FITNESS & HEALTH
Pramono Anung Join JRF 2026, Nama Jakarta Makin Diakui di Kancah Internasional
Yatin Suleha
Senin 26 Oktober 2026 / 06:05
- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, gercep melepas ribuan peserta kategori Full Marathon (FM) dan 10K di ajang Jakarta Running Festival (JRF) 2026.
- Acara ini dihadiri sekitar 37.000 pelari dari 48 negara.
- Event ini menunjukkan Jakarta semakin dipercaya sebagai tuan rumah ajang lari internasional,” ujar Pramono Anung.
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, gercep melepas ribuan peserta kategori Full Marathon (FM) dan 10K di ajang Jakarta Running Festival (JRF) 2026 yang digelar di Jalan APEC, Pintu 7 kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (25/10) pagi.
Enggak cuma sebatas membuka acara, ia juga langsung pasang sepatu lari dan ikut join di kategori 10K bareng ribuan pelari lainnya.
Menurut Pramono, kehadiran sekitar 37.000 pelari dari 48 negara—termasuk lebih dari 1.000 pelari internasional—jadi bukti nyata kalau kepercayaan dunia internasional ke Jakarta sebagai tuan rumah acara olahraga kelas dunia makin meroket naik.
“Hari ini saya mengikuti Jakarta Running Festival 2026 kategori 10K. Event ini menunjukkan Jakarta semakin dipercaya sebagai tuan rumah ajang lari internasional,” ujarnya dikutip dari lama resmi Pemprov DKI Jakarta.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bener-bener all out ngedukung gelaran Jakarta Running Festival (JRF) 2026.
Biar seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan bikin para pelari makin nyaman, beragam fasilitas keren pun disiapin.
Salah satunya, para peserta bisa nikmatin layanan transportasi publik gratis pada 24–25 Oktober 2026 cuma dengan nunjukin race pack, nomor dada (bib), atau jersey resmi mereka.
Enggak cuma itu, MRT Jakarta juga ikut gercep dengan majuin jam operasionalnya jadi mulai pukul 03.00 WIB pagi.
Langkah ini efektif banget buat membantu peserta nyampe lokasi start lebih awal sekaligus memangkas potensi penumpukan lalu lintas di sekitaran GBK.
Dari lini kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta enggak mau main-main. Mereka menyiagakan fasilitas medis di 31 rumah sakit umum daerah (RSUD), 44 puskesmas, plus 292 puskesmas pembantu.
Sepanjang rute lari juga disiapin armada ambulans dan tim medis terlatih yang siap standby kalau ada situasi darurat.
Uniknya lagi, demi bikin napas dan suhu tubuh para pelari tetap nyaman, Pemprov DKI sampai ngegelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan nyemprotin kabut air (water mist) di beberapa titik ruas jalan yang dilalui lintasan lari.
Melihat euforia yang begitu hangat, Gubernur Pramono Anung mengapresiasi banget antusiasme warga Jakarta yang terus nyemangatin para peserta di sepanjang rute.
Menurutnya, sorak-sorai dan interaksi manis sama masyarakat inilah yang bikin pengalaman lari di JRF 2026 terasa makin memorable buat para peserta.
“Sungguh sangat menikmati, karena di sepanjang jalan banyak sekali warga yang meminta foto serta mengucapkan terima kasih,” katanya.
Gubernur Pramono menambahkan, penyelenggaraan JRF 2026 menjadi momentum bagi Jakarta untuk meningkatkan standar pelaksanaan ajang olahraga internasional.
Kategori Half Marathon JRF telah meraih status World Athletics Gold Label, yang mensyaratkan penyelenggaraan sesuai standar internasional.
Karena itu, seluruh pihak harus mematuhi ketentuan lomba, termasuk batas waktu penyelesaian (cut-off time). Ketentuan tersebut merupakan bagian dari standar internasional untuk menjaga kualitas dan profesionalisme kompetisi.
“Half Marathon JRF 2026 sudah berstatus World Athletics Gold Label, sehingga aturannya memang ketat. Ini bukan dibuat oleh panitia lokal, melainkan standar internasional," katanya.
"Melalui capaian penting ini, Jakarta memiliki modal kuat untuk terus meningkatkan standar penyelenggaraan hingga mampu menjadi tuan rumah ajang lari kelas dunia yang lebih besar di masa mendatang,” beber Pramono lagi.
Apresiasi publik disampaikan Fakhrul (33), pelari asal Jakarta Barat. Menurutnya, penyelenggaraan lomba berlangsung tertib, terutama dalam sterilisasi jalur dan penyediaan fasilitas pendukung bagi peserta.
“Alhamdulillah sangat rapi dan tertib. Akses transportasi gratis dan penyediaan water station di rute sangat membantu para pelari. Semoga event seperti ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya di tahun-tahun mendatang,” tutur Fakhrul.
(TIN)
Enggak cuma sebatas membuka acara, ia juga langsung pasang sepatu lari dan ikut join di kategori 10K bareng ribuan pelari lainnya.
Menurut Pramono, kehadiran sekitar 37.000 pelari dari 48 negara—termasuk lebih dari 1.000 pelari internasional—jadi bukti nyata kalau kepercayaan dunia internasional ke Jakarta sebagai tuan rumah acara olahraga kelas dunia makin meroket naik.
“Hari ini saya mengikuti Jakarta Running Festival 2026 kategori 10K. Event ini menunjukkan Jakarta semakin dipercaya sebagai tuan rumah ajang lari internasional,” ujarnya dikutip dari lama resmi Pemprov DKI Jakarta.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bener-bener all out ngedukung gelaran Jakarta Running Festival (JRF) 2026.
Biar seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan bikin para pelari makin nyaman, beragam fasilitas keren pun disiapin.
Salah satunya, para peserta bisa nikmatin layanan transportasi publik gratis pada 24–25 Oktober 2026 cuma dengan nunjukin race pack, nomor dada (bib), atau jersey resmi mereka.
Enggak cuma itu, MRT Jakarta juga ikut gercep dengan majuin jam operasionalnya jadi mulai pukul 03.00 WIB pagi.
Langkah ini efektif banget buat membantu peserta nyampe lokasi start lebih awal sekaligus memangkas potensi penumpukan lalu lintas di sekitaran GBK.
Tim medis siaga penuh, cuaca disulap jadi lebih 'adhem..'
(“Half Marathon JRF 2026 sudah berstatus World Athletics Gold Label, sehingga aturannya memang ketat. Ini bukan dibuat oleh panitia lokal, melainkan standar internasional," kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Foto: Dok. Istimewa)
Dari lini kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta enggak mau main-main. Mereka menyiagakan fasilitas medis di 31 rumah sakit umum daerah (RSUD), 44 puskesmas, plus 292 puskesmas pembantu.
Sepanjang rute lari juga disiapin armada ambulans dan tim medis terlatih yang siap standby kalau ada situasi darurat.
Uniknya lagi, demi bikin napas dan suhu tubuh para pelari tetap nyaman, Pemprov DKI sampai ngegelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan nyemprotin kabut air (water mist) di beberapa titik ruas jalan yang dilalui lintasan lari.
Warga Jakarta ramah-ramah, bikin pelari makin semangat
Melihat euforia yang begitu hangat, Gubernur Pramono Anung mengapresiasi banget antusiasme warga Jakarta yang terus nyemangatin para peserta di sepanjang rute.
Menurutnya, sorak-sorai dan interaksi manis sama masyarakat inilah yang bikin pengalaman lari di JRF 2026 terasa makin memorable buat para peserta.
“Sungguh sangat menikmati, karena di sepanjang jalan banyak sekali warga yang meminta foto serta mengucapkan terima kasih,” katanya.
Gubernur Pramono menambahkan, penyelenggaraan JRF 2026 menjadi momentum bagi Jakarta untuk meningkatkan standar pelaksanaan ajang olahraga internasional.
Kategori Half Marathon JRF telah meraih status World Athletics Gold Label, yang mensyaratkan penyelenggaraan sesuai standar internasional.
Karena itu, seluruh pihak harus mematuhi ketentuan lomba, termasuk batas waktu penyelesaian (cut-off time). Ketentuan tersebut merupakan bagian dari standar internasional untuk menjaga kualitas dan profesionalisme kompetisi.
“Half Marathon JRF 2026 sudah berstatus World Athletics Gold Label, sehingga aturannya memang ketat. Ini bukan dibuat oleh panitia lokal, melainkan standar internasional," katanya.
"Melalui capaian penting ini, Jakarta memiliki modal kuat untuk terus meningkatkan standar penyelenggaraan hingga mampu menjadi tuan rumah ajang lari kelas dunia yang lebih besar di masa mendatang,” beber Pramono lagi.
Apresiasi publik disampaikan Fakhrul (33), pelari asal Jakarta Barat. Menurutnya, penyelenggaraan lomba berlangsung tertib, terutama dalam sterilisasi jalur dan penyediaan fasilitas pendukung bagi peserta.
“Alhamdulillah sangat rapi dan tertib. Akses transportasi gratis dan penyediaan water station di rute sangat membantu para pelari. Semoga event seperti ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya di tahun-tahun mendatang,” tutur Fakhrul.
(TIN)