FITNESS & HEALTH

Jubir Kemenkes: Apa yang Mendasari dan Benarkah Sudah Bebas Lepas Masker?

Mia Vale
Kamis 19 Mei 2022 / 12:05
Jakarta: Presiden Jokowi telah mengeluarkan pernyataan bahwa masyarakat sudah bisa melepas masker kala berada atau berkegiatan di luar ruangan. Tentu pelonggaran protokol kesehatan yang disampaikan pemerintah ini disambut suka cita oleh masyarakat. 

Tapi, ada pula yang bertanya-tanya dan merasa takut untuk berpisah dengan masker yang sudah menjadi 'aksesori' pelindung selama beberapa tahun belakangan ini.

Menanggapi apa yang dikeluarkan oleh pemerintah, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menegaskan bahwa aturan pelonggaran penggunaan masker BUKAN berarti sama sekali tidak menggunakan masker. 

Masker itu tetap digunakan, tetapi kita bisa melepas masker kalau kita ada di ruang terbuka. Di ruang terbuka pun ada syaratnya, yakni yang tidak ada kerumunan atau terjadi desak-desakan.
 
Tak hanya itu, ia mengimbau untuk orang-orang yang rentan seperti lansia, seseorang yang memiliki komorbid, dan anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi tetap dianjurkan menggunakan masker walaupun di ruang terbuka. 


siapa yang masih wajib pakai masker
(Seseorang yang memiliki komorbid dan anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi tetap dianjurkan menggunakan masker walaupun di ruang terbuka. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Faktor yang mendasari


Nadia menjelaskan, ada sejumlah faktor yang mendasari keputusan pemerintah untuk melonggarkan aturan penggunaan masker. Yang pasti kita melihat dari penanganan pandemi covid-19 terus membaik. 

"Artinya angka positif ya cenderung turun, sudah 0,3 persen, angka keterisian tempat perawatan sudah 2 persen, angka kematian juga sudah di bawah angka 20," papar Nadia.

Di sisi lain, angka cakupan vaksinasi yang sudah mendapat dosis pertama mencakup 73 persen dan yang sudah mendapat vaksinasi lengkap, sudah 62,5 persen. Di samping itu sudah 42 juta orang yang sudah mendapat vaksin booster. 

"Setelah 14 hari mudik, pascamudik dan arus balik itu, kita tidak lihat peningkatan kasus yang signifikan, walaupun memang ada beberapa daerah yang terjadi peningkatan kasus itu masih bisa diatasi dan dikendalikan, sehingga tidak ada cluster," jelas Nadia.

(TIN)

MOST SEARCH