Pikiran yang tadinya tenang mendadak dipenuhi bayangan tumpukan pekerjaan, tenggat waktu, dan rutinitas esok hari. Rasa cemas di penghujung akhir pekan ini dikenal dengan sebutan Sunday Scaries.
Banyak orang mengira perasaan ini hanya rasa malas menjelang hari Senin. Padahal, ada penjelasan psikologis dan biologis di baliknya, yaitu cara otak merespons stres.
Lantas, apa sebenarnya Sunday Scaries dan apa saja penyebabnya? Yuk simak penjelasannya berikut ini:
Apa Itu Sunday Scaries?
Mengutip laman lm.psikologi.ugm.ac.id, Sunday Scaries atau Monday Blues adalah anticipatory anxiety, yaitu rasa cemas terhadap sesuatu yang belum terjadi. Perasaan cemas, khawatir, gelisah, atau takut ini muncul di hari Minggu karena membayangkan apa yang akan terjadi pada hari Senin atau sepanjang minggu.Kecemasan ini biasanya berfokus pada hal yang tidak bisa kita kendalikan. Contohnya, khawatir macet, bingung memilih baju untuk besok, atau membayangkan tugas kantor yang menumpuk.
Fenomena ini dialami banyak orang di seluruh dunia. Studi LinkedIn melaporkan 78 persen pekerja milenial dan Gen Z rutin merasa cemas di malam Minggu.
Mengapa Otak Merasa Terancam?
Secara ilmiah, Sunday Scaries bukan sekadar rasa malas, melainkan hasil kerja sistem saraf dan pertahanan tubuh (fight or flight). Peneliti Stephen Porges menjelaskan sistem saraf otonom terus mencari tanda bahaya di sekitar.Otak salah mengira email dari atasan sebagai bahaya sungguhan, seperti ancaman di alam liar. Bagian otak yang bekerja seperti alarm (amigdala) bereaksi lebih cepat daripada bagian otak yang berpikir logis (korteks prefrontal). Karena itu, saat kita ingin berhenti memikirkan pekerjaan, hormon stres sudah telanjur mengalir dan rasa cemas pun terasa nyata.
Mengapa Hari Minggu Terasa Lebih Berat?
Dibandingkan hari libur lainnya, hari Minggu terasa lebih berat karena tiga alasan utama:1. Loss Aversion (Rasa Kehilangan)
Hari Minggu adalah hari terakhir sebelum akhir pekan selesai, sehingga otak menganggapnya sebagai hari kehilangan kebebasan. Rasa kehilangan terasa sekitar dua kali lebih buruk daripada rasa senang, sehingga seseorang seperti sedang "berduka" karena waktu santainya berakhir.2. Keterlibatan Semu (Partial Engagement)
Banyak orang tanpa sadar memikirkan pekerjaan di hari Minggu tanpa benar-benar bekerja. Misalnya, mengecek email "sekadar melihat" atau memikirkan percakapan sulit yang dihindari, sehingga saraf terus dalam keadaan siaga.3. Burnout
Burnout adalah kelelahan psikis akibat rutinitas kerja yang menumpuk. Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah merasakan emosi negatif saat harus kembali bekerja.Tips Mengatasi Sunday Scaries
Meskipun menjadi reaksi pertahanan alami tubuh, ada beberapa cara praktis untuk meredakan kecemasan ini dan menikmati sisa akhir pekan dengan tenang, antara lain:1. Terapkan Batasan Waktu (Sunday Cutoff)
Hentikan kebiasaan memikirkan pekerjaan sedikit demi sedikit di hari Minggu. Tinjau tugas pada Jumat sore atau Minggu pagi, tulis tiga hal terpenting, lalu tutup urusan pekerjaan sepenuhnya agar rasa cemas berhenti berulang.2. Lakukan Istirahat Aktif (Active Rest)
Daripada hanya menggulir layar ponsel, pilih kegiatan yang benar-benar meredakan stres. Contohnya jalan kaki 20 menit, memasak, atau hobi kreatif agar pikiran teralihkan dari pekerjaan.3. Siapkan Sunday Anchor
Jadwalkan kegiatan yang spesifik dan menyenangkan di Minggu malam, misalnya memasak pasta favorit sambil menonton serial kesukaan. Dengan begitu, otak punya hal positif untuk dinantikan.4. Tuliskan Beban Pikiran dalam To-Do List dan Worry Log
Menuangkan ide dan kecemasan ke atas kertas terbukti membantu meredakan anticipatory anxiety. Cara ini juga menyiapkan pikiran untuk awal minggu.5. Relaksasi Fisik
Lakukan kegiatan yang membuat tubuh rileks, seperti mandi air hangat, membaca buku, mendengarkan musik, atau meditasi.Sunday Scaries adalah reaksi otomatis sistem saraf yang sebenarnya bisa dilatih kembali. Dengan langkah yang tepat, kita tidak perlu menghabiskan akhir pekan hanya untuk mencemaskan hari esok.
Sobat Medcom, itulah informasi lengkap mengenai Sunday Scaries dan cara mengatasinya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)