FITNESS & HEALTH
Bau Mulut dan Gigi Sensitif Bisa Ganggu Percaya Diri, Tren Oral Beauty Mulai Dilirik
A. Firdaus
Rabu 26 Agustus 2026 / 14:14
- Bau mulut dan gigi sensitif bisa mengganggu kenyamanan hingga kepercayaan diri. Kenali tren oral beauty dan perawatan gigi berbasis bahan aktif.
- 62 persen responden mengalami frekuensi gigi sensitif yang tinggi.
- Perawatan gigi kini tak lagi sekadar urusan menjaga kebersihan.
Jakarta: Kehidupan kaum urban yang serba cepat ternyata tak hanya berpengaruh pada tingkat stres, tetapi juga bisa ikut mengubah kebiasaan makan dan perawatan diri. Salah satu tren yang banyak dijalani adalah pola makan tinggi protein.
Di balik manfaatnya, pola hidup tersebut perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan mulut. Sebab, stres dan pola makan tertentu dapat membuat kondisi mulut menjadi lebih rentan terhadap masalah seperti bau mulut atau halitosis.
Saat stres, produksi air liur dapat berkurang sehingga mulut terasa lebih kering. Ditambah sisa makanan dari pola makan tinggi protein, kondisi tersebut dapat mendukung pertumbuhan bakteri di dalam mulut.
Bakteri kemudian menghasilkan senyawa Volatile Sulfur Compounds (VSCs), termasuk hidrogen sulfida (H₂S) dan metil merkaptan (CH₃SH), yang menjadi salah satu penyebab bau mulut.
Masalah ini ternyata cukup umum. Data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI yang dikutip dalam rilis menyebutkan, halitosis ditemukan pada 28,6 persen masyarakat.
Masalah kesehatan mulut lainnya yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari adalah gigi sensitif.
Studi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia dan IQVIA pada 2024 yang dikutip dalam rilis menyebutkan 62 persen responden mengalami frekuensi gigi sensitif yang tinggi.
Tak berhenti pada rasa ngilu, kondisi tersebut juga bisa memengaruhi kenyamanan saat bersosialisasi. Sebanyak 86 persen penderita mengaku merasa cemas terhadap rasa sakit ketika makan.
Alhasil, sebagian orang memilih menghindari makanan tertentu, bahkan tidak nyaman ketika harus menghadiri acara bersama orang lain.
Situasi ini turut mendorong perubahan cara masyarakat memandang perawatan gigi. Menyikat gigi secara rutin tetap penting, tetapi konsumen kini semakin memperhatikan kandungan aktif dalam produk perawatan mulut sesuai kebutuhan.
Tren tersebut dikenal sebagai skinification, yakni penggunaan bahan aktif yang lebih spesifik seperti halnya dalam produk perawatan kulit.
Konsep serupa kini mulai masuk ke dunia perawatan gigi atau yang disebut oral beauty. Pendekatan ini tidak sekadar mengandalkan sensasi mint untuk memberikan kesan segar, tetapi berusaha menargetkan masalah tertentu melalui formulasi bahan aktif.
"Perawatan mulut bukan lagi sekadar rutinitas kebersihan harian, melainkan bagian dari ritual perawatan diri yang berdampak langsung pada kualitas hidup dan kepercayaan diri seseorang," ujar Michelle, Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia.
Menurutnya, pendekatan oral beauty diharapkan dapat membantu masyarakat lebih percaya diri dalam menjalani berbagai interaksi sosial.
Melihat kebutuhan tersebut, usmile Indonesia menghadirkan Fresh White, yang juga diperkenalkan sebagai Perfume Toothpaste.
Varian ini menggunakan Zinc Glycinate, yang diklaim membantu mengikat dan menetralisir VSCs yang menjadi penyebab bau mulut.
Formulanya juga dilengkapi Enzyme Complex yang terdiri dari papain dari ekstrak pepaya dan lysozyme. Kandungan tersebut ditujukan untuk membantu membersihkan noda pada gigi sekaligus menjaga enamel.
Dengan begitu, pendekatannya bukan sekadar memberikan sensasi segar, tetapi juga menargetkan salah satu sumber masalah bau mulut.
Sementara bagi mereka yang sering mengalami gigi ngilu, tersedia varian Repair White.
Produk ini menggunakan hydroxyapatite, mineral yang bekerja secara biomimetik dan ditujukan untuk membantu memperbaiki enamel serta menutup tubuli dentin yang terbuka, salah satu bagian yang berkaitan dengan rasa ngilu pada gigi sensitif.
Formulanya juga dilengkapi sodium hyaluronate (hyaluronic acid) dan allantoin. Kedua bahan tersebut dikenal luas dalam dunia skincare dan dalam formulasi ini digunakan untuk membantu menjaga kelembapan serta kenyamanan jaringan gusi.
Meski begitu, penggunaan produk perawatan mulut tetap sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Jika gigi sensitif atau bau mulut berlangsung terus-menerus, pemeriksaan ke dokter gigi tetap menjadi langkah yang lebih tepat untuk mencari penyebabnya.
Perawatan gigi kini tak lagi sekadar urusan menjaga kebersihan. Bagi masyarakat urban, kesehatan mulut juga berkaitan dengan kenyamanan saat makan, berbicara, bekerja, hingga bersosialisasi.
Konsep oral beauty pun hadir sebagai bagian dari tren self-care, dengan pilihan produk yang semakin diarahkan pada kebutuhan spesifik.
Saat ini, lini produk usmile Indonesia dapat diperoleh melalui kanal e-commerce resmi. Konsumen juga dapat memanfaatkan usmile Super Brand Day pada 28–30 Agustus 2026, yang menghadirkan penawaran khusus untuk Fresh White, Repair White, dan sejumlah produk lainnya, termasuk hadiah eksklusif selama periode program.
(FIR)
Di balik manfaatnya, pola hidup tersebut perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan mulut. Sebab, stres dan pola makan tertentu dapat membuat kondisi mulut menjadi lebih rentan terhadap masalah seperti bau mulut atau halitosis.
Saat stres, produksi air liur dapat berkurang sehingga mulut terasa lebih kering. Ditambah sisa makanan dari pola makan tinggi protein, kondisi tersebut dapat mendukung pertumbuhan bakteri di dalam mulut.
Bakteri kemudian menghasilkan senyawa Volatile Sulfur Compounds (VSCs), termasuk hidrogen sulfida (H₂S) dan metil merkaptan (CH₃SH), yang menjadi salah satu penyebab bau mulut.
Masalah ini ternyata cukup umum. Data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI yang dikutip dalam rilis menyebutkan, halitosis ditemukan pada 28,6 persen masyarakat.
Bukan Cuma Bau Mulut, Gigi Sensitif Juga Bikin Cemas
Masalah kesehatan mulut lainnya yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari adalah gigi sensitif.
Studi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia dan IQVIA pada 2024 yang dikutip dalam rilis menyebutkan 62 persen responden mengalami frekuensi gigi sensitif yang tinggi.
Tak berhenti pada rasa ngilu, kondisi tersebut juga bisa memengaruhi kenyamanan saat bersosialisasi. Sebanyak 86 persen penderita mengaku merasa cemas terhadap rasa sakit ketika makan.
Alhasil, sebagian orang memilih menghindari makanan tertentu, bahkan tidak nyaman ketika harus menghadiri acara bersama orang lain.
Situasi ini turut mendorong perubahan cara masyarakat memandang perawatan gigi. Menyikat gigi secara rutin tetap penting, tetapi konsumen kini semakin memperhatikan kandungan aktif dalam produk perawatan mulut sesuai kebutuhan.
Tren Skinification Merambah Perawatan Gigi
Tren tersebut dikenal sebagai skinification, yakni penggunaan bahan aktif yang lebih spesifik seperti halnya dalam produk perawatan kulit.
Konsep serupa kini mulai masuk ke dunia perawatan gigi atau yang disebut oral beauty. Pendekatan ini tidak sekadar mengandalkan sensasi mint untuk memberikan kesan segar, tetapi berusaha menargetkan masalah tertentu melalui formulasi bahan aktif.
"Perawatan mulut bukan lagi sekadar rutinitas kebersihan harian, melainkan bagian dari ritual perawatan diri yang berdampak langsung pada kualitas hidup dan kepercayaan diri seseorang," ujar Michelle, Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia.
Menurutnya, pendekatan oral beauty diharapkan dapat membantu masyarakat lebih percaya diri dalam menjalani berbagai interaksi sosial.
Ada Pasta Gigi yang Fokus pada Bau Mulut
Melihat kebutuhan tersebut, usmile Indonesia menghadirkan Fresh White, yang juga diperkenalkan sebagai Perfume Toothpaste.
Varian ini menggunakan Zinc Glycinate, yang diklaim membantu mengikat dan menetralisir VSCs yang menjadi penyebab bau mulut.
Formulanya juga dilengkapi Enzyme Complex yang terdiri dari papain dari ekstrak pepaya dan lysozyme. Kandungan tersebut ditujukan untuk membantu membersihkan noda pada gigi sekaligus menjaga enamel.
Dengan begitu, pendekatannya bukan sekadar memberikan sensasi segar, tetapi juga menargetkan salah satu sumber masalah bau mulut.
Gigi Sensitif Punya Perawatan yang Lebih Spesifik
Sementara bagi mereka yang sering mengalami gigi ngilu, tersedia varian Repair White.
Produk ini menggunakan hydroxyapatite, mineral yang bekerja secara biomimetik dan ditujukan untuk membantu memperbaiki enamel serta menutup tubuli dentin yang terbuka, salah satu bagian yang berkaitan dengan rasa ngilu pada gigi sensitif.
Formulanya juga dilengkapi sodium hyaluronate (hyaluronic acid) dan allantoin. Kedua bahan tersebut dikenal luas dalam dunia skincare dan dalam formulasi ini digunakan untuk membantu menjaga kelembapan serta kenyamanan jaringan gusi.
Meski begitu, penggunaan produk perawatan mulut tetap sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Jika gigi sensitif atau bau mulut berlangsung terus-menerus, pemeriksaan ke dokter gigi tetap menjadi langkah yang lebih tepat untuk mencari penyebabnya.
Oral Beauty, Ketika Merawat Gigi Jadi Bagian dari Self-Care
Perawatan gigi kini tak lagi sekadar urusan menjaga kebersihan. Bagi masyarakat urban, kesehatan mulut juga berkaitan dengan kenyamanan saat makan, berbicara, bekerja, hingga bersosialisasi.
Konsep oral beauty pun hadir sebagai bagian dari tren self-care, dengan pilihan produk yang semakin diarahkan pada kebutuhan spesifik.
Saat ini, lini produk usmile Indonesia dapat diperoleh melalui kanal e-commerce resmi. Konsumen juga dapat memanfaatkan usmile Super Brand Day pada 28–30 Agustus 2026, yang menghadirkan penawaran khusus untuk Fresh White, Repair White, dan sejumlah produk lainnya, termasuk hadiah eksklusif selama periode program.
(FIR)