FITNESS & HEALTH
Pankreas Bekerja Diam-diam, Kebiasaan Manis Bisa Jadi Beban Jangka Panjang
A. Firdaus
Rabu 14 Januari 2026 / 20:11
Jakarta: Tubuh manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk beradaptasi. Namun, ketika kebiasaan sehari-hari dipenuhi pola makan tinggi gula, minuman manis, makanan olahan, dan jadwal makan yang tidak teratur, pankreas organ vital yang memproduksi insulin untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil harus bekerja lebih keras tanpa kita sadari.
Saat asupan gula berlebihan terjadi terus-menerus, pankreas dipaksa bekerja lebih sering. Masalahnya, kita tidak merasakan 'kelelahan' organ ini tidak ada nyeri, tidak ada sinyal peringatan dini.
Banyak orang baru menyadari adanya gangguan ketika hasil cek gula darah mulai naik atau muncul diagnosis tertentu. Padahal proses tersebut bisa berlangsung bertahun-tahun sebelumnya.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients (MDPI) mengungkapkan bahwa asupan makanan dan status nutrisi memiliki pengaruh langsung terhadap fungsi pankreas. Studi tersebut menunjukkan bahwa pola makan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan pankreas, sementara kebiasaan makan tidak seimbang dan tinggi gula berpotensi memicu gangguan fungsi organ ini dalam jangka panjang.
Gaya hidup modern membuat konsumsi gula menjadi sesuatu yang 'normal', mulai dari kebiasaan minum kopi atau teh manis setiap hari, mengonsumsi camilan tinggi karbohidrat sederhana, pola makan yang tidak teratur hingga berujung makan berlebihan, serta asupan serat dan protein yang sering kali tidak seimbang.
Kondisi ini membuat lonjakan gula darah terjadi berulang kali. Setiap lonjakan berarti pankreas harus bekerja ekstra untuk menurunkannya kembali. Jika dibiarkan terus, kemampuan pankreas menjaga keseimbangan bisa menurun.
Konsep kesehatan yang ideal bukan menunggu sakit lalu mengobati, tetapi merawat organ sejak masih berfungsi normal. Sama seperti kita merawat mesin agar tidak cepat rusak, pankreas pun perlu dijaga sebelum muncul masalah.
Merawat pankreas dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti mengurangi konsumsi gula berlebih, menjaga pola makan yang lebih seimbang, mengatur waktu makan secara teratur, serta menjaga kestabilan gula darah setiap hari.
Langkah-langkah kecil yang konsisten jauh lebih efektif dibanding perubahan drastis saat tubuh sudah memberi 'peringatan'.
Dalam upaya menjaga kestabilan gula darah dan membantu pankreas bekerja lebih optimal, Dianesia dapat dijadikan bagian dari rutinitas harian. Dikonsumsi secara rutin pagi atau malam, Dianesia mendukung tubuh dalam menjaga keseimbangan gula darah, sehingga pankreas tidak harus bekerja berlebihan.
Bagi orang yang masih merasa sehat, kebiasaan ini bukan tentang pengobatan, melainkan pencegahan dan perawatan dini memberi dukungan pada organ vital agar tetap optimal dalam jangka panjang.
Punya komposisi yang bagus, Dianesia sebagai minuman multigrain berbahan alami yang mendukung pencernaan, metabolisme, dan kestabilan gula darah. Kombinasi kacang tanah, kacang almond, dan kacang hijau memberikan energi bertahap, nutrisi penting, serta membantu sensitivitas insulin dan daya tahan tubuh. Beras ketan, oat, dan barley menyediakan karbohidrat yang mudah dicerna dan serat yang memperlambat penyerapan gula, sehingga gula darah tetap stabil dan rasa kenyang lebih lama.
Sedangkan, pati irut menenangkan lambung, sementara susu kambing etawa memberi nutrisi lengkap yang lembut di pencernaan. Berbeda dengan minuman instan yang cepat meningkatkan gula darah dan membebani pankreas, Dianesia melepaskan energi perlahan, menjaga kestabilan gula darah, dan membantu kerja pankreas tetap ringan, mendukung metabolisme sehat dari dalam.
Tidak perlu ragu untuk mengonsumsi Dianesia karena produk ini sudah lulus BPOM dan mendapatkan sertifikat Halal dari MUI. Dianesia bisa didapatkan di e-commerce dengan harga Rp 136.000.
Menjaga pankreas bukan hanya urusan mereka yang sudah memiliki masalah kesehatan. Justru, orang sehatlah yang memiliki kesempatan terbaik untuk melakukan pencegahan. Karena ketika pankreas sudah kelelahan, tubuh baru mulai memberi tanda. Dan saat itu terjadi, sering kali semuanya terasa 'terlambat'.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Saat asupan gula berlebihan terjadi terus-menerus, pankreas dipaksa bekerja lebih sering. Masalahnya, kita tidak merasakan 'kelelahan' organ ini tidak ada nyeri, tidak ada sinyal peringatan dini.
Banyak orang baru menyadari adanya gangguan ketika hasil cek gula darah mulai naik atau muncul diagnosis tertentu. Padahal proses tersebut bisa berlangsung bertahun-tahun sebelumnya.
Pola makan manis dan tidak seimbang: Beban tersembunyi
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients (MDPI) mengungkapkan bahwa asupan makanan dan status nutrisi memiliki pengaruh langsung terhadap fungsi pankreas. Studi tersebut menunjukkan bahwa pola makan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan pankreas, sementara kebiasaan makan tidak seimbang dan tinggi gula berpotensi memicu gangguan fungsi organ ini dalam jangka panjang.
Gaya hidup modern membuat konsumsi gula menjadi sesuatu yang 'normal', mulai dari kebiasaan minum kopi atau teh manis setiap hari, mengonsumsi camilan tinggi karbohidrat sederhana, pola makan yang tidak teratur hingga berujung makan berlebihan, serta asupan serat dan protein yang sering kali tidak seimbang.
Kondisi ini membuat lonjakan gula darah terjadi berulang kali. Setiap lonjakan berarti pankreas harus bekerja ekstra untuk menurunkannya kembali. Jika dibiarkan terus, kemampuan pankreas menjaga keseimbangan bisa menurun.
Merawat organ sebelum sakit: Investasi kesehatan jangka panjang
Konsep kesehatan yang ideal bukan menunggu sakit lalu mengobati, tetapi merawat organ sejak masih berfungsi normal. Sama seperti kita merawat mesin agar tidak cepat rusak, pankreas pun perlu dijaga sebelum muncul masalah.
Merawat pankreas dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti mengurangi konsumsi gula berlebih, menjaga pola makan yang lebih seimbang, mengatur waktu makan secara teratur, serta menjaga kestabilan gula darah setiap hari.
Langkah-langkah kecil yang konsisten jauh lebih efektif dibanding perubahan drastis saat tubuh sudah memberi 'peringatan'.
Dianesia sebagai bagian dari kebiasaan harian
Dalam upaya menjaga kestabilan gula darah dan membantu pankreas bekerja lebih optimal, Dianesia dapat dijadikan bagian dari rutinitas harian. Dikonsumsi secara rutin pagi atau malam, Dianesia mendukung tubuh dalam menjaga keseimbangan gula darah, sehingga pankreas tidak harus bekerja berlebihan.
Bagi orang yang masih merasa sehat, kebiasaan ini bukan tentang pengobatan, melainkan pencegahan dan perawatan dini memberi dukungan pada organ vital agar tetap optimal dalam jangka panjang.
Punya komposisi yang bagus, Dianesia sebagai minuman multigrain berbahan alami yang mendukung pencernaan, metabolisme, dan kestabilan gula darah. Kombinasi kacang tanah, kacang almond, dan kacang hijau memberikan energi bertahap, nutrisi penting, serta membantu sensitivitas insulin dan daya tahan tubuh. Beras ketan, oat, dan barley menyediakan karbohidrat yang mudah dicerna dan serat yang memperlambat penyerapan gula, sehingga gula darah tetap stabil dan rasa kenyang lebih lama.
Sedangkan, pati irut menenangkan lambung, sementara susu kambing etawa memberi nutrisi lengkap yang lembut di pencernaan. Berbeda dengan minuman instan yang cepat meningkatkan gula darah dan membebani pankreas, Dianesia melepaskan energi perlahan, menjaga kestabilan gula darah, dan membantu kerja pankreas tetap ringan, mendukung metabolisme sehat dari dalam.
Tidak perlu ragu untuk mengonsumsi Dianesia karena produk ini sudah lulus BPOM dan mendapatkan sertifikat Halal dari MUI. Dianesia bisa didapatkan di e-commerce dengan harga Rp 136.000.
Menjaga pankreas bukan hanya urusan mereka yang sudah memiliki masalah kesehatan. Justru, orang sehatlah yang memiliki kesempatan terbaik untuk melakukan pencegahan. Karena ketika pankreas sudah kelelahan, tubuh baru mulai memberi tanda. Dan saat itu terjadi, sering kali semuanya terasa 'terlambat'.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)