FITNESS & HEALTH

Kesemutan Bisa Jadi Tanda Awal Gangguan Saraf Tepi, Ini Solusinya

Aulia Putriningtias
Rabu 19 Agustus 2026 / 14:16
Ringkasnya gini..
  • Saraf tepi sendiri merupakan saraf yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang dengan berbagai bagian tubuh.
  • Jaringan ini membawa rasa sentuhan, panas, dingin, dan nyeri, sekaligus meneruskan perintah untuk bergerak.
  • Gangguan saraf tepi biasanya dimulai dari merasakan baal dan kesemutan.
Jakarta: Apakah kamu pernah merasakan kesemutan yang tidak wajar? Hati-hati, bisa jadi tanda awal gangguan saraf tepi. Kenapa?

Saraf tepi sendiri merupakan saraf yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang dengan berbagai bagian tubuh. Jaringan ini membawa rasa sentuhan, panas, dingin, dan nyeri, sekaligus meneruskan perintah untuk bergerak.

Menurut Kepala Staf Medik Funasional Neuroscience Siloam Hospitals TB Simatupang - Dr. dr. Ferry Senjaya, Sp.BS, IFAANS, gangguan saraf tepi biasanya dimulai dari merasakan baal dan kesemutan.

Kemudian ada rasa seperti tersetrum, kelemahan atau gangguan gerak pada area leher, bahu, lengan, tangan, maupun tungkai atau kaki.

"Keluhan pada saraf tepi memerlukan pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan cedera saraf. Sebab gangguan saraf tepi dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk beraktivitas dan hidup mandiri," kata dr. Ferry dalam diskusi media mengenai Peripheral Nerve Surgery bersama Siloam Hospitals TB Simatupang, Rabu, 19 Agustus 2026.

Pada cedera saraf, waktu diagnosis dan rujukan menjadi sangat penting untuk pasien. Keterlambatan diagnosis dan referral masih menjadi salah satu hambatan dalam penanganan cedera saraf perifer, sementara cedera saraf bersifat kompleks dan time-sensitive.
 

Hadirkan prosedur Peripheral Nerve Surgery untuk mengobati gangguan saraf tepi


Anesthesioloaist and Acute Pain Services Leader Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Andreas Willianto, Sp.An-TI, menjelaskan bahwa pada tindakan bedah saraf perifer/tepi tertentu yang relatif tidak kompleks dan membutuhkan komunikasi serta umpan balik dari pasien selama operasi.

Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah Conscious Sedation. Dengan teknik ini, pasien berada dalam kondisi rileks dan nyaman. Selama prosedur, kondisi pasien dipantau secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Kepala Departemen Rehabilitasi Medik Siloam Hospitals TB Simatupang - Dokter Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi, dr Theresia D. Arini, SpKFR mengatakan bahwa penanganan nyeri, ada berbagai modalitas yang dapat diberikan sesuai kebutuhan pasien.

"Rehabilitasi medik bertujuan mempertahankan kemampuan yang masih baik dan melatih kembali fungsi yang menurun. Program dapat berupa latihan gerak, penguatan, pengelolaan nyeri, dan latihan aktivitas sehari-hari," jelasnya.


Peripheral Nerve Surgery sendiri terintegrasi yang melibatkan dokter spesialis bedah saraf, anestesiologi dan terapi intensif, dan kedokteran fisik & rehabilitasi guna mendukung penanganan yang lebih komprehensif, aman, dan berorientasi pada pemulihan pasien.

Peripheral Nerve Surgery ini tetap menempatkan pasien sebagai pusat layanan atau patient-centered care, dengan perhatian utama pada keselamatan, fungsi saraf, dan kualitas hidup pasien. 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH