FITNESS & HEALTH
Mengenal Hypnic Jerk, Kondisi Kaget dan Ingin Terjatuh Saat Tidur
Sandra Odilifia
Selasa 16 Maret 2021 / 08:00
Jakarta: Pernahkah kamu merasa ingin terjatuh saat tidur dan kemudian kaget rasa ingin terbangun? Kondisi ini dikenal dengan hypnic jerks atau sleeps start, dimana ada kontraksi otot tak disengaja yang dialami saat tertidur.
Hypnic jerks sering terjadi dan terjadi secara acak. Penyebab pasti dari kedutan ini belum jelas, tetapi beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinannya. Melansir Times of India, pelajari lebih lanjut tentang hypnic jerks, penyebab, dan cara mengurangi frekuensinya:
Hypnic jerks adalah kedutan tak disengaja pada satu atau lebih otot yang cenderung terjadi saat kamu sedang dalam transisi dari kondisi terjaga ke kondisi tidur. Hypnic jerks adalah jenis gerakan otot tak sadar yang disebut mioklonus. Cegukan adalah bentuk umum lainnya dari mioklonus.
Kekuatan hypnic jerks mungkin berbeda-beda. Beberapa orang mungkin tidak menyadari kedutan, dan mungkin hanya tahu bahwa mereka mengalaminya jika pasangan atau pengasuh memperhatikan gerakan tersebut. Di lain waktu, kejang bisa cukup kuat untuk mengejutkan orang tersebut dan membangunkannya.
Orang mungkin mengalami gejala lain selain hypnic jerks, seperti merasa seolah-olah seperti jatuh, detak jantung cepat, pernapasan cepat, berkeringat, bermimpi tentang jatuh. Namun kamu tak perlu khawatir, karena sensasi ini bukanlah tanda dari kondisi kesehatan yang mendasarinya.
Penulis studi tahun 2016 mencatat bahwa hypnic jerks terjadi secara acak dan memengaruhi pria dan wanita dari segala usia. Para peneliti menemukan bahwa 60 hingga 70 persen orang mengalami hypnik jerks saat mereka akan tertidur.
Dalam kebanyakan kasus, tidak ada penyebab yang jelas dari hipnik jerks, namun ada beberapa teori yang diyakini menjadi penyebabnya, yaitu:
Olahraga menstimulasi tubuh, jadi olah raga di malam hari dapat membuat tubuh lebih sulit untuk rileks pada waktu tidur. Stimulasi berlebih ini dapat menyebabkan hypnic jerks.
Stimulan tubuh dan otak, seperti kafein, nikotin, atau beberapa obat, dapat membuat sulit tidur atau tertidur sepanjang malam. Mereka juga dapat meningkatkan frekuensi hypnic jerks.
Stres tinggi atau perasaan yang sangat cemas dapat membuat kamu sulit untuk rileks dalam persiapan tidur. Otak yang waspada mungkin lebih mudah untuk mengejutkan, sehingga seseorang lebih mungkin untuk bangun ketika terjadi kedutan otot yang tidak disengaja ini.
Pola tidur yang tidak teratur, kurang tidur atau sering mengalami gangguan tidur dapat menyebabkan hypnik jerks.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Hypnic jerks sering terjadi dan terjadi secara acak. Penyebab pasti dari kedutan ini belum jelas, tetapi beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinannya. Melansir Times of India, pelajari lebih lanjut tentang hypnic jerks, penyebab, dan cara mengurangi frekuensinya:
Apa itu hypnic jerks?
Hypnic jerks adalah kedutan tak disengaja pada satu atau lebih otot yang cenderung terjadi saat kamu sedang dalam transisi dari kondisi terjaga ke kondisi tidur. Hypnic jerks adalah jenis gerakan otot tak sadar yang disebut mioklonus. Cegukan adalah bentuk umum lainnya dari mioklonus.
Kekuatan hypnic jerks mungkin berbeda-beda. Beberapa orang mungkin tidak menyadari kedutan, dan mungkin hanya tahu bahwa mereka mengalaminya jika pasangan atau pengasuh memperhatikan gerakan tersebut. Di lain waktu, kejang bisa cukup kuat untuk mengejutkan orang tersebut dan membangunkannya.
Orang mungkin mengalami gejala lain selain hypnic jerks, seperti merasa seolah-olah seperti jatuh, detak jantung cepat, pernapasan cepat, berkeringat, bermimpi tentang jatuh. Namun kamu tak perlu khawatir, karena sensasi ini bukanlah tanda dari kondisi kesehatan yang mendasarinya.
Frekuensi
Penulis studi tahun 2016 mencatat bahwa hypnic jerks terjadi secara acak dan memengaruhi pria dan wanita dari segala usia. Para peneliti menemukan bahwa 60 hingga 70 persen orang mengalami hypnik jerks saat mereka akan tertidur.
Penyebab
Dalam kebanyakan kasus, tidak ada penyebab yang jelas dari hipnik jerks, namun ada beberapa teori yang diyakini menjadi penyebabnya, yaitu:
1. Olahraga
Olahraga menstimulasi tubuh, jadi olah raga di malam hari dapat membuat tubuh lebih sulit untuk rileks pada waktu tidur. Stimulasi berlebih ini dapat menyebabkan hypnic jerks.
2. Stimulan
Stimulan tubuh dan otak, seperti kafein, nikotin, atau beberapa obat, dapat membuat sulit tidur atau tertidur sepanjang malam. Mereka juga dapat meningkatkan frekuensi hypnic jerks.
3. Stres dan kecemasan
Stres tinggi atau perasaan yang sangat cemas dapat membuat kamu sulit untuk rileks dalam persiapan tidur. Otak yang waspada mungkin lebih mudah untuk mengejutkan, sehingga seseorang lebih mungkin untuk bangun ketika terjadi kedutan otot yang tidak disengaja ini.
4. Kebiasaan tidur yang buruk
Pola tidur yang tidak teratur, kurang tidur atau sering mengalami gangguan tidur dapat menyebabkan hypnik jerks.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)