FITNESS & HEALTH

Makan Gratis MBG Tapi Gak Zonk, Wamenkes Benny Jamin Kualitasnya!

Yatin Suleha
Kamis 23 April 2026 / 07:05
Ringkasnya gini..
  • Kemarin (20/4), Wamenkes Benny mampir ke SKh Negeri 01 Tangerang Selatan buat lihat langsung gimana jalannya MBG.
  • Ia senang banget lihat kolaborasi Grab dan Ovo yang tetap konsisten jalanin program ini.
  • Menurutnya, kerja sama kayak gini penting banget buat mastiin anak-anak kita dapet asupan yang berkualitas setiap harinya.
Jakarta: Kemarin (20/4), Wamenkes Benny mampir ke SKh Negeri 01 Tangerang Selatan buat lihat langsung gimana jalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Ia senang banget lihat kolaborasi Grab dan Ovo yang tetap konsisten jalanin program ini. Menurutnya, kerja sama kayak gini penting banget buat mastiin anak-anak kita dapet asupan yang berkualitas setiap harinya.

Program MBG ini memperkuat aspek keamanan pangan melalui mekanisme inspeksi rutin dan pemanfaatan Command Center berbasis kecerdasan buatan (AI). 

Implementasi mencakup pengawasan menyeluruh, mulai dari mitra UMKM penyedia makanan, sekolah penerima manfaat, hingga pusat kendali distribusi di Grab Support Office Poins Square.
 
Wamenkes Benny menilai inisiatif ini berhasil menjaga standar kelayakan secara konsisten selama satu tahun berjalan. 

“Kami melihat kualitas makanan yang disajikan sangat luar biasa; anak-anak menikmati dengan lahap dan kebersihannya sangat terjaga. Hal paling membanggakan adalah konsistensi program ini, di mana tidak pernah ada laporan gangguan kesehatan atau keracunan makanan,” ujar Wamenkes Benny.

Kunjungan ini bertujuan memastikan standar kualitas pada proses pembuatan dan sistem pengawasan tetap dipertahankan. Di SKh Negeri 01 Tangsel, program menyasar 187 siswa berkebutuhan khusus dengan penyajian adaptif, seperti penyesuaian tekstur makanan serta pembatasan gluten dan MSG.

Dalam skala nasional, Kemenkes bertindak sebagai leading sector dalam menetapkan standar gizi dan keamanan pangan program MBG. Kemenkes menyusun standar menu yang mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang dan Angka Kecukupan Gizi (AKG).


(Program MBG ini memperkuat aspek keamanan pangan melalui mekanisme inspeksi rutin dan pemanfaatan Command Center berbasis kecerdasan buatan (AI). Foto: Ilustrasi/Dok. AI)

Guna mencegah kontaminasi, pengawasan dilakukan melalui Inspeksi Kesehatan Lingkungan secara berjenjang di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Kemenkes juga masif meningkatkan kapasitas SDM; sepanjang Maret 2025 hingga Maret 2026, sebanyak 213.344 penjamah pangan telah mengikuti kursus keamanan pangan daring.

Pada kesempatan yang sama, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memastikan setiap makanan yang disalurkan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga melewati proses kebersihan yang ketat di setiap tahapannya.

"Melalui dukungan teknologi AI dan pemantauan terpusat di Command Center, kami dapat memantau proses secara real-time untuk menjaga konsistensi kualitas, higienitas, serta transparansi, sehingga makanan yang diterima anak-anak tetap aman dan dapat dipercaya," lanjut Neneng.
 
Selain itu, pada Februari 2026, sebanyak 212 peserta lulus sebagai Fasilitator Penjamah Pangan dan 6.219 Kepala serta Ahli Gizi SPPG juga telah menyelesaikan program peningkatan kapasitas serupa.

Upaya ini dibarengi percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) oleh dinas kesehatan setempat. Data Kemenkes per 18 April 2026 menunjukkan 13.956 SPPG (52,69% dari total 26.489 unit operasional di 37 provinsi) telah memiliki SLHS sebagai jaminan mutu keamanan pangan siap saji bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH