End Google Analytics -->
FITNESS & HEALTH

10 Jenis Jamur yang Bisa Dimakan dan Baik untuk Kesehatan

Putri Purnama Sari
Selasa 17 Januari 2023 / 17:44
Jakarta: Jamur adalah jenis tumbuhan yang tersebar luas di berbagai pelosok negeri. Jamur bisa diolah menjadi berbagai hidangan lezat karena rasa dan aromanya yang unik. Jamur dikenal sebagai daging dari dunia sayuran.

Jamur memiliki banyak jenisnya, ada yang bisa dikonsumsi dan tidak. Jamur yang tidak bisa dikonsumsi adalah jenis jamur yang beracun dan berbahaya. Sedangkan jamur yang bisa dikonsumsi adalah jenis jamur yang aman dan tidak beracun.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah jamur yang bisa dimakan.

1. Jamur kancing putih

Jamur kancing putih adalah jamur yang paling umum dan paling banyak tersedia di pasar India. Jamur kancing, juga dikenal sebagai jamur yang dibudidayakan atau champignon (de Paris), memiliki aroma yang kurang intens dibandingkan banyak jenisnya yang lebih eksotis. Jamur ini bisa dimakan mentah atau dimasak dan paling baik digunakan dalam sup, salad, atau pizza. 

2. Jamur jerami padi

Jamur jerami padi pertama kali dibudidayakan di India pada tahun 1940. Jamur jerami padi kaya akan protein, serat, zat besi, vitamin B dan vitamin C, juga memiliki mineral asam folat ekstra, kalium dan tembaga.
 
Baca: 5 Tips Cegah Pertumbuhan Jamur di Rumah

Manfaat kesehatan jamur ini termasuk mengurangi kolesterol dalam sistem pencernaan, memiliki insulin alami yang baik untuk penderita diabetes, mencegah pertumbuhan sel kanker, serta vitamin D-nya memperkuat tulang. Juga mencegah anemia dan baik untuk kesehatan jantung.

3. Jamur portobello

Jamur Portobello merupakan tanaman asli dari padang rumput Eropa dan Amerika Utara. Termasuk salah satu jamur yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Saat muda, jamur portobello biasa dikenal sebagai jamur kancing putih.

Jamur ini mengesankan karena ukuran dan teksturnya yang gemuk serta rasa yang menggugah selera. Mirip dengan varietas lainnya, portobello adalah salah satu sumber alami vitamin D.

4. Jamur tiram

Jamur tiram atau mutiara merupakan salah satu jamur yang bisa dimakan di Indonesia, jamur tiram biasanya banyak dijadikan olahan lezat, mulai dari ditumis maupun digoreng kriuk. Jamur satu ini sangat mudah pula ditemukan di pasaran dengan harga sangat terjangkau, jadi tak heran jika sangat disukai oleh banyak orang.

Jamur ini memiliki bentuk melebar dan besar dengan warna putih agak kusam. Dinamakan tiram karena bentuknya menyerupai cangkang tiram mutiara. Bagian bawahnya berserat halus, teksturnya jika sudah dimasak hampir menyerupai daging ayam.

5. Jamur kuping

Jamur kuping menjadi jamur liar yang mudah ditemukan di berbagai masakan seperti Chinese food, capcay, tumisan, maupun sup. Jamur kuping memiliki bentuk melebar dan sedikit keriting, tidak mempunyai tudung atau payung seperti jamur lainya.

Jika sudah dimasak teksturnya kenyal dan renyah. Warnanya hitam kecoklatan, mudah ditemukan di pepohonan. Khasiatnya sangat bagus untuk membantu mencegah penyumbatan pada pembuluh darah serta mengurangi tekanan darah tinggi.

6. Jamur shitake

Jamur shitake umumnya ada dalam berbagai masakan Jepang seperti shabu-shabu, ramen, dan udon. Mempunyai bentuk seperti payung yang melebar dan bulat, jamur shitake memiliki tekstur yang lembut dengan rasa gurih saat disantap.

Selain rasanya yang enak, jamur shitake juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, antara lain membantu melancarkan peredaran darah, mengontrol kolesterol, meningkatkan imunitas tubuh dan sebagai antioksidan.

7. Jamur enoki

Jamur enoki biasanya diolah sebagai sup atau capcay. Tidak jauh berbeda dengan jamur lainnya, jamur enoki juga diperkaya dengan berbagai nutrisi penting, seperti vitamin B3, vitamin B1, vitamin B5, vitamin B2, folat, kalium, dan juga fosfor.

8. Jamur pom pom

Jamur pom pom atau yang dikenal dengan nama jamur surai singa karena bentuknya yang unik. Dari segi rasa, jamur pom pom memiliki tekstur yang kenyal seperti daging. Salah satu kelebihan jamur ini yaitu kandungan efek antiinflamasi di dalamnya.

Kandungan tersebut diyakini bisa berperan sebagai pelindungi sistem kardiovaskular. Secara tidak langsung, hal itu bisa menghambat metastasis kanker.

9. Jamur porcini

Jenis jamur porcini umumnya dijumpai pada masakan khas Italia. Jamur porcini memiliki rasa sedikit pedas dan aroma yang kuat. Tak hanya dikonsumsi, ekstrak jamur porcini juga diyakini bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

10. Jamur morel

Jenis jamur dengan bentuk fisik mirip shitake ini memiliki rasa sedikit pedas. Jamur ini merupakan jamur liar dan sulit dibudidayakan. Maka tak heran, harganya jualnya pun terbilang mahal.

Jamur morel memiliki beberapa nutrisi penting seperti zat besi, vitamin D, tembaga, mangan, fosfor, seng, dan vitamin B2. Kandungan vitamin D-nya yang tinggi setara dengan setengah kebutuhan vitamin D harian.

Ciri-ciri Jamur yang (tidak bisa) dimakan

1. Jamur beracun biasanya berwarna mencolok
2. Berbau tidak sedap (menyengat)
3. Jamur beracun mudah hancur apabila diraba
4. Jamur beracun memiliki bintik-bintik mencolok di sekitar tudungnya
5. Tumbuh ditempat kotor
 
(WAN)

MOST SEARCH