FITNESS & HEALTH

4 Tanda Burnout Menurut Psikolog, Sering Menunda hingga Sulit Tidur

Fatha Annisa
Senin 28 September 2026 / 18:31
Ringkasnya gini..
  • Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik dan emosional akibat stres berkepanjangan yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.
  • Psikolog klinis menyebut empat tanda burnout, mulai dari menjauh dari orang lain hingga lelah tetapi sulit tidur.
  • Burnout dapat diatasi dengan sejumlah cara.
Jakarta: Burnout tidak selalu muncul setelah seseorang merasa benar-benar kelelahan. Kondisi ini bisa berkembang perlahan ketika tubuh dan pikiran terus menghadapi stres tanpa waktu yang cukup untuk beristirahat dan memulihkan diri.
 
Di tengah rutinitas yang padat, tidak sedikit orang yang tetap memaksakan diri untuk bekerja meski mulai kehilangan energi. Alhasil mereka mengalami burnout, yaitu kondisi ketika seseorang mengalami kelelahan fisik dan emosional, yang kemudian memengaruhi pekerjaan, hubungan dengan orang lain, hingga kebiasaan sehari-hari.
 
Psikolog klinis Dr. Julie Smith membagikan empat tanda yang dapat menunjukkan seseorang mulai menuju burnout:
 

1. Mulai Menjauh dari Orang Lain

Salah satu tanda burnout adalah mulai merasa tidak terhubung dengan orang-orang di sekitar. Kondisi ini bisa terlihat dari semakin sering bertengkar dengan pasangan atau teman dan merasa lebih sulit berinteraksi seperti biasanya.
   

2. Sering Menunda Pekerjaan

Prokrastinasi juga dapat menjadi tanda burnout. Menurut Dr. Julie, seseorang yang mengalami burnout bisa mulai menunda tugas-tugas sederhana karena semuanya terasa terlalu berat untuk dilakukan.
 
“Kamu semakin sering menunda-nunda dan bahkan menunda tugas-tugas sekecil apa pun karena kini tugas-tugas itu terasa sangat membebankan,” ujar Dr. Julie, dikutip dari Hindustan Times, Senin, 28 September 2026.
 

3. Mengabaikan Diri Sendiri

Saat mengalami burnout, perhatian terhadap diri sendiri juga dapat berkurang. Seseorang mungkin tidak lagi memiliki keinginan untuk berolahraga, menjaga pola makan, tidur dengan cukup, atau bersosialisasi seperti biasanya.
 
“(ketika burnout) Kamu tidak lagi merasa ingin berolahraga atau bahkan bersosialisasi seperti dulu,” jelasnya.
 

4. Merasa Lelah tetapi Sulit Tidur

Burnout tidak hanya menyebabkan kelelahan fisik, tetapi juga kelelahan emosional. Dr. Julie menggambarkannya sebagai kondisi ketika seseorang merasa “tired but wired”, yakni tubuh terasa lelah tetapi pikiran tetap aktif sehingga sulit tidur pada malam hari.
   

Cara Mengatasi Burnout

Sobat Medcom tidak perlu khawatir karena Burnout bukan suatu kondisi yang tidak bisa diatasi. Ada sejumlah tips yang bisa dilakukan untuk membantu keluar dari kondisi burnout, seperti menentukan prioritas.
 
“Seringkali, kita merasa wajib mengatakan ‘ya’ pada setiap permintaan atau kesempatan. Ketika kesehatan kita dipertaruhkan, itu adalah alasan yang cukup kuat untuk melatih diri dalam menolak hal-hal yang bukan prioritas mutlak,” ujar Dr. Julie.
 
Prioritaskan lah hal-hal mendasar seperti tidur, mengonsumsi makanan sehat, hidrasi, olahraga, dan bersosialisasi karena semua ini merupakan bagian dari perawatan diri. Terakhir, pertimbangkan mencari dukungan dari orang tepercaya atau tenaga profesional jika kondisi tersebut mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(PRI)

MOST SEARCH