FITNESS & HEALTH
Kejar 'Golden Time'! Ini Kunci Biar Penyintas Stroke Bisa Pulih
A. Firdaus
Sabtu 18 April 2026 / 13:11
- Stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis.
- Pasien stroke akibat sumbatan yang mendapatkan penanganan dalam waktu kurang dari 4,5 jam.
- Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada tindakan medis.
Jakarta: Pemulihan pascastroke bukan sekadar soal pengobatan, tetapi juga tentang bagaimana penyintas mendapatkan dukungan emosional, sosial, dan motivasi untuk bangkit. Hal inilah yang diangkat oleh RS Premier Bintaro melalui kegiatan Halal Bihalal dan Gathering Stroke Survivor bertajuk “Stronger than Ever!”.
Acara yang digelar di Ballroom Phoenix, Aviary Hotel Bintaro ini menjadi ruang temu bagi penyintas stroke, keluarga, tenaga medis, hingga komunitas kesehatan untuk saling berbagi pengalaman sekaligus memperkuat semangat pemulihan.
Dokter spesialis neurologi dari RS Premier Bintaro, Meidianie Camellia, menjelaskan bahwa stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otak, baik karena sumbatan maupun perdarahan.
“Stroke menyebabkan sel-sel otak kekurangan oksigen dan berisiko mengalami kerusakan permanen jika tidak segera ditangani,” jelas Meidianie.
Karena itu, kecepatan penanganan menjadi kunci utama. Ia menekankan adanya periode kritis atau golden period, yakni dalam 24 jam pertama sejak serangan terjadi, terutama 4,5 jam awal untuk mendapatkan terapi optimal.
“Pasien stroke akibat sumbatan yang mendapatkan penanganan dalam waktu kurang dari 4,5 jam memiliki peluang lebih besar untuk memulihkan fungsi tubuh secara signifikan,” sambungnya.
Seiring perkembangan teknologi medis, peluang pemulihan pasien stroke kini semakin besar. Jika dulu kerusakan saraf sering dianggap permanen, kini berbagai metode terapi modern mampu membantu pasien memulihkan fungsi tubuh secara bertahap.
Rehabilitasi yang tepat, konsisten, dan dilakukan sedini mungkin menjadi bagian penting dalam proses ini. Tak hanya fisik, pemulihan mental dan kepercayaan diri pasien juga perlu diperhatikan.
Dalam gathering ini, dr. Meidianie juga membagikan wawasan seputar pemulihan pascastroke, termasuk pentingnya rehabilitasi berkelanjutan. Tak hanya itu, peserta juga akan mendengar langsung kisah inspiratif dari pasien yang berhasil melalui proses pemulihan.
Kisah nyata ini diharapkan dapat menjadi sumber motivasi bagi penyintas lain agar tidak menyerah dan tetap optimistis menjalani proses pemulihan.
Acara juga dikemas dengan suasana hangat melalui makan malam bersama dan doorprize, sehingga peserta dapat merasakan dukungan komunitas secara langsung.
CEO RS Premier Bintaro, Relia Sari, turut hadir sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan stroke yang komprehensif.
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga mencakup dukungan emosional, sosial, dan edukasi bagi pasien serta keluarga.
Bagi banyak penyintas stroke, perjalanan pemulihan kerap diwarnai rasa cemas hingga kehilangan kepercayaan diri. Karena itu, kehadiran komunitas dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membantu mereka kembali menjalani kehidupan secara mandiri.
Melalui kegiatan ini, RS Premier Bintaro ingin menegaskan bahwa stroke bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru untuk bangkit—dengan dukungan yang tepat, peluang untuk pulih tetap terbuka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Acara yang digelar di Ballroom Phoenix, Aviary Hotel Bintaro ini menjadi ruang temu bagi penyintas stroke, keluarga, tenaga medis, hingga komunitas kesehatan untuk saling berbagi pengalaman sekaligus memperkuat semangat pemulihan.
Stroke, kondisi darurat yang butuh penanganan cepat
Dokter spesialis neurologi dari RS Premier Bintaro, Meidianie Camellia, menjelaskan bahwa stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otak, baik karena sumbatan maupun perdarahan.
“Stroke menyebabkan sel-sel otak kekurangan oksigen dan berisiko mengalami kerusakan permanen jika tidak segera ditangani,” jelas Meidianie.
Karena itu, kecepatan penanganan menjadi kunci utama. Ia menekankan adanya periode kritis atau golden period, yakni dalam 24 jam pertama sejak serangan terjadi, terutama 4,5 jam awal untuk mendapatkan terapi optimal.
“Pasien stroke akibat sumbatan yang mendapatkan penanganan dalam waktu kurang dari 4,5 jam memiliki peluang lebih besar untuk memulihkan fungsi tubuh secara signifikan,” sambungnya.
Peluang pemulihan kini semakin terbuka
Seiring perkembangan teknologi medis, peluang pemulihan pasien stroke kini semakin besar. Jika dulu kerusakan saraf sering dianggap permanen, kini berbagai metode terapi modern mampu membantu pasien memulihkan fungsi tubuh secara bertahap.
Rehabilitasi yang tepat, konsisten, dan dilakukan sedini mungkin menjadi bagian penting dalam proses ini. Tak hanya fisik, pemulihan mental dan kepercayaan diri pasien juga perlu diperhatikan.
Edukasi dan kisah nyata jadi sumber kekuatan
Dalam gathering ini, dr. Meidianie juga membagikan wawasan seputar pemulihan pascastroke, termasuk pentingnya rehabilitasi berkelanjutan. Tak hanya itu, peserta juga akan mendengar langsung kisah inspiratif dari pasien yang berhasil melalui proses pemulihan.
Kisah nyata ini diharapkan dapat menjadi sumber motivasi bagi penyintas lain agar tidak menyerah dan tetap optimistis menjalani proses pemulihan.
Acara juga dikemas dengan suasana hangat melalui makan malam bersama dan doorprize, sehingga peserta dapat merasakan dukungan komunitas secara langsung.
Komunitas jadi kunci bangkit
CEO RS Premier Bintaro, Relia Sari, turut hadir sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan stroke yang komprehensif.
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga mencakup dukungan emosional, sosial, dan edukasi bagi pasien serta keluarga.
Bagi banyak penyintas stroke, perjalanan pemulihan kerap diwarnai rasa cemas hingga kehilangan kepercayaan diri. Karena itu, kehadiran komunitas dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membantu mereka kembali menjalani kehidupan secara mandiri.
Melalui kegiatan ini, RS Premier Bintaro ingin menegaskan bahwa stroke bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru untuk bangkit—dengan dukungan yang tepat, peluang untuk pulih tetap terbuka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)