FITNESS & HEALTH

Ini Faktor Penting dalam Penanganan Stroke

A. Firdaus
Sabtu 05 November 2022 / 14:10
Jakarta: Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) stroke merupakan penyakit penyebab kematian tertinggi kedua di dunia pada 2015, dan penyebab kematian tertinggi di Indonesia terjadi pada 2014.

Sementara itu, prevalensi stroke di Indonesia pada 2018 dilihat berdasarkan diagnosis dokter. Di antarannya penduduk usia di atas 15 tahun sebesar (10,9%) atau diperkirakan sebesar 2.120.362 orang.

Berdasarkan pemaparan dr. Sukono Djojoatmodjo, Sp.N selaku ketua tim Stroke Unit Rumah Sakit Premier Jatinegara (RSPJ), faktor waktu sangat penting untuk penanganan stroke, waktu yang berlarut pada penanganan stroke akan mengakibatkan makin banyak kerusakan yang akan di jumpai pada stroke.

"Jika makin banyak kerusakan yang dijumpai akibat stroke maka otomatis akan meningkatkan kecacatan akibat stroke. Pada stroke jenis sumbatan, jika dapat ditangani di bawah 4,5 jam dari saat serangan akan baik sekali hasilnya sehingga kecacatan seminimal mungkin atau bahkan bisa sembuh secara sempurna," kata dr. Sukono.

Dalam penanganan stroke dibutuhkan faktor penunjang diagnostik radiologis yaitu CT scan atau MRI untuk dapat membedakan jenis stroke sumbatan atau pendarahan, karena penanggulangannya berbeda.

"Di RSPJ kami telah memiliki fasilitas lebih canggih dengan pemeriksaan CT angiography dan tindakan trombektomi dengan menggunakan teknik DSA (Digital Substracting Angiography). Ruangan stroke kami dilengkapi dengan monitoring dan perawat mahir stroke. Tim kami bekerja tanpa henti 24 jam dan 7 hari dalam seminggu," ungkap dr. Sukono.

"Untuk itu saya berterima kasih kepada seluruh tim atas kerja baik dengan dedikasi yang tinggi, pencapaian ini adalah untuk Tim Stroke Unit RSPJ," tambah dr. Sukono.


RSPJ mendapatkan penghargaan Diamond World dari WSO. (Foto: Istimewa)

Atas dasar itulah, RSPJ telah empat kali meraih penghargaan dari World Stroke Organization (WSO) dalam penanganan stroke di Indonesia. Pada 2019 meraih platinum award, 2020 meraih gold dan platinum award dan pada tahun ini dengan komitmen dari tim Stroke Unit RSPJ mendapatkan penghargaan tertinggi yaitu Diamond Award.

"Pencapaian ini merupakan sebuah kesunguhan yang telah secara berulang dibuktikan oleh tim dari Stroke Unit RSPJ," ujar dr. Susan Ananda selaku CEO dari RSPJ.

"Kami juga secara terus menerus berupaya untuk memberikan edukasi terhadap pencegahan stroke di Indonesia, dan memberikan penanganan pertama jika terkena stroke. Karena semakin cepat ditangani hasilnya akan semakin optimal," pungkasnya.

RSPJ telah mendirikan Stroke Unit sejak 2009 dalam memerangi penyakit stroke di Indonesia dengan memberikan perawatan stroke secara komprehensif. Penghargaan diamond award ini sebagai sebuah pencapaian dari komitmen tersebut.

Perlu diketahui, rumah sakit wajib memberikan laporan perawatan kepada komite WSO dengan kualifikasi keberhasilan penanganan stroke diatas 90% dan insiden di bawah 25% untuk mendapatkan diamond award. Selain itu Stroke Unit RSPJ juga memiliki pencapaian zero dekubitus (luka akibat tekanan di kulit karena posisi tubuh tidak berganti dalam waktu yang lama) pada seluruh perawatan stroke di RSPJ.
(FIR)

MOST SEARCH