FITNESS & HEALTH
3 Berita Terpopuler Gaya: Apakah Perlu Cuci Baju Baru Hingga Depresi Postpartum
Yatin Suleha
Minggu 13 September 2026 / 06:05
Jakarta: Saat kamu membeli baju baru tertarik banget untuk langsung dipake kan? Nah, dalam banyak informasi disebutkan sebaiknya kamu sabar dan mencucinya dahulu.
Kenapa? Pabrik pakaian sering menggunakan bahan kimia seperti formaldehida agar kain tidak gampang kusut atau berjamur selama penyimpanan di gudang. Bahan ini bisa aja memicu iritasi, gatal, hingga reaksi alergi pada kulit sensitif.
Dan sebelum kamu beli, baju telah melewati rantai panjang—diproduksi di pabrik, disimpan di gudang, dikirim lewat ekspedisi, hingga mungkin pernah dicoba oleh orang lain di toko.
Nah, apalagi kalu ini pakaian atau baju bayi atau batita/balita. Pencucian pertama sangat krusial untuk pakaian dalam, baju bayi, dan pakaian olahraga yang bersentuhan langsung dengan kulit sensitif dan pori-pori yang terbuka saat berkeringat.
Berikut ini, Medcom.id/gaya merangkum berita menarik yang terjadi sepanjang Sabtu, 12 September 2026:
Baru beli baju, langsung pengen dipakai? Wajar banget. Apalagi kalau modelnya lucu, pas di badan, dan sudah kebayang mau dipaduin sama outfit apa. Tapi ternyata, ada satu langkah yang sebaiknya jangan dilewati sebelum baju baru masuk ke lemari, yaitu mencucinya terlebih dahulu.
Dermatolog Cleveland Clinic, Shilpi Khetarpal, MD, merekomendasikan mencuci pakaian baru sebelum pertama kali dikenakan. Alasannya, baju yang terlihat bersih dan masih baru ternyata tetap bisa membawa sejumlah residu dari proses pembuatannya.
Selengkapnya klik di sini
Pernah nggak sih, tiba-tiba sadar kalau teman yang dulu hampir tiap hari diajak ngobrol sekarang malah jarang muncul? Chat makin lama dibalas, ajakan ketemu susah dicocokkan, sampai obrolan yang dulu bisa ngalor-ngidul sekarang terasa agak canggung.
Kalau pernah ada di posisi ini, bisa jadi hubungan pertemanan kalian memang sedang berubah. Dalam artikel Estrangement Doesn’t Happen All at Once di Psychology Today, Suzanne Degges-White, Ph.D., menjelaskan bahwa kerenggangan dalam hubungan biasanya nggak muncul dalam semalam. Ada perubahan-perubahan kecil yang terjadi dan menumpuk seiring waktu.
Selengkapnya klik di sini
Depresi postpartum biasanya langsung dikaitkan dengan ibu yang terus menangis, sedih, atau terlihat murung setelah melahirkan. Padahal, realitanya bisa jauh lebih kompleks. Kadang, dari luar kelihatan biasa saja, sementara di dalam kepala rasanya lagi penuh banget.
Menurut psikolog Changiz Mohiyeddini, Ph.D., dalam artikel Psychology Today, depresi postpartum nggak selalu hadir dalam bentuk kesedihan. Pengalaman emosionalnya bisa berubah dan bentuknya pun bisa berbeda dari waktu ke waktu.
Selengkapnya klik di sini
(TIN)
Kenapa? Pabrik pakaian sering menggunakan bahan kimia seperti formaldehida agar kain tidak gampang kusut atau berjamur selama penyimpanan di gudang. Bahan ini bisa aja memicu iritasi, gatal, hingga reaksi alergi pada kulit sensitif.
Dan sebelum kamu beli, baju telah melewati rantai panjang—diproduksi di pabrik, disimpan di gudang, dikirim lewat ekspedisi, hingga mungkin pernah dicoba oleh orang lain di toko.
Nah, apalagi kalu ini pakaian atau baju bayi atau batita/balita. Pencucian pertama sangat krusial untuk pakaian dalam, baju bayi, dan pakaian olahraga yang bersentuhan langsung dengan kulit sensitif dan pori-pori yang terbuka saat berkeringat.
Berikut ini, Medcom.id/gaya merangkum berita menarik yang terjadi sepanjang Sabtu, 12 September 2026:
1. Baju Baru Sebaiknya Dicuci Dulu atau Langsung Dipakai? Ini Kata Dermatolog
Baru beli baju, langsung pengen dipakai? Wajar banget. Apalagi kalau modelnya lucu, pas di badan, dan sudah kebayang mau dipaduin sama outfit apa. Tapi ternyata, ada satu langkah yang sebaiknya jangan dilewati sebelum baju baru masuk ke lemari, yaitu mencucinya terlebih dahulu.
Dermatolog Cleveland Clinic, Shilpi Khetarpal, MD, merekomendasikan mencuci pakaian baru sebelum pertama kali dikenakan. Alasannya, baju yang terlihat bersih dan masih baru ternyata tetap bisa membawa sejumlah residu dari proses pembuatannya.
Selengkapnya klik di sini
2. Teman Makin Jauh setelah Dewasa? Ini Tanda Hubungan Mulai Renggang
Pernah nggak sih, tiba-tiba sadar kalau teman yang dulu hampir tiap hari diajak ngobrol sekarang malah jarang muncul? Chat makin lama dibalas, ajakan ketemu susah dicocokkan, sampai obrolan yang dulu bisa ngalor-ngidul sekarang terasa agak canggung.
Kalau pernah ada di posisi ini, bisa jadi hubungan pertemanan kalian memang sedang berubah. Dalam artikel Estrangement Doesn’t Happen All at Once di Psychology Today, Suzanne Degges-White, Ph.D., menjelaskan bahwa kerenggangan dalam hubungan biasanya nggak muncul dalam semalam. Ada perubahan-perubahan kecil yang terjadi dan menumpuk seiring waktu.
Selengkapnya klik di sini
3. Depresi Postpartum tak Selalu Terlihat Sedih, Ini Tanda yang Sering Terlewat
Depresi postpartum biasanya langsung dikaitkan dengan ibu yang terus menangis, sedih, atau terlihat murung setelah melahirkan. Padahal, realitanya bisa jauh lebih kompleks. Kadang, dari luar kelihatan biasa saja, sementara di dalam kepala rasanya lagi penuh banget.
Menurut psikolog Changiz Mohiyeddini, Ph.D., dalam artikel Psychology Today, depresi postpartum nggak selalu hadir dalam bentuk kesedihan. Pengalaman emosionalnya bisa berubah dan bentuknya pun bisa berbeda dari waktu ke waktu.
Selengkapnya klik di sini
(TIN)