasnya gini..
  • Multiple ear piercing perlu disesuaikan dengan anatomi telinga dan proses healing.
  • Piercing cartilage butuh perhatian ekstra karena lebih gampang terganggu tekanan dan gesekan.
  • Aftercare yang tepat penting biar piercing nggak malah berujung iritasi atau infeksi.

Jakarta: Satu tindik di telinga udah terasa terlalu biasa? Nambah helix, conch, tragus, atau forward helix bisa bikin look makin personal. Apalagi kalo beberapa piercing disusun jadi satu kombinasi yang estetik.

Tapi sebelum telinga berubah jadi “galeri anting”, jangan cuma mikirin hasil akhirnya. Setiap piercing tetap bikin luka di kulit, jadi butuh waktu buat healing.

 

Intricate Gold Piercings Macro Portrait

Close-up telinga dengan beberapa piercing. (Foto: AI Generated)

 

Placement nggak bisa asal ikut tren

Bentuk telinga setiap orang beda. Jadi, posisi piercing yang kelihatan cakep di media sosial belum tentu bisa diterapkan persis di telinga kamu.

Association of Professional Piercers (APP), organisasi profesional di bidang piercing, menyarankan konsultasi dengan piercer buat menentukan placement dan jewelry berdasarkan anatomi telinga. Jadi, sebelum bilang “tusuk di sini”, pastikan area tersebut memang cocok.

 

Cartilage butuh ekstra sabar

Piercing di cartilage seperti helix dan conch bisa punya waktu healing yang lebih panjang dibanding lobe. APP menjelaskan piercing bisa kelihatan udah sembuh dari luar, padahal bagian dalamnya masih belum sepenuhnya pulih.

Jadi, jangan buru-buru ganti jewelry cuma karena bagian luarnya udah kelihatan baik. Healing memang nggak bisa di-skip.

 

Hati-hati sama tekanan dan gesekan

Punya beberapa piercing berarti kamu juga perlu lebih aware sama kebiasaan sehari-hari. Bantal, headphone, telepon, sampai rambut yang nyangkut bisa bikin piercing yang masih healing gampang teriritasi.

Menurut APP, tidur langsung di atas cartilage piercing bisa menyebabkan iritasi dan bahkan memengaruhi sudut piercing. Makanya, sebisa mungkin hindari tekanan berulang di telinga selama masa healing.

 


 

Aftercare nggak perlu ribet

Jangan karena takut infeksi, piercing malah dibersihin terus-terusan pakai berbagai produk. APP menyarankan cuci tangan sebelum menyentuh piercing dan menggunakan sterile saline wound wash selama proses healing.

Jewelry juga nggak perlu diputer-puter. APP menyebut rotasi jewelry nggak diperlukan dan malah bisa mengiritasi jaringan yang sedang healing. Produk seperti alkohol dan hydrogen peroxide juga sebaiknya dihindari.

 

Kenali tanda infeksi dan keloid

American Academy of Dermatology (AAD) menyebut piercing yang makin sakit, merah, bengkak, atau mengeluarkan cairan kekuningan bisa menjadi tanda infeksi. Kalo kondisinya nggak cepat membaik, sebaiknya periksa ke dokter kulit.

AAD juga menjelaskan piercing telinga termasuk salah satu pemicu keloid. Risikonya perlu lebih diperhatikan kalo kamu atau anggota keluarga punya riwayat keloid.
 

Jadi, punya banyak piercing boleh banget. Tapi sebelum nambah lubang baru, pastikan placement, healing, dan aftercare-nya udah dipikirin dulu biar hasilnya tetap cakep tanpa drama.


Desi I.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH