FITNESS & HEALTH

Bukan Cuma Saat Sakit, Ini Tren Baru Perawatan Gigi

A. Firdaus
Jumat 06 November 2026 / 13:09
Ringkasnya gini..
  • Dahulu banyak orang mengunjungi dokter gigi hanya ketika mengalami keluhan.
  • Perawatan gigi anak usia 0–12 tahun pun mulai menjadi perhatian.
  • Pasien di wilayah Jabodetabek cenderung menempatkan perawatan restoratif sebagai prioritas kedua.
Jakarta: Perawatan gigi kini mulai bergeser dari sekadar kebutuhan medis menjadi bagian dari gaya hidup sehat atau wellness. Masyarakat, terutama kelompok usia produktif, semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan gigi untuk menunjang kualitas hidup.

CEO Audy Dental, drg. Yulita Bong, mengatakan dahulu banyak orang mengunjungi dokter gigi hanya ketika mengalami keluhan, seperti sakit gigi atau kerusakan yang membutuhkan pencabutan. Bahkan, tidak sedikit yang memiliki trauma masa kecil akibat pengalaman kurang menyenangkan saat menjalani perawatan gigi.

Namun, pola pikir tersebut perlahan berubah. Menurut drg. Yulita, masyarakat kini mulai memahami bahwa kesehatan bukan sekadar kondisi bebas penyakit, tetapi juga tentang kemampuan menjalani hidup dengan lebih baik.
"Wellness itu tentang bagaimana orang ingin sehat. Bukan hanya tidak sakit, tetapi juga memiliki kualitas hidup yang lebih baik," ujar drg. Yulita dalam acara Media Breakfast Gathering & Clinic Tour bersama Audy Dental.

Ia mencontohkan, kesehatan gigi memiliki pengaruh langsung terhadap aktivitas sehari-hari, termasuk menikmati makanan. Gigi yang lengkap dan sehat memungkinkan seseorang mengunyah makanan dengan nyaman, termasuk makanan bertekstur keras seperti steak.

Karena itu, menjaga kesehatan gigi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan kualitas hidup hingga usia lanjut.
 

Keluarga Muda Mulai Peduli Kesehatan Gigi


Drg, Yulita melihat kelompok usia produktif, khususnya keluarga muda, menjadi salah satu kelompok yang semakin memperhatikan kesehatan gigi.

Kesadaran ini juga terlihat dari meningkatnya perhatian orang tua terhadap pengalaman anak saat mengunjungi dokter gigi. Mereka ingin anak-anak memiliki pengalaman yang menyenangkan sejak dini agar tidak membawa trauma yang sama seperti generasi sebelumnya.

Perawatan gigi anak usia 0–12 tahun pun mulai menjadi perhatian. Orang tua ingin membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak kecil sekaligus mengenalkan kunjungan ke dokter gigi sebagai bagian normal dari kehidupan.
 
Audy Dental Kids
Perawatan gigi anak usia 0–12 tahun pun mulai menjadi perhatian. Dok. Ist

Perawatan Preventif Semakin Dibutuhkan


Perubahan lainnya terlihat dari meningkatnya kebutuhan terhadap perawatan gigi preventif. Pasien tidak lagi datang hanya ketika mengalami sakit gigi, tetapi juga untuk melakukan pemeriksaan rutin, membersihkan karang gigi, hingga memperbaiki penampilan senyum.

Menurut drg. Yulita, ada berbagai alasan yang mendorong masyarakat mengunjungi klinik gigi, mulai dari keinginan menjaga kebersihan gigi, memastikan kesehatan gigi anak, hingga meningkatkan kepercayaan diri saat tersenyum.

"Jadi bukan hanya orang datang kalau sakit gigi. Ada banyak hal yang membuat orang sekarang datang, mulai dari ingin membersihkan dan memeriksa gigi sampai ingin memiliki senyum yang lebih baik," jelasnya.

Tren ini menunjukkan bahwa perawatan gigi semakin menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Dengan pemeriksaan dan perawatan secara berkala, masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatan gigi sekaligus mendukung kualitas hidup dalam jangka panjang.
 

Meski Perawatan Preventif Mendominasi, Pola Kebutuhan Restoratif dan Ortodonti Berbeda Antarwilayah  


Dari sisi geografis, perawatan preventif tercatat menjadi prioritas utama di seluruh wilayah layanan Audy Dental, baik Jabodetabek, Bandung dan Karawang, maupun kota-kota lainnya di Jawa dan Bali. Meski demikian, terdapat perbedaan pada pilihan perawatan berikutnya.

Pasien di wilayah Jabodetabek cenderung menempatkan perawatan restoratif sebagai prioritas kedua. Sedangkan pasien di luar Jabodetabek menunjukkan kecenderungan lebih tinggi terhadap perawatan estetika.

Temuan ini menggambarkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan gigi semakin beragam dan dipengaruhi oleh tahapan usia maupun karakteristik wilayah. 

Perawatan gigi tidak lagi semata-mata dilakukan ketika muncul keluhan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan, menunjang penampilan, dan meningkatkan kualitas hidup.

Kondisi ini sekaligus menegaskan pentingnya edukasi kesehatan gigi yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap kelompok usia, serta mendorong masyarakat untuk lebih rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan preventif.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH